Ingin Hidup untuk Menyenangkan Tuhan

Tantangan dan penolakan kerap menghadang mereka yang berusaha hidup benar. Inilah yang dialami Daniel, seorang mahasiswa di salah satu politeknik kota Palembang. 

Perkenalan Daniel dengan kehidupan Kristen bermula dari ketertarikannya pada kehidupan Hotman, kakak kelasnya, yang berbeda dengan kebanyakan mahasiswa. Itulah kali pertama Daniel melihat gaya hidup murid Yesus yang kurang populer dalam pandangan umum. Saat melihat seorang mahasiswi temannya belajar firman Tuhan, Daniel penasaran ingin mengikutinya. Seiring waktu, melalui persahabatannya dengan Hotman, ia pun tertarik untuk mengenal Kristus lebih dalam.

Bible Study Daniel awalnya berlangsung mulus. Namun, di tengah-tengah proses, sejumlah tantangan membuat ia urung melanjutkan pelajaran. Daniel mengalami dilema saat melihat temannya memutuskan berhenti belajar firman. 

Tantangan kedua datang ketika komitmennya sedang kembali menguat. Ibunya dan pihak keluarga tidak menyetujui apa yang ia lakukan. Sebagai anak tunggal dari keluarga yang kurang harmonis, sehingga sang ibu harus membesarkan Daniel seorang diri, penolakan ini tentunya menjadi rintangan yang berat.

Selama beberapa minggu, Daniel berhenti belajar dan sulit ditemui. Dalam pergumulannya, ia mempertanyakan mengapa harus menghadapi situasi yang begitu sulit, padahal Bible Study bukanlah sesuatu yang salah. 

Daniel pun kembali menjalani kehidupannya yang dulu. Namun, ia merasa janggal melihat gaya hidup teman-temannya, juga dengan caranya memperlakukan Tuhan dulu. Ternyata kebenaran firman Tuhan yang sempat ia dapatkan dari Bible Study telah sedikit banyak mengubah cara pandangnya tentang kehidupan. 

Pada suatu titik, Daniel merasa kesepian. Hidupnya seperti bergerak di tempat, dan ia tak lagi menikmati gaya hidupnya yang lama. Daniel merindukan masa-masa ketika ia begitu dikasihi dan diterima di dalam komunitas yang hangat, di mana ia memperoleh kebenaran firman Tuhan yang menyelamatkan.

Segala doa, kasih, persahabatan, dukungan, dan perhatian yang diberikan Hotman serta murid-murid lainnya membuat Daniel menyadari sesuatu: komunitas murid Yesus adalah tempat yang tepat untuk menjalani hidup yang semestinya. Hidup yang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Kristus yang rela mati baginya. 

Daniel akhirnya kembali mempelajari firman dan membuka diri terhadap setiap masukan dan teguran. Ia berani menghadapi ketakutan dan kekhawatirannya akan respon ibunya, karena melihat banyak remaja sebayanya yang menempuh tantangan serupa, tetapi tetap berjuang untuk hidup benar.

Tanggal 2 Juni 2019, setelah sembilan bulan mengikuti Bible Study, Daniel mengambil keputusan menjadi murid Yesus. Baginya, Tuhan adalah yang utama, dan ia ingin terus hidup untuk menyenangkan hati-Nya.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Bebas dari Rasa Kesepian

Video inspirasi: