Antusias Jalani Gaya Hidup Benar

Setelah mengenal Tuhan, tantangan yang kita hadapi selanjutnya adalah bagaimana mengubah gaya hidup agar sesuai firman-Nya. Tak jarang, ini membuat seseorang enggan melanjutkan niatnya menjadi pengikut Kristus. Namun, lain halnya dengan Maria, seorang mahasiswi asal Medan yang mengambil keputusan menjadi murid Yesus pada 28 Juli 2019 lalu.

Ketika menuntut ilmu di salah satu universitas Palangkaraya, untuk pertama kalinya Maria tinggal terpisah dari keluarga. Mendapatkan kebebasan yang tak terarah, Maria menjalani gaya hidup boros, malas, tidak disiplin, serta terbiasa dengan bahasa pergaulan yang negatif.

Di semester keduanya, Maria mengenal komunitas murid Yesus lewat seorang saudari yang merupakan kakak kelasnya. Tersentuh karena ada orang yang peduli dengan hidupnya, Maria mulai memberikan hatinya untuk belajar firman Tuhan. 

Seiring waktu, Maria, yang merasakan perbedaan dalam hidupnya, mulai mencoba hidup tertib. Kendati awalnya tidak mudah, Maria terus berjuang meninggalkan kebiasaan buruknya—mulai dari bangun siang sehingga sering terlambat kuliah, hingga obrolan yang tak membangun. Ia belajar berhemat dan mencukupkan diri dengan apa yang dimiliki. 

Tak hanya itu, Maria juga mengakui kesalahannya kepada nenek yang mengasuhnya sejak SMA. Melihat perubahan sikapnya membuat sang nenek terharu, karena Maria bukan hanya memaafkan, melainkan juga meminta maaf kepada beliau.

Hubungan yang konsisten dengan Tuhan lewat doa dan saat teduh membuat Maria semakin yakin untuk menjadi seorang Kristen sejati. Ia bahkan memanfaatkan masa liburannya untuk menyelidiki firman dan terus dibimbing di dalam Tuhan. Maria menghabiskan waktu dengan para sister di Campus Ministry dan Singles & Professionals Ministry, serta mengikuti berbagai kegiatan rohani.

Usaha Maria mengubah gaya hidupnya yang lama tidaklah sia-sia. Setelah mengalami pertobatan yang sesungguhnya, ia semakin antusias mengejar hidup benar. Setelah menjadi murid Yesus pun, sikap hati yang mau belajar masih tercermin dalam dirinya. Tak perlu waktu lama bagi Maria untuk menawarkan diri membantu hidup orang lain. Dan, ini tentunya membawa dampak yang luar biasa, baik bagi jemaat, maupun teman-teman kampusnya. To God be the glory!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: 10 Perintah Allah: Terlalu Mengekang dan Menghambat Kesuksesan?

Video inspirasi: