Minggu, 3 Maret 2019, merupakan hari yang sangat spesial bagi Christine Angelina yang mengambil keputusan menjadi murid Yesus.

Anak sulung dari dua bersaudara yang akrab disapa Angel ini adalah mahasiswi semester enam salah satu universitas di Pematang Siantar. Terlahir di kelurga yang kurang harmonis dan dingin membuat Angel merasa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya.

Karena ayahnya bekerja di bagian tata usaha sebuah sekolah swasta, keluarga mereka tinggal di area yang sama. Semasa kecil, Angel sering ditinggal bekerja oleh orang tuanya hingga larut malam. Sering sendirian di rumah, tanpa tetangga di sekitar, membuat Angel menjadi anak yang pendiam, jarang bergaul, dan suka melamun.

Setiap malam ia sulit tidur karena merasa ada yang memanggil-manggil namanya. Tempat tidurnya bergoyang-goyang sendiri. Saat tidur, badannya terasa berat seperti ada yang menimpanya. Bahkan ia sempat mengalami kesurupan saat duduk di bangku SMA.

Kondisi Angel membuat orang tuanya khawatir dan mereka membawanya berobat ke paranormal. Menurutnya, Angel sering diganggu oleh roh halus atau arwah orang yang meninggal, dan untuk itu, perlu dilindungi sejenis jimat. Namun, hingga kuliah, kondisinya berubah. Meskipun sangat stres karena terus diganggu suara-suara aneh, Angel tidak tahu cara mengatasinya karena tidak mengenal yang namanya doa dan ibadah.

Suatu hari, Angel bertemu Sherly yang sedang belajar firman (dan kemudian menjadi murid Yesus Desember 2018 lalu). Sherly mengajaknya belajar firman dan ingin membantu Angel mengatasi gangguan yang dialaminya.

Bulan April 2018, Angel bersedia dibantu lewat diskusi firman. Pada awal pembelajaran, ia mengalami kesulitan. Tangannya terasa panas saat memegang Alkitab, dan di pertemuan pertama itu, ia tidak berani membacanya.

Namun, saudara-saudari terus mendoakan dan meyakinkan Angel bahwa dengan kekuatan firman Tuhan, ia dapat dibebaskan dari hal-hal yang mengganggunya selama ini. Mereka mendampinginya berdoa dan membaca Alkitab, hingga seiring waktu, Angel bisa melakukannya sendiri.

Selama belajar Alkitab, Angel harus berjuang menghadapi gangguan roh halus, kekecewaan terhadap orang tua yang kurang memerhatikannya, serta kesulitannya beribadah dan membaca firman. Dengan ketekunan doa dan tekad untuk lepas dari ketidakbenaran dalam hidupnya, Angel mau merendahkan hati untuk belajar tunduk dan taat.

Lambat-laun, Angel mulai terlepas dari gangguan roh halus. Selain bertumbuh dalam studi Alkitabnya, ia juga rajin mengikuti pertemuan ibadah, bahkan belajar mengasihi orang tua yang dulu dibencinya.

Setelah lebih-kurang setahun belajar firman, Angel memutuskan menjadi murid Yesus. Puji Tuhan karena kekuatan firman mampu menghancurkan kuasa iblis yang bertahun-tahun menguasai hidup Angel.

“Sekarang saya tahu apa tujuan hidup saya, yaitu mencari Tuhan dengan segenap hati,” ungkap Angel. “Saya lega dan mengalami sukacita yang luar biasa karena bisa membaca firman serta merasakan kedekatan hubungan dengan Tuhan. Terlebih, saya telah dilepaskan dari hal yang telah mengikat saya bertahun-tahun. Saya sangat bersyukur karena memiliki saudara-saudari dalam jemaat Tuhan yang mengasihi saya.”

Angel kini memberikan hatinya untuk membantu orang lain melalui penginjilan. Saat ini, ada seorang temannya yang sedang belajar firman karena terinspirasi oleh perubahan hidup Angel. Semoga Angel terus setia dan dipakai Tuhan dengan lebih lagi. Semua demi kemuliaan Tuhan!