Rasa Syukur yang Memberi Damai

Media sosial bisa menjadi perpanjangan jalan Tuhan bagi seseorang untuk mengenal komunitas yang benar. Inilah salah satu sarana yang ditemukan oleh Netty, seorang saudari dari jemaat Medan, untuk mencari Tuhan. 

Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Netty sering merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain. Hal ini membuatnya kehilangan sukacita dan damai sejahtera dalam hidup, karena ia merasa terancam dengan pencapaian orang lain.

Hingga suatu ketika, pada November 2018, Netty melihat video Singles Ministry GKDI di akun Facebook-nya. Video itu menggugah hati Netty karena mengingatkan ia pada doanya beberapa tahun lalu. Netty berdoa agar dipertemukan dengan suatu komunitas yang dapat membantunya mengenal Tuhan lebih dalam dan menemukan kedamaian hidup. Melalui akun Facebook GKDI, Netty mengirim pesan untuk bertanya bagaimana cara bergabung dengan komunitas tersebut.

Ketika pesannya ditanggapi, disusul dengan ajakan ibadah oleh seorang anggota jemaat Medan, Netty dihinggapi rasa ragu. Banyak pertanyaan muncul dalam dirinya. Namun, Tuhan bekerja mengubah keraguannya secara perlahan. Netty yakin inilah jalan dan petunjuk dari Allah atas doanya selama ini. Akhirnya, tiga minggu kemudian, Netty datang beribadah.

Awal bertemu jemaat, Netty merasa dirinya amat berbeda dengan yang lain. Semua orang sangat ramah dan hangat. Dengan mudah, ia berkenalan dengan para anggota Singles Ministry GKDI Medan dan segera akrab dengan mereka.

Netty kemudian membuka hati untuk belajar Alkitab setelah salah seorang saudari mengajaknya sharing firman Tuhan. Salib menjadi jawaban dan kekuatan baginya. Di sanalah, Netty menemukan kedamaian serta mengalami perubahan karakter. Ia sadar bahwa dengan bersikap iri hati atas kelebihan atau kepunyaan orang lain, serta kurang bersyukur, ia sebenarnya menyiksa diri sendiri. 

Tantangan Netty selanjutnya adalah memperbaiki hubungan dengan keluarga. Mulanya, ayah Netty tidak setuju dengan keputusannya menjadi murid Yesus. Meski pada Februari 2019 Bible Study-nya sudah selesai, ia butuh empat bulan lagi untuk memperbaiki hubungan dengan ayahnya. 

Untuk itu, Netty belajar meluangkan waktu untuk mengobrol dan membantu ayahnya di rumah. Sikapnya yang kini lebih sabar membuat sang ayah melihat perubahan dalam dirinya. Setiap proses yang Tuhan izinkan terjadi, serta dorongan semangat dari para brother dan sister memberinya kekuatan untuk terus berjuang memulihkan hubungan keluarganya.

Tanggal 2 Juni 2019, Netty mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, yaitu menjadi murid Yesus. Sukacita luar biasa dan damai sejahtera akhirnya dapat ia miliki. Doa Netty yang tulus dan motivasinya yang benar untuk memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan terjawab sudah, sesuai dengan cara Tuhan sendiri. 

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. – Roma 8:28

Kemuliaan hanya untuk Tuhan!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Singkirkan Iri Hati, Si Penghambat Kemajuan Hidup

Video inspirasi: