Ministries
Good News Jemaat Medan - Mian & Tiur
Dukacita yang Membawa Sukacita Abadi
Pada 4 Agustus 2019, pasangan suami-istri Mian dan Tiur memutuskan menjadi murid Yesus. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa sukacita mereka yang mereka rasakan saat itu sesungguhnya berawal dari sebuah dukacita atas kepergian seorang adik yang mereka kasihi.Almarhum Lambok dulunya adalah seorang brother yang dimenangkan di Bali dan menjadi murid Yesus pada tanggal 11 November 2017. Kala itu, Lambok kuliah sambil bekerja di Bali karena keuangan keluarga yang tidak mendukung. Saat libur kuliah, Lambok mengambil cuti kerja agar bisa pulang ke Medan dan mengunjungi kakaknya, Tiur.
Selama berlibur di rumah Tiur dan Mian, Lambok membagikan ayat-ayat Alkitab kepada mereka. Keduanya melihat betapa berubahnya pribadi Lambok. Dari yang dulunya seorang pemarah dan susah memaafkan, ia menjadi orang yang penuh belas kasih dan penyabar. Lambok bercerita tentang kebaikan Tuhan dan meminta Tiur untuk beribadah setiap Minggu. Sayang, ibadah belum menjadi panggilan Mian dan Tiur saat itu.
Bulan Maret 2018, Lambok menderita sakit keras sehingga harus dibawa pulang ke Medan dan dirawat di rumah sakit. Di sinilah, Mian dan Tiur melihat kasih persaudaraan dalam jemaat. Anak-anak Campus Ministry dan para anggota Jemaat Medan secara bergantian menjenguk, bahkan menjaga Lambok setiap hari.
Akan tetapi, Tuhan berkehendak lain. Lambok meninggal dunia, dan ia sudah menyelesaikan pertandingan imannya dengan baik. Pembimbing rohani Lambok setia menemani perjalanannya, sejak dari Bali hingga ia dikebumikan di kampungnya.
Brothers dan sisters di GKDI Medan turut merasakan dukacita ini, dan beberapa dari mereka datang melayat ke kampung Lambok. Di sana, mereka melihat bagaimana Mian dan Tiur belum dapat menerima kepergiannya. Mereka bertanya: apa maksud Tuhan dengan semua ini? Mengapa Lambok harus pergi saat ia sebentar lagi akan wisuda?
Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” – 1 Korintus 2:9
Tuhan bekerja melampaui pikiran manusia. Tak lama setelah Lambok dimakamkan, Jemaat Medan mengadakan acara penghiburan untuk keluarganya. Itulah momen yang membuat Mian memantapkan langkah untuk membuka hatinya dan bergabung dengan komunitas GKDI. Tiur pun terkejut mendengar janji yang diucapkan Mian di depan keluarga dan jemaat, karena sebelumnya ia sangat susah diajak beribadah. Apalagi, mereka tidak pernah mendiskusikan hal ini sebelumnya.
Bulan Mei 2018, Mian dan Tiur mulai mengikuti Bible Study. Mereka datang beribadah dan menikmati kasih serta kebersamaan di tengah jemaat. Jatuh-bangun dilalui oleh pasangan ini dalam proses belajar mereka. Hal yang paling sulit ditinggalkan Mian adalah “rokok,” dan Tiur, “tabiat marahnya,” karena mengubah kebiasaan buruk memang tidak mudah. Namun, Mian dan Tiur terus membuka diri dan dengan rendah hati mau dibimbing oleh firman Tuhan. Inspirasi dari murid-murid Yesus yang lain menjadi kekuatan bagi keduanya untuk meninggalkan dosa-dosa mereka.
Butuh waktu satu tahun dan tiga bulan bagi Mian dan Tiur untuk bisa benar-benar memutuskan menjadi murid Yesus. Dan, segala peristiwa yang membawa mereka kepada pembaptisan berdampak baik terhadap kehidupan keluarga mereka. Keduanya kini lebih harmonis, baik dalam hubungan pernikahan maupun parenting. Mian menghabiskan waktu luangnya untuk bermain dengan anak-anaknya; Tiur juga bertumbuh menjadi istri dan ibu yang lebih lemah lembut.
Impian Mian dan Tiur adalah ingin terus dipakai dalam kerajaan Tuhan, untuk membagikan kasih seperti yang Yesus lakukan dan yang senantiasa mereka rasakan dari jemaat. Kini keduanya mengerti, kepergian Lambok membukakan jalan bagi mereka untuk dapat memiliki sukacita abadi di dalam Tuhan. Amin. - Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official
Artikel terkait: Tidak Lebih Baik dari Iblis?
Video inspirasi:
ARTIKEL TERKAIT
Good News Jemaat Jayapura - Steven
Siapa sangka, kepindahannya ke Jayapura membuat Steven mengenal komunitas murid Yesus. Siapa sangka, kepindahannya ke Jayapura membuat Steven mengenal komunitas murid Yesus.
Baca selengkapnyaGood News Jemaat Jayapura – Suwanti
THE POWER OF SOCIAL MEDIA Lahir di Samarinda pada 28 Februari 1995, Suwanti Bassrain, atau lebih akrab disapa Wanti, adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Di masa kecilnya, cukup…
Baca selengkapnyaKabar Baik Jemaat Nias - Safar
Tanggapi Jawaban Doa dengan Kerendahan Hati Tuhan memanggil kita untuk mengenal-Nya lebih dalam lagi dengan berbagai cara yang terkadang tak bisa kita tebak. Demikian pengalaman…
Baca selengkapnya