Pada 11 November 2018, tepat setelah perayaan anniversary ke-7 GKDI Malang di Everyday Smart Hotel, jemaat mendapatkan sebuah kado indah. Hari itu, Kezia, 13 tahun, putri tunggal Herry Siswanto dan Laosma Hutagalung, memutuskan menjadi murid Yesus.

Kezia memutuskan ikut Bible Study setelah beberapa bulan belajar karakter di Ministry Teens Malang. Ministry ini dimulai pada Februari 2018, dipimpin Elfrida dan dibantu sejumlah mentor kampus. Kegiatan-kegiatannya aktif diikuti empat anak, baik dari keluarga murid maupun bukan.

Bulan Agustus, Kezia tertarik mengenal Tuhan lebih dalam. Hal ini dipengaruhi keputusan papanya untuk menjadi murid, serta mamanya, yang sedang memulihkan hubungan dengan keluarga Tuhan. Kezia melihat perubahan positif dalam hidup orang tuanya—dari hubungan pernikahan mereka, hubungan dengan Tuhan, hingga cara parenting mereka. Keinginan Kezia pun mendapat dukungan penuh dari orang tuanya, sehingga tidak sulit baginya mencintai firman Tuhan.

Dahulu Kezia adalah anak yang insecure dan sulit bersosialisasi. Ia seperti tak butuh orang lain, tak mau repot-repot bertegur sapa. Hidup hanya untuk dijalani sekadarnya tanpa ada hal menarik. Namun, di dalam firman Tuhan, Kezia menemukan kedamaian dan harapan untuk masa depannya. Pada Bible Study pertamanya, Kezia menekuni Yeremia 29:11: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Meski menghadapi banyak tantangan, Kezia tetap berjuang dengan penuh kerendahan hati. Selain rajin berdoa dan bersaat teduh, ia juga belajar bicara di depan umum, tersenyum, dan ber-fellowship. Perubahan ini tentu tidak mudah bagi remaja seusianya. Namun, semua usaha itu membuat Kezia lebih percaya diri dan mencapai kemajuan dalam kehidupan sosialnya.

Orang tua Kezia, yang menjadi saksi perubahan hidupnya, semakin bersyukur menjadi murid Yesus. Keluarga mereka terasa lengkap dengan Kezia yang lebih periang, dan family time kini menjadi saat-saat favorit mereka.

Tuhan akan memenuhi kebutuhan setiap keluarga yang mau mencintai-Nya dengan tulus. Perubahan setiap anggota keluarga pasti berdampak pada anggota yang lain. Keluarga Herry-Laosma-Kezia menjadi keluarga yang bersahaja dan sangat mudah memberi kepada Tuhan. Dan, Kezia merupakan teladan bagi para teens lain agar bersedia diperbarui oleh firman Tuhan sejak remaja.