Good News Jemaat Magelang – Elone

Memilih Apa yang Benar karena Tekad Murni

Tidak mudah menjadi murid Yesus karena keputusan sendiri, dan bukan karena latar belakang lingkungan atau keyakinan keluarga. Namun, serangkaian peristiwa hidup  akhirnya membawa Elone, putra sulung dari pasangan penginjil di Kalimantan Barat, kepada keputusan yang luar biasa ini. 

Hidup keras di tanah asal menempa Elone menjadi pribadi yang mandiri sedari kecil. Sejak SD, ia harus berjuang membantu orang tua bekerja. Jarak dari rumah ke SMP-nya kurang lebih 22 kilometer, dan setiap hari Elone harus berangkat pukul empat dinihari—diawali berjalan kaki atau naik sepeda sejauh 8 kilometer hingga mencapai jalan raya, lalu lanjut menumpang angkutan umum.

Tantangan lebih besar dialami Elone di masa SMA, yaitu lingkungan pergaulan yang tidak sehat. Ia mulai merokok dan jarang pulang ke rumah. Setamat SMA, Elone sempat kuliah selama setengah tahun, tetapi terpaksa berhenti karena keluarga tidak mampu membiayai.

Setelah berhenti kuliah, Elone bekerja di penambangan emas selama empat bulan, sembari menanti pengumuman beasiswa pemda setempat. Beasiswa ini diberikan kepada warga lokal dengan harapan agar mereka kelak dapat membangun desanya. Tahun 2016, Elone diterima dengan beasiswa penuh untuk kuliah jurusan politeknik dan peternakan di Magelang. Ia sempat menghadapi kendala biaya keberangkatan, tapi Tuhan punya cara sendiri untuk membantunya. Tabungan yang ia kumpulkan melalui pekerjaannya sebagai penambang akhirnya mencukupi biaya perjalanannya ke Magelang. 

Selama kuliah, Elone menjadi pribadi yang aktif dan semangat mengikuti beragam aktivitas. Beberapa kali ia menjadi ketua panitia kegiatan kemahasiswaan, bahkan ditunjuk menjadi ketua Fakultas Mahasiswa Kristen (FMK). Namun, hidup Elone masih jauh dari Tuhan. Ia sering melupakan Tuhan dan terlarut dalam pergaulan, kegiatan, rutinitas, dan popularitas kampus. 

Awal tahun 2019, Elone bertemu dengan Jemaat GKDI Magelang melalui Tato, seorang brother asal Yogyakarta, yang merupakan kerabatnya. Di sana, Elone diperkenalkan dengan Febri, seorang brother single. Dalam persahabatan mereka, Febri mengajak Elone untuk melihat apa yang Tuhan inginkan dalam hidupnya, dan apa yang harus ia lakukan untuk menjalankan kehendak Tuhan. 

Setelah Bible Study selama kurang lebih tiga bulan, Elone kembali lagi ke kehidupannya yang lama, karena merasa cukup melihat firman Tuhan sebagai pengetahuan saja. Ia menjauh dan menghindari komunitas, serta kembali menjalani berbagai kegiatan yang tidak membangun hidupnya.

Tahun 2020, Elone diliputi perasaan jenuh, bosan, dan bingung. Dalam kesepian dan kekosongan itu, ia mulai mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan. Awal bulan Maret, Elone membuka diri untuk ikut ibadah GKDI Magelang. Setelah itu, ia memutuskan untuk memulai kembali Bible Study secara daring melalui Zoom. 

Selama belajar, Elone mengalami pertumbuhan dalam iman, cara pikir, dan hati. Firman Tuhan mengupas berbagai sisi hidupnya dengan dalam, sampai tidak ada lagi yang tersembunyi. Banyak hal yang dipulihkan, antar lain hubungan Elone dengan keluarganya. Kebiasaan merokok, mengikuti hawa nafsu, dan pergaulan yang merusak satu persatu mulai ia tinggalkan.

Tanggal 14 April 2020 Elone dengan mantap memutuskan untuk menjadi murid Yesus, murni karena tekadnya sendiri dan bukan karena latar belakang keluarganya. Tuhan mengizinkan Elone memilih apa yang benar dan mencari tahu apa kehendak-Nya. Keputusan ini bukanlah akhir perjalanannya sebagai murid Yesus, melainkan awal dalam mengikuti jalan kebenaran yang akan menumbuhkan hidupnya.

Kini Elone amat bersyukur karena memiliki sahabat, keluarga, dan orang-orang yang selalu menuntun dan menolongnya agar senantiasa hidup dalam kebenaran. Hari ini, ia sudah membawa dua temannya untuk belajar firman Tuhan. Salah satu dari mereka, Heni, akhirnya turut mengambil keputusan menjadi murid Yesus. Kami bersyukur melihat Elone terus menjadi terang di lingkungan kampusnya. Semoga melalui dirinya, nama Tuhan selalu dimuliakan. Tuhan Yesus memberkati!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: