Tahu Banyak Tak Berarti Kenal Baik

Secara umum, ada dua alasan mengapa seseorang mempelajari Alkitab. Pertama, karena dia ingin mengenal Tuhan dan mengetahui apa kehendak Tuhan dalam hidupnya. Alasan kedua, ingin menggunakan Alkitab sebagai senjata dalam perdebatan agar dirinya terlihat pandai.

Aldi, seorang mahasiswa teknik informatika Universitas Brawijaya, sempat belajar Alkitab dengan alasan yang kedua. Ia mengikuti organisasi kemahasiswaan Kristen untuk memperkaya pengetahuan rohaninya, supaya bisa menunjukkan bahwa ia tahu banyak isi Alkitab. Apalagi, pemuda kelahiran asal Kupang, Nusa Tenggara Timur ini memang aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan kepanitiaan, sehingga memiliki bekal ketegasan dan keberanian untuk berdebat.

Beberapa waktu kemudian, Aldi bertemu dengan seorang saudara bernama Mampe di organisasi tersebut. Melihat hati Aldi yang mau belajar, Mampe terdorong untuk menginjili adik binanya itu. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Mampe pun membawa pergumulannya dalam doa agar Aldi bisa belajar Alkitab dengan motivasi yang benar. Sayang, ia terpaksa menguburkan harapannya selama beberapa tahun.

Manusia bisa berhenti berusaha, tetapi Tuhan akan menjawab doa yang dipanjatkan sungguh-sungguh di waktu yang tepat, saat umat-Nya siap (Mazmur 65:2). Melalui teman Aldi, seorang saudari yang tergabung dalam Campus Ministry Jakarta, Mampe kembali bertemu dengan Aldi—yang masih ingin mempelajari Alkitab sebagai bekal berdebat. Tak ingin melewatkan kesempatan dari Tuhan, Mampe dan seorang saudara dari Malang pun kembali membangun persahabatan dengan Aldi.

Pada akhirnya, firman Tuhanlah yang berhasil membukakan mata Aldi.

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. – Ibrani 4:12

Ayat ini meruntuhkan pertahanan Aldi sedemikian rupa, hingga ia berani mengintrospeksi diri dan memeriksa kembali tujuannya belajar Alkitab. Aldi kini paham bahwa belajar firman Tuhan bukanlah tentang siapa yang punya pengetahuan Alkitab paling banyak, atau siapa yang paling sering melakukan pelayanan. Belajar firman Tuhan berarti belajar tentang iman, kasih, dan pengharapan yang mampu mengubah karakter yang salah. 

Dengan kesadaran tersebut, Aldi mengambil keputusan untuk bertobat dan belajar firman Tuhan secara personal. Pada 5 Agustus 2019, ia memutuskan menjadi murid Yesus dan bersedia dibimbing. 

Hari ini, Aldi menjadi orang yang tidak memegahkan diri. Setiap hari ia mau diperbaharui oleh firman Allah, dan ia memandang teguran sebagai hal berharga yang akan menghasilkan karakter yang lebih baik. Impian Aldi adalah agar ia dapat semakin mencintai firman Tuhan dan bertumbuh di dalam-Nya. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Memberi Kesempatan Kedua Kepada Sesama

Video inspirasi: