Kerja Tuhan di Balik Mimpi yang Mustahil

Dalam usaha mencapai impian, kita mungkin menghadapi tantangan yang menunda perjalanan kita—hal-hal yang membuat mimpi kita tampak mustahil diraih. Namun, keterbatasan manusia tidak dapat menghalangi rencana indah Tuhan. 

Hal inilah yang dialami Mega, seorang saudari di Jemaat Medan. Setamat SD, putri bungsu dari lima bersaudara ini terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Untunglah, salah seorang kakaknya, yang sudah menjadi murid Yesus, mau membantunya supaya ia dapat tetap bersekolah.

Menyadari kondisi finansial keluarga yang membuat keempat saudaranya putus sekolah menjadi beban tersendiri bagi Mega kecil. Ditambah, ia sering mendapatkan cemooh dari keluarganya. Ini membuatnya tidak banyak bergaul semasa SMP. Ia hanya berteman dengan anak-anak yang pandai dan sekadar berkomunikasi untuk hal-hal penting saja. Prestasi akademisnya bagus, tetapi karakternya buruk karena ia suka membangkang, keras kepala, dan sulit dinasihati.  

Setelah Mega mengikuti Bible Study, banyak pandangan hidupnya yang berubah, terutama tentang hubungannya dengan sesama. Lulus SMP, Mega pun memberi diri untuk menjadi seorang Kristen yang benar. 

Di bangku SMA, barulah Mega merasakan indahnya masa sekolah. Ia punya banyak teman, dan mereka bisa melihat integritasnya sebagai seorang murid Kristus. Orang-orang tidak hanya mengenalnya sebagai Mega yang berprestasi, tetapi juga Mega yang ramah dan mau bergaul dengan siapa saja. 

Menjelang kelulusan, kekhawatiran akan masa depan mulai mengganggu hati dan pikiran Mega. Beberapa kali ia tidak lulus ujian masuk lewat jalur beasiswa di sejumlah universitas swasta. Jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan kedinasan pun tidak membuahkan hasil.

Alhasil Mega kecewa dengan diri sendiri. Ia merasa tidak berguna, gagal, dan menjadi takut untuk bermimpi. Perkataan yang meremehkan dari pihak keluarga juga makin melemahkan mentalnya. Rasa frustasi lalu membuat Mega mulai mempertanyakan keadilan Tuhan.

Selama periode sulitnya, Mega banyak mendapat masukan dan dukungan dari pembimbing rohani dan sahabat-sahabatnya di Teens Ministry. Tidak mudah baginya menerima setiap nasihat, tetapi ketekunan, kesabaran, serta kasih dari orang-orang terdekatnya membantu Mega untuk belajar menerima keadaan.

Beberapa bulan kemudian, Mega dan kakaknya memutuskan keluar dari rumah keluarga dan tinggal di indekos. Sambil mengambil kursus menjahit, Mega membantu kakaknya mengerjakan jahitan payet. Namun, rintangan lagi-lagi datang: Mega harus berhenti kursus karena keuangan keluarga memburuk dan ayah mereka terkena stroke ringan.

Puji Tuhan, pada hari yang sama ia berhenti kursus, Mega mendapat pekerjaan di sebuah toko ponsel. Selain memiliki jadwal kerja yang kondusif bagi pelayanan ministry-nya, Mega bisa belajar untuk persiapan ujian masuk universitas di sela-sela tugasnya menjaga toko.

Ada waktu-waktu ketika Mega merasa malas dan jenuh dengan hidupnya. Semangatnya kendur, perjuangannya tidak konsisten, dan ia jadi sering bertanya-tanya, “Apa gunanya saya tetap belajar?” Akan tetapi, Yeremia 29:11 menguatkan Mega bahwa Tuhan punya rencana di balik semua hal yang terjadi. Ia juga dikelilingi oleh orang-orang yang selalu memberi dukungan dan pengaruh positif baginya.

Tanggal 9 Juli 2019, Mega dinyatakan lulus masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri Medan lewat Beasiswa Bidikmisi. Sekarang ia tinggal menunggu satu tahap lagi agar dapat menempuh pendidikan lanjutan tanpa dibebani uang kuliah yang besar. 

Mega sangat bersyukur karena pengalamannya setahun terakhir telah membentuk hati dan karakternya sehingga ia menjadi pribadi yang berserah dan percaya pada cara kerja Tuhan. Ia kini lebih mengandalkan Tuhan, bukan kekuatannya sendiri, dalam segala hal. Semakin hari, Mega semakin yakin bahwa apa yang tampaknya Allah mampu mengubah sesuatu yang mustahil bagi manusia menjadi mungkin untuk diraih. Dan, pertolongan Tuhan akan datang pada waktu-Nya. Amin.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. – Yeremia 29:11

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Memuliakan Tuhan Lewat Impian

Video inspirasi: