Tanggal 3 Maret 2019, Ester Waruwu mengambil keputusan untuk dibaptis. Ini menjadi awal hidup baru bagi Ester untuk berjalan bersama Yesus, menuruti perintah-perintah-Nya, menjadi saksi-Nya, dan siap bertumbuh di dalam-Nya.

Ester adalah anak kedua dari empat bersaudara dan saat ini duduk di kelas 3 SMP. Ia terlahir di keluarga yang sangat sederhana tetapi kaya akan sukacita dan kasih Kristus. Ayahnya bekerja sebagai driver ojek online dan ibunya menjahit pakaian pesanan di rumah. Di usianya yang masih sangat belia, Ester bersama kakaknya, Teresa, yang masih kelas 3 SMA, telah turut mengambil bagian dalam upaya mencukupi ekonomi keluarga.

Setiap hari, keduanya membawa kue buatan ibu mereka ke sekolah dan menjajakannya di jam istirahat. Semua itu mereka lakukan dengan penuh semangat dan tanpa rasa malu, demi membantu orang tua mereka yang sudah berjuang keras demi keluarga.

Sepulang sekolah, mereka membereskan rumah dan membantu sang ibu membuat kue untuk dijual esok harinya. Tak lupa, Ester memastikan semua PR-nya terselesaikan dengan baik.

Teman-teman sekolahnya respek dan bangga dengan Ester yang tetap bisa berprestasi walaupun memiliki tanggung jawab yang tidak biasa diemban seorang remaja. Tak heran, Ester sering ditunjuk menjadi ketua kelompok belajar di kelasnya. Kerja keras dan disiplin menjadi paket pendidikan dalam keluarga Ester. Ia beserta kakak dan adiknya memiliki prestasi cemerlang di sekolah masing-masing.

Terlahir di keluarga Kristen, sejak kecil Ester telah bergabung dalam KKK (Kerajaan Kanak-Kanak). Ia melihat bagaimana nilai-nilai kerohanian dan karakter-karakter baik sungguh hidup di tengah keluarganya. Sikapnya yang mudah menerima nasihat membuat Ester tumbuh menjadi anak yang patuh. Kehangatan, canda, dan hubungan baik dalam keluarga Ester membuat semua anggotanya saling mendukung satu sama lain. Ini membuat tak ada hambatan berarti bagi Ester sewaktu belajar Study Character dan Guard the Gospel.

Ester melihat kesetiaan ayah-ibunya mengikut Yesus hari demi hari, bahkan disaat keluarganya dilanda kesulitan keuangan. Ia ingat betul kala persediaan beras di rumah habis dan orang tuanya tak punya uang sepeser pun. Namun, pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Ada saja pelanggan yang datang ke rumah untuk minta dijahitkan pakaian, serta membayar ongkosnya saat itu juga.

Ester juga menyaksikan bagaimana ayahnya menikmati hubungan dengan Tuhan melalui doa dan saat teduh setiap pagi. “Rasanya menyenangkan melihat dan mendengar Papa berdoa,” ungkap Ester, ketika ditanya apa yang membuat ia terinspirasi menjadi murid Yesus. “Tuhan sangat baik. Saya tahu Tuhan ada bagi kami dan mencukupkan kebutuhan kami.” Itu sebabnya ia tak pernah malu atau minder ketika harus berjualan kue di sekolah.

Ester punya banyak teman karena sifatnya yang baik, sopan, jujur, dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk. “Saya ingin mengajak teman-teman ke gereja dan belajar Alkitab,” katanya. Ester gembira karena bisa mengajak teman sekolahnya untuk hadir dalam acara Valentine di komunitas Teens Ministry.

Awesome, Ester! Selamat datang di kerajaan Tuhan. Tetap semangat dan terus bertumbuh di dalam Tuhan!

“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmudan dalam kesucianmu.” – 1 Timotius 4:12