Jadi Murid Berkat Perhatian Komunitas dan Kerinduan untuk Hidup Benar

Kepedulian komunitas dan keseriusan menyikapi kehidupan rohani merupakan salah satu kunci pertobatan bagi orang yang sungguh-sungguh ingin mengikuti Kristus. Pada hari Sabtu, 25 Mei 2019, Jemaat Pematangsiantar kembali mendapatkan kabar sukacita. Sesliani, atau yang akrab disapa Lia, mengambil keputusan untuk menjadi seorang Kristen yang benar setelah mempelajari hal-hal di atas.

Mahasiswi salah satu universitas kota Siantar yang aktif dalam Campus Ministry ini merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Sejak kecil, Lia tinggal bersama paman dan bibinya. Ini membuatnya merasa kurang mendapatkan kasih sayang orang tua, serta membentuknya menjadi pribadi yang cuek, pemarah, dan agak pemalu.

Namun, sejak dahulu Lia selalu memiliki kerinduan untuk dekat dengan Tuhan. Keinginan ini membuatnya rela meluangkan waktu di salah satu komunitas rohani, bahkan sempat memimpin sebuah grup kecil dan mengambil berbagai pelayanan. 

Suatu ketika, Lia memperhatikan perubahan karakter seorang kakak kelasnya, yang merupakan saudari di Jemaat Pematangsiantar. Ketika saudari ini menceritakan apa yang membuatnya berubah, Lia pun tertarik untuk belajar Alkitab.

Pada pertengahan Januari 2019, Lia mengikuti pendalaman firman. Ini bukanlah proses yang mudah kerena ia sudah memiliki landasan rohani yang melekat dalam dirinya. Banyak hal yang ia pertanyakan, seperti siapa murid-murid Yesus, dan apakah komunitas ini adalah komunitas yang benar, yang akan membawanya kepada kebenaran Allah. Tak jarang, Lia membandingkan sejumlah hal yang pernah ia pelajari di komunitas sebelumnya.

Akan tetapi, di atas semua itu, ada satu hal yang terasa unik baginya, yaitu pelajaran tentang dosa. Dalam pelajaran tersebut, semua dosanya dikupas satu-persatu. Lia merasa hidupnya benar-benar diperhatikan, karena selama ini tidak ada yang pernah membimbingnya untuk menyikapi dosa secara serius. Ia juga sadar, bahwa sekalipun dirinya aktif dalam aneka pelayanan, ada banyak ketidakbenaran di dalam hidupnya.

Berkat ketekunan doa dan kuasa firman, Lia mau merendahkan hati dan melakukan perintah Tuhan, sekalipun masih ada sejumlah hal yang belum ia pahami. Bahkan, untuk membangun keyakinannya, ia sering datang dan belajar dari saudari-saudari dalam jemaat. 

Memasuki pelajaran tentang salib, Lia terharu dan mengerti bahwa Yesus mengorbankan nyawa-Nya untuk setiap orang yang mau serius bertobat. Untuk menunjukkan keseriusannya dalam menjalani setiap pertobatan, ia rela melepaskan dosa-dosanya , yang sebenarnya sulit ia lakukan. Namun, ia mau melakukannya demi hidup benar di hadapan Tuhan.

Setelah lebih-kurang empat bulan belajar firman, Lia memantapkan hati untuk menjadi murid Yesus. Banyak karakter buruknya yang dikikis oleh firman, dan ia mengalami sejumlah perubahan hidup yang memberi dampak kepada orang-orang di sekelilingnya. Sekarang Lia lebih mudah berteman dan lebih peduli kepada orang lain.

”Saya merasa bahagia, bersyukur, dan juga bangga sekali karena Tuhan telah memilih saya menjadi murid-Nya,” ungkapnya. “Tuhan berikan saya kesempatan untuk mengerti kebenaran firman, serta kelegaan setelah keluar dari dosa-dosa saya. Dan, saya merasa hidup rohani saya benar-benar diperhatikan.”

Kini, Lia sangat bersemangat membagikan keyakinannya kepada teman-temannya. Semoga ia terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan boleh lebih lagi dipakai sebagai alat-Nya. Kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Bangun Hal-Hal Ini Selama Pacaran
Maksimalkan Potensi Firman Tuhan dalam Hidup Anda

Video inspirasi: