Memperjuangkan Keyakinan dengan Doa dan Keberanian

Terkadang, tidak mudah bagi seseorang untuk menyatakan iman yang ia yakini, terlebih kepada orang-orang terdekatnya. Namun, hal ini bukan mustahil untuk dilakukan, seperti yang dijalani oleh Yuda, pemuda kelahiran tahun 1999 yang lahir dari orang tua yang berbeda keyakinan.

Dibesarkan oleh kakek dan neneknya, Yuda terbiasa tinggal jauh dari orang tuanya. Mahasiswa teknik informatika salah satu sekolah tinggi Magelang ini adalah pribadi yang rajin. Bahkan, di tengah kesibukan kuliahnya, Yuda memberi bimbingan belajar privat untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Karena sejak kecil tinggal bersama keluarga ibunya yang beragama Kristen, Yuda sudah terbiasa pergi ke gereja dan berdoa. Namun, ia belum pernah dibimbing untuk menjalankan hidup sesuai firman Tuhan. 

Tahun 2018, tatkala mengunjungi ayahnya di Lombok, Yuda diminta berganti keyakinan seperti yang dianut sang ayah. Kejadian ini membuatnya bingung, karena ia sebenarnya masih ingin lebih mengenal Yesus supaya dapat memahami apa tujuan hidupnya.

Pada pertengahan 2019, Yuda mengenal GKDI melalui salah seorang sahabatnya yang menjadi tamu ibadah. Meskipun hadir di GKDI Magelang sebagai sosok yang pemalu dan pendiam, ia selalu datang beribadah setiap Minggu. Dengan bantuan saudari Febri dan saudara Kelvin, Yuda kemudian diajak mengenal kehidupan murid Yesus. 

Selama masa belajar Alkitab itulah, akhirnya Yuda bisa benar-benar mengenal pribadi Yesus dan memiliki keyakinan yang benar. Banyak hal yang bertumbuh dalam dirinya. Karakternya yang dulu pendiam dan pemalu diubahkan oleh firman menjadi pribadi yang mudah bergaul dan lebih berani. 

Tantangan terbesar Yuda adalah bagaimana berjuang dan mempertahankan hidup benar, serta tidak berhenti bertumbuh. Ia juga harus menyampaikan keinginannya untuk dibaptis kepada ayahnya. Namun, dengan tekun, Yuda terus mendoakan kesiapan hatinya serta meminta keberanian untuk memberitahukan hal tersebut kepada ayahnya. Awalnya, Yuda merasa takut dan khawatir, tetapi para brothers dalam jemaat senantiasa memberikan dukungan kepadanya.

Akhirnya, tanggal 15 September 2019, Yuda dibaptis dengan restu dari ayahnya. Ia sangat bersyukur karena Tuhan telah melembutkan hati ayahnya dan membuat semua ini boleh terjadi. 

Saat ini, Yuda menjadi seorang murid yang sangat bersemangat. Selain aktif terlibat dalam Bible Study dan menceritakan kebaikan Tuhan yang ia alami, ia juga terjun dalam pelayanan sebagai gitaris dalam ibadah Minggu. Kini ia paham bahwa hidupnya bisa dipakai oleh Tuhan, tidak hanya untuk melayani ibadah, tetapi juga sebagai saksi bagaimana Tuhan dapat banyak bekerja dalam hidup seseorang. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Saat Kenyataan Tak Sejalan dengan Doa
How to Train Your Mind: Melatih Pikiran agar Selalu Positif

Video inspirasi: