Good News Jemaat Pematangsiantar – Siska

Tuhan Memperhitungkan Setiap Ketekunan

Sungguh tak terpikirkan bagaimana Tuhan bisa hadir memperkenalkan Diri-Nya kepada setiap orang yang mencari-Nya. Itulah yg dirasakan saudari Siska Sidabutar, putri pertama dari tiga bersaudara dari Jemaat Pematangsiantar.

Tahun 2014 adalah masa yang sulit bagi Siska. Kala itu, ia punya hubungan yang buruk dengan ayahnya, sedangkan ibunya mengidap penyakit kanker. Di tengah pergumulan hidupnya, Siska berpikir ia perlu menemukan teman yang bisa memahami perasaannya, seseorang yang membuatnya nyaman. Ia lalu teringat seorang teman kuliahnya dulu yang sudah murid Yesus.

Setelah bercerita banyak tentang keadaannya, sister ini mengundang Siska ke pertemuan ibadah Minggu. Berhubung tidak suka bersosialisasi, Siska tidak punya banyak teman, dan karenanya, merasa bersukacita ketika mengenal dan merasakan kasih jemaat. Meski harus menempuh lebih dari satu jam waktu perjalanan dari rumahnya ke tempat ibadah, Siska selalu hadir di setiap pertemuan dengan penuh semangat

Dalam periode ini, Siska juga mengalami peristiwa yang membuatnya takut dan malu keluar rumah. Ayahnya berselingkuh dengan seorang tetangga mereka, lalu kabur ke luar kota untuk menghindari kemarahan keluarga wanita yang bersangkutan. Di titik terendah kehidupannya ini, para sister tidak berhenti mendukung dan mengasihinya. Inilah yang membuat Siska tetap kuat dan memutuskan belajar Alkitab. 

Hidup yang penuh pergumulan membuat Siska mengenal Allah dan punya pandangan berbeda terhadap kehidupan. Tak heran, ia mampu menjalankan setiap pertobatannya dengan luar biasa, termasuk dengan mengampuni dan mengasihi ayahnya.

Pada November  2014, Siska dibaptis, dan pada Desember 2016, ia menikah. Setelah menjalani hidup sebagai murid Yesus, Siska senantiasa mengasihi ayahnya yang berada di luar kota dengan membagikan keyakinannya lewat telepon. Namun, ayahnya belum siap dibantu, hingga pada bulan April 2018, beliau meninggal karena penyakit lambung. Siska lalu mengajak ibunya belajar Alkitab, tetapi pada bulan April 2019, beliau tutup usia sebelum sempat menyelesaikan pelajarannya.

Di tengah duka yang bertubi-tubi melanda, Siska tetap tekun menginjili keluarganya. Pada Agustus 2019, ia mengajak adik bungsunya, Nova, yang sedang liburan kuliah, untuk belajar Alkitab. Tuhan bekerja dengan luar biasa, dan dalam jangka waktu sebulan, Nova pun dibaptis.

Sungguh mengagumkan cara kerja Tuhan, yang memperhitungkan setiap usaha mereka yang memberitakan firman-Nya. Kendati orang tuanya meninggal sebelum sempat merampungkan pendalaman iman mereka, Tuhan menghadiahkan Siska kemenangan atas pertobatan adiknya yang kini juga menjadi murid Yesus. 

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. – 1 Korintus 15:58 

Kemuliaan bagi Tuhan. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: