Married's Good News & Event
Good News Jemaat Pematang Siantar - Amy
Bersedia Jalani Tantangan Meminta Maaf
Pada 20 Februari 2018, Amy, saudari kita dari Jemaat Pematang Siantar, mengambil keputusan menjadi murid Yesus dan bergabung dalam Married Ministry.Semasa kecil, Amy sempat merasakan yang namanya keluarga bahagia. Keluarganya hidup berkecukupan dan ia punya mama yang sangat mengasihinya. Namun, mama Amy jatuh sakit dalam waktu lama dan pengobatannya menghabiskan banyak biaya.
Setelah beliau meninggal dunia, kehidupan Amy dan adik-adiknya berubah drastis. Karena mengalami depresi sepeninggal istrinya, papa Amy menelantarkan anak-anaknya. Keadaan itu memaksa Amy untuk mencari nafkah bagi dirinya dan adik-adiknya. Ia tidak bisa hanya fokus belajar di sekolah, tetapi harus bekerja membanting tulang. Bahkan, Amy sempat mengamen demi mendapatkan uang.
Kondisi hidup yang keras membentuk Amy menjadi seorang yang mandiri, temperamental, dan bebas tanpa aturan. Tanpa keluarga yang memerhatikannya, Amy merasa terlupakan dan harus berjuang sendirian. Namun, setelah menikah dan dikaruniai dua orang anak, Amy tetap tidak bahagia. Setiap hari ia bertengkar dengan suami, hingga terpikir olehnya untuk bercerai saja.
Amy sadar bahwa konflik dalam pernikahannya berakar dari karakter temperamentalnya. Ditambah, jabatannya sebagai seorang supervisor di sebuah kafe membuat Amy terbiasa memerintah bawahan. Sikapnya dalam pekerjaan pun terbawa sampai ke rumah. Amy jadi kurang menghargai suaminya dan sering bersikap arogan. Hal-hal kecil yang tanpa sengaja menyentuh schema-nya (pola psikologis yang terbentuk di masa kanak-kanak dan memengaruhi pikiran, tindakan, hubungan, dan pilihan hidup seseorang setelah dewasa) akan membuat Amy meledak dan melampiaskan amarahnya kepada suami. Padahal, seorang istri semestinya menghormati suami dan menjadi penolong baginya.
Di tengah badai yang melanda bahtera rumah tangganya, Amy sering bercerita dan mengungkapkan keluh-kesahnya kepada tantenya, seorang sister dari Jemaat Nias. Beliau menyarankan agar Amy datang beribadah dan bertemu dengan murid-murid Yesus di Pematang Siantar agar dapat dibantu. Bulan Oktober 2017, Amy dan suaminya bersedia belajar firman Tuhan.
Proses belajar Amy tidaklah mudah. Sejumlah pergumulan harus ia lewati, dan yang paling sulit adalah ketika ia ditantang untuk meminta maaf kepada suaminya. Selain itu, Amy juga enggan terbuka dengan dosa-dosanya, meski ia tahu firman Tuhan mengajarinya untuk bersikap rendah hati dan mengakui kesalahan.
Berkat doa dan bantuan dari para sister, akhirnya Amy dapat merendahkan hati. Ia meminta maaf kepada suaminya dan mau membuka diri terhadap dosa-dosanya. Tekad Amy untuk menjadi murid Yesus merupakan keputusan yang berat, karena suaminya belum sepenuhnya siap menjadi murid. Namun, Amy yakin bahwa keputusannya menjadi seorang Kristen tidaklah bergantung kepada orang lain.
“Melalui firman Tuhan dan doa-doa, akhirnya saya bisa merendahkan hati kepada Tuhan dan sesama,” kata Amy. “Saya datang kepada suami untuk meminta maaf. Banyak pola pikir saya yang kini berubah. Dan, saya mau menjalaninya karena tahu bahwa itu bukanlah demi kepentingan suami atau siapa pun, tetapi demi Yesus yang telah mati bagi saya.”
“Saya telah melihat dan merasakan sendiri betapa baiknya Tuhan. Sekarang saya mengerti apa tujuan hidup saya, yaitu mencari Tuhan dengan segenap hati. Tidak lagi hidup dalam amarah tetapi dalam kasih, khususnya kasih terhadap suami saya.”
Amy bersyukur ia boleh mendapat kesempatan mengenal kebenaran firman dan mengalami banyak perubahan positif dalam hidupnya. Ia menjadi pribadi yang lebih tenang dan tidak mudah terpancing emosi. Anak-anak dan suami Amy pun merasakan dampak perubahan karakternya dalam kehidupan keluarga mereka.
“Saya merasa sangat diberkati,” ungkapnya. “Tuhan begitu mengasihi saya. Kini saya lebih menghargai hidup dan ingin menjalaninya sesuai cara yang berkenan kepada-Nya.”
Saat ini Amy melayani sebagai usher di ibadah Minggu dan aktif membantu orang lain lewat diskusi firman. Semoga Amy terus bersemangat dalam kehidupan barunya sebagai murid Yesus dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Kemuliaan hanya bagi Tuhan! - Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official: WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official
Artikel terkait: Tinggalkan Kebiasaan Marah Sebelum Terlambat
Video inspirasi: ARTIKEL TERKAIT
Good News Pematang Siantar - Uci Ambarita
Pulih karena Mencari Tuhan Mengampuni bukanlah hal mudah, apalagi jika suatu hubungan sudah begitu keruh dan segala sesuatu di dalamnya tampak negatif. Namun, hal ini tidak…
Baca selengkapnyaGood News Jemaat Lampung - David
Perjalanan hidup rohani David membuahkan hasil setelah setahun belajar Alkitab dan konseling pernikahan. Awalnya, David tertarik mendalami firman Tuhan karena melihat bagaimana…
Baca selengkapnyaGood News Jemaat Surabaya - Rasna
Rasna adalah seorang saudari dari Married Ministry yang menikah pada tahun 2007 dan mengikuti keyakinan suaminya yang beragama Kristen. Awal menikah, mereka hidup bahagia.…
Baca selengkapnya