Kasih Tuhan Nyata Setiap Waktu

Sering diabaikan atau jarang melihat teladan kasih dapat membuat seseorang sulit merasakan kasih Tuhan dalam hidupnya. Namun, Tuhan selalu punya cara agar kita tahu bahwa Dia mengasihi anak-anak-Nya. Nadia, mahasiswa akhir semester salah satu perguruan tinggi di Malang, akhirnya dapat melihat hal tersebut.

Berawal dari ajakan seorang teman, Andreas, dari Jemaat Bali, Nadia mengikuti ibadah di GKDI Malang. Terkesan dengan materi khotbah yang menurutnya dalam dan berwawasan. Nadia terdorong untuk mengenal jemaat. Ia mencari informasi dari media sosial dan website untuk meyakinkan diri bahwa komunitas ini melakukan kebenaran. Rupanya sudah lama ia ingin tahu tentang Alkitab.

Kesempatan untuk bertemu dengan beberapa sister terwujud dalam acara Natal di kampusnya, yang kemudian berlanjut ke sejumlah acara ibadah. Dalam pertemuan pribadi pertamanya dengan seorang sister kampus, Nadia menuangkan perasaannya secara terbuka. Walaupun hal itu tidak direncanakan, ia merasakan kelegaan besar karena dapat membagikan beban dan kendala hidup yang dialaminya.

Perjalanan hidup yang tak mudah membentuk Nadia menjadi pribadi yang ceria dan selalu berusaha menjaga perasaan orang lain. Namun, banyaknya kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya sejak kecil membuat ia merasa kurang dikasihi, serta sulit merasakan kasih orang lain. Akibatnya, ia tidak dapat melihat betapa Tuhan mengasihinya. Rasa insecure menjadikan Nadia sering bimbang saat mengambil keputusan, cenderung melihat kekurangan dirinya, dan lari dari masalah. Semakin berat masalahnya, semakin ia akan terlarut dalam pikiran-pikiran yang destruktif. 

Yeremia 29:11-13 memberi Nadia harapan baru tentang rancangan Tuhan atas hidupnya dan bagaimana membangun hubungan yang real dengan-Nya. Ia percaya Tuhan mengasihinya dalam keadaan apa pun. Pengorbanan Yesus di kayu salib meyakinkan dirinya bahwa ia berharga di mata Tuhan. Secara pribadi, kematian Yesus telah menyelamatkannya dari dosa, luka, rasa sakit, kecewa, dan kemarahan. 

Keyakinannya yang besar akan penyertaan Tuhan juga ia dapatkan dari Yesaya 46:4. “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”

Hari Minggu, 27 Juli 2019, Nadia menerima Tuhan dalam hidupnya, dan percaya bahwa ia punya Tuhan serta saudara-saudari yang mengasihinya. Sebagai manusia baru, Nadia kini lebih terbuka dengan orang lain, sementara terus berjuang mengatasi rasa insecurity-nya. Ia memberikan hatinya untuk melayani Tuhan, baik di gereja maupun di PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) kampusnya. Kerendahan hati dan sikap suka belajar membuat Nadia semakin bersinar. Dan, ia percaya Tuhan dapat memakainya untuk membantu dan membagikan imannya kepada orang-orang di sekitarnya. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: