Menjadi Terang bagi Keluarga Lain

Trauma masa lalu serta ketidaktahuan akan gambaran keluarga yang benar dapat membuat seseorang kesulitan membentuk keluarga bahagia. Namun, dengan tekad kuat dan dukungan komunitas yang tepat, tidak mustahil bagi kita menciptakan rumah tangga yang penuh kasih. Hal ini dibuktikan oleh Alex dan Yunita, pasangan dari Married Ministry Jemaat Surabaya yang mengalami perubahan besar dalam pernikahan mereka.

Semasa kecil, Alex sering menyaksikan pertengkaran orang tuanya, bahkan mengalami kekerasan fisik dalam keluarga. Ini membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang minder dan menghindari konflik, serta memiliki kehidupan pernikahan yang bermasalah. Menginjak tahun keenam berumah tangga, konflik Alex dengan istrinya, Yunita, terus memburuk hingga sampai ke telinga keluarga besar mereka. 

Merasa ada yang salah dalam pernikahannya, Alex pun bercerita kepada Dedy, suami sepupunya Meifie, yang merupakan anggota jemaat. Ia merasa Yunita tidak bisa mengerti perasaannya, dan mereka selalu salah paham dalam berkomunikasi. Setiap bertengkar, Alex melampiaskan emosinya secara berlebihan, seperti membentak dengan kata-kata yang tak pantas. Saat kesulitan mengungkapkan pendapat dan perasaannya, ia akan menyakiti diri sendiri dengan membenturkan kepala, memukul dinding, atau menendang benda-benda di sekelilingnya.

Selain itu, Alex juga bergumul dengan kebiasaan merokok dan konsumsi pornografi. Setiap kali terjerumus, ia terdorong untuk bertobat, tetapi selalu kembali jatuh dalam dosa yang sama.

Dedy lalu mengundang Alex untuk mengikuti diskusi Alkitab. Saat itulah, Alex sadar bahwa ia dan istrinya membutuhkan komunitas yang bisa mengarahkan hidup mereka. Ternyata sudah lama Alex punya kerinduan untuk dibimbing di dalam Tuhan.

Bulan April 2018, Alex menghadiri ibadah pertamanya. Khotbah yang dibawakan hari itu begitu menyentuh hatinya dan memberinya motivasi untuk melakukan perubahan dalam hidup. Ia lalu mengajak istrinya beribadah bersama dan belajar firman Tuhan. Kendati awalnya Yunita menolak, Alex tidak putus asa. Ia berdoa agar Tuhan menggerakkan hati istrinya. Tak lama berselang, Yunita mau pergi beribadah bersamanya.

Mereka mulai belajar firman Tuhan pada 27 April 2018. Dalam proses pembelajaran, Yunita harus berjuang mengendalikan amarahnya, terutama terhadap anak-anak mereka. Rupanya hal ini telah memicu masalah komunikasi pada kedua anak mereka, yang turut membenturkan kepala ke dinding untuk mengekspresikan kemarahan.

Keduanya juga dibimbing untuk menjalankan peran masing-masing dalam keluarga secara layak dan seimbang. Alex belajar menjadi kepala keluarga yang baik. Sebagai ayah, ia tidak lagi cuek, tetapi turut ambil bagian mengasuh anak-anak, seperti meluangkan waktu untuk mengobrol dan menasihati mereka. Di sisi lain, Yunita belajar untuk lebih menghormati Alex, serta untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya dengan baik.

Pada 19 Mei 2019, mereka berdua mengambil keputusan untuk dibaptis bersama. Kini pernikahan mereka berubah 180 derajat. Anak-anak mereka juga menjadi lebih tenang, bisa berinteraksi dan mengungkapkan emosi dengan baik, serta mau menyapa orang lain.

Tak hanya itu, pulihnya pernikahan Alex dan Yunita turut memberi dampak positif bagi keluarga besar mereka, yang menyaksikan sendiri perubahan signifikan dalam diri keduanya. Kini, kakak Yunita, iparnya, kakak laki-laki iparnya, serta anak-anak mereka juga sedang belajar Alkitab. Bahkan, mama Yunita dan mama mertua dari kakaknya Yunita juga mulai rutin menghadiri ibadah Minggu.

Setelah mengalami perubahan hidup yang luar biasa di dalam Tuhan, Alex dan Yunita bersemangat untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang di sekitar mereka. Keduanya ingin terus dipakai Tuhan untuk membantu pasangan-pasangan menikah lain, serta setia melayani hingga akhir hidup mereka. Amin. To God be the Glory!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Kisah Nyata Pejuang Cinta: Love Is an Act of Will, Not a Feeling

Video inspirasi: