Kembali ke Blog

Ministries

Good News Jemaat Jayapura - Sudirman

Oleh admin gkdi · 9 Maret 2017 · 2 menit baca
Good News Jemaat Jayapura - Sudirman

Sida-sida dari Bhayangkara

Setiap kali melihat dan menyaksikan om Sudirman (65thn), belajar Alkitab dengan tekun & melakukan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh membuat kami sangat memuji TUHAN. Berlatar-belakang dari non Kristen, sejak kecil jadi yatim piatu, bekerja keras hampir sepanjang hidupnya, membentuk karakter om Sudirman menjadi seorang yang keras dan tegar.

Om Sudirman merantau ke Papua tahun 70an, itulah yang membawanya mengenal kekristenan. Beliau sangat rindu untuk mengenal siapa Yesus Kristus sesungguhnya dan apa yang Tuhan mau atas hidupnya. Kerinduannya itu dituangkan dalam bentuk pelayanan-pelayanan yang dikerjakan, salah satunya adalah menjadi anggota majelis disebuah gereja selama 5 periode!

Tapi dia merasa masih belum cukup. Dia berpikir, "apakah hanya ini yang Tuhan kehendaki dari hidup saya" Dalam perjalanan rumah tangganya, om Sudirman juga mengalami pergumulan, hubungannya dengan istrinya tidak begitu baik. Dia merasa istrinya tidak mendukungnya secara rohani. Anak perempuan keduanya juga mengalami masalah dalam pernikahannya, dan di atas semua itu dia merasa tidak mendapat support dari gereja dimana dia melayani selama ini.

Mulai saat itu om Sudirman "berpindah-pindah" gereja, berusaha untuk menemukan gereja yang benar-benar mengajarkan kebenaran firman dan orang-orang yang hidup di dalamnya juga melakukan firman Tuhan. Sampai akhirnya om Sudirman bertemu dengan seorang brother di sebuah bengkel motor.

Om Sudirman di undang ke sebuah PDA. Setelah datang, ia memutuskan untuk belajar Alkitab, dan pada akhirnya ia mengambil keputusan untuk dibaptis.

Om Sudirman bisa merasakan kasih TUHAN dan kasih dari saudara-saudari. Beliau meresponnya dengan penuh sukacita; tiap pertemuan beliau datang paling awal, memberi hug kepada semua saudara-saudari dan menunjukkan betapa bersyukurnya beliau bisa menjadi bagian dalam Kerajaan TUHAN. Saat ini impian terbesarnya adalah memenangkan seluruh keluarganya. Istrinya dan ketiga anaknya. Hubungannya dengan istri sudah jauh lebih baik dan anak keduanya sudah mulai membuka hati untuk di bantu secara rohani oleh saudari.

Ketekunan dan pencarian yang sungguh-sungguh atas kebenaran firman Tuhan yang dimiliki oleh hati om Sudirman mengingatkan kita kepada hati sida-sida dari Etiopia. Dari dirinyalah akhirnya Injil tersebar lebih luas di berbagai tempat.