Written by 7:32 am Campus, Campus' Good News & Event

Good News Jemaat Malang – Hendy

Tuhan punya banyak cara mempertemukan jiwa-jiwa baru dalam kerajaan-Nya. Seiring berlalunya waktu, segala jenis media bisa menjadi pengabar Injil, tak terkecuali media sosial. Inilah yang dilakukan Zeal Malang (Ministry Campus Malang), yang tekun membagikan firman Tuhan baik melalui sejumlah kegiatan maupun aplikasi medsos.

Usaha itu disambut positif orang-orang yang mencari Tuhan dan gereja. Hendy, mahasiswa Universitas Widyagama (UWG) Malang, yang menjadi Murid pada 5 Agustus 2018 lalu, adalah salah satunya. Hendy adalah pimpinan, sekaligus salah satu pelopor berdirinya persekutuan mahasiswa Kristen atau Katolik di kampus UWG.

Berawal dari rasa bingung dan lelah dengan aktivitas pelayanan, Hendy dan para pengurus lain berusaha mencari solusi mengatasi tantangan-tantangan persekutuan kampus. Mereka butuh komunitas yang dapat membantu membawa persekutuan tersebut kepada Tuhan.

Usaha itu berbuah ketika seorang teman memperkenalkan Hendy kepada Zeal melalui Instagram. Pertemuan pertama dengan seorang brother (Mampe) membuat Hendy takjub dengan cara Tuhan membentuk persekutuan. Setelah mengunjungi beberapa acara Zeal, Hendy pun memutuskan belajar Alkitab.

Selama pelajaran, Hendy melihat bahwa hidupnya masih jauh dari kehendak Tuhan. Namun, rasa ingin tahu, kelembutan hati, serta ketaatannya pada Allah menuntun Hendy kepada pertobatan dan pengorbanan yang benar. Meski ia sempat ragu, firman Tuhan terus membakar semangatnya, terutama saat retreat kampus Nusantara 2018 di Batu, Malang. Hendy sadar bahwa dalam mengikut Tuhan tidak boleh banyak alasan. Hal ini akan berujung pada ketidakpatuhan, yang secara tak langsung berarti mempermainkan Tuhan.

Tantangan demi tantangan Hendy lalui, berbekal iman bahwa Tuhan memampukannya untuk menghancurkan belenggu dosa. Walaupun menjadi satu-satunya Murid di kampus, Hendy tidak ragu menginjili teman-temannya, serta membawa Zeal Malang ke dalam persekutuan kampus UWG. Firman Tuhan memberinya sukacita pelayanan sejati.

Kehidupan sulit tidak membuat Hendy minder, tetapi justru semakin kuat. Ia menggunakan talenta memasaknya untuk membantu perekonomian keluarga, yaitu dengan menjual titip masakannya ke sejumlah kantin dan rumah makan. Setiap Hendy berpikir untuk menyerah, kasih persaudaraan dalam Zeal selalu menopang.

Ibunya pun melihat perubahan Hendy dan mendukung kehidupannya sebagai Murid. Kini Hendy punya impian agar keluarga dan teman-temannya juga dapat menjadi pengikut Kristus.

(Visited 26 times, 1 visits today)

Last modified: Aug 21

Close