Saling Mengampuni dan Jalani Firman untuk Pulihkan Pernikahan

Latar belakang keluarga yang retak sedikit-banyak dapat memberi andil dalam cara seseorang memandang hubungan pernikahan. Ketiadaan tokoh panutan dalam hidup rumah tangga juga membuat pasangan suami-istri lebih rentan terhadap risiko bercerai. Namun, Tuhan tidak tinggal diam ketika anak-anak-Nya mau berserah dan meminta pertolongan. Handoyo dan Lina, pasangan yang menikah pada Juni 2007 dan dikaruniai tiga anak, mengalami sendiri bagaimana Allah turun tangan merekatkan kembali hubungan mereka.

Menikah pada usia sangat muda, yaitu setelah tamat SMA, membuat hidup pernikahan mereka penuh pergumulan. Kurangnya pengalaman dan faktor usia membuat keduanya jatuh-bangun dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan belajar menjadi orang tua bagi anak-anak mereka.

Latar belakang Handoyo dan Lina juga mirip. Kedua orang tua mereka adalah pengusaha yang datang ke Jayapura untuk merintis bisnis. Keluarga besar Lina menjalankan berbagai jenis usaha retail. Sedangkan keluarga Handoyo awalnya merintis bisnis peternakan ayam, yang kemudian berkembang ke pabrik roti dan usaha kuliner. Ini membuat keduanya memiliki teman-teman yang merupakan sesama anak pelaku bisnis. Orang tua Handoyo dan Lina, yang saling mengenal dengan baik, sayangnya sama-sama mengalami pernikahan yang kandas. Ayah-ibu Lina bercerai, dan ayah Lina menikah lagi. Orang tua Handoyo juga berpisah, dan sang ayah kini telah meninggal dunia. 

Handoyo dan Lina sempat bergabung dalam garage community, di mana tiap akhir pekan, keduanya berkumpul bersama teman-teman mereka untuk minum-minum dan main kartu. Tak jarang, terjadi keributan jika salah satu dari mereka sudah mabuk. Kehidupan rohani Handoyo dan Lina juga tak lebih baik daripada kehidupan sosial mereka. Keduanya mengenal kekristenan lewat sekolah, tetapi mereka tidak mengenal siapa Yesus sebenarnya. Mereka hanya pergi ibadah pada hari-hari raya gerejawi, atau kalau sedang ingin saja.

Perubahan yang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka berawal saat Handoyo terlibat hubungan terlarang dengan salah seorang pegawai tempat usaha biliarnya. Hubungan itu diketahui oleh Lina dan mengakibatkan konflik besar dalam pernikahan mereka. Saat itu, Handoyo sudah meninggalkan Lina, sementara Lina sedang memikirkan untuk bercerai darinya. 

Titik balik kehidupan mereka dimulai ketika Lina menghubungi Silvi (seorang pelayan di Jemaat Jayapura), yang dikenalnya karena anak mereka belajar di sekolah yang sama. Ia ceritakan semua beban dan persoalan yang sedang dihadapinya, lalu meminta masukan dari Silvi. Ketika ditawari untuk membuka Alkitab dan melihat apa yang Tuhan inginkan dari hidupnya, Lina segera menyambutnya. Bahkan, ia meminta tolong agar suaminya juga bisa dibantu mengenal Tuhan.

Kuasa Tuhan bekerja luar biasa. Sebagai awal, Handoyo mau pulang ke rumah. Mereka berdua lalu belajar Alkitab dan memberi diri untuk dituntun dalam kebenaran firman Tuhan. Hampir satu setengah tahun keduanya bertekun menyesuaikan hidup mereka sesuai dengan kehendak Tuhan, saling mengampuni, saling percaya, dan saling membangun. 

Pada akhir 2019, Handoyo dan Lina akhirnya mengambil keputusan untuk mengikut Yesus. Saat ini, keduanya sangat bersyukur atas apa yang Tuhan telah kerjakan dalam hidup mereka. Memang, masih ada pergumulan yang harus dihadapi, tetapi keduanya kini paham, bahwa dengan menjalaninya bersama Tuhan, mereka akan mampu melewatinya. To God be the glory!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: