Terinspirasi Teladan Keluarga untuk Mencintai Firman Tuhan dan Mengampuni

Mengenal Kristus di usia lanjut bukanlah perkara mudah, lebih-lebih memaafkan orang yang bersalah. Namun, Aciu, ibu berusia 62 tahun asal Pangkalpinang ini bersedia melakukan semuanya. Lahir dan dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengenal Yesus, beliau mengenal Tuhan lewat teladan keluarga anaknya, serta suaminya yang dibaptis pada akhir 2019. 

Setelah menjadi murid Yesus tujuh tahun lalu, anak dan menantu Aciu berupaya menginjili serta mengenalkan orang tua mereka kepada Jemaat Bangka (Pangkalpinang). Perjuangan yang tidak singkat ini akhirnya berbuah manis: ayah dan ibu mereka kini menjadi murid Yesus. Tanggal 5 Januari 2020, Aciu mengambil keputusan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Mulanya Aciu tertarik dengan kekristenan karena melihat perubahan dalam hidup keluarga anaknya setelah mengikut Yesus. Setelah suaminya menjadi Kristen, barulah beliau ingin belajar Alkitab. Demi mengikut Yesus, sang suami mengambil langkah besar dalam pertobatannya. Selain meninggalkan tradisi penyembahan, beliau juga meminta maaf kepada tetangganya, padahal dulu selalu bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah. Semua ini mendorong Aciu untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi.

Puji Tuhan, selama belajar Alkitab, pemahaman Aciu dibukakan sehingga ia bisa melihat bagaimana Yesus adalah Tuhan yang penuh kasih dan pengampunan. Hal ini mengubah pandangan beliau tentang mengampuni orang lain. 

Tantangan berikut yang harus dihadapinya adalah tentang kemandirian dan kekhawatiran. Karena terbiasa mengandalkan diri sendiri sejak muda, Aciu tidak tahu harus berharap kepada siapa, terutama ketika mengalami kegagalan. Ini membuatnya mudah khawatir akan hari depan. Kini beliau lebih mengandalkan Tuhan lewat doa, sehingga memiliki damai di hati dan rasa aman di dalam Tuhan.

Seiring waktu Aciu semakin mencintai firman Tuhan dan menikmati pembacaan Alkitab bersama suami di rumah. Beliau tidak hanya sebatas mendengarkan, tetapi juga memastikan sumbernya—dari kitab apa, pasal dan ayat berapa. Jika ada hal yang tidak dimengerti, beliau takkan segan bertanya kepada saudara/saudari seiman.

Baptisan Aciu kemudian menginspirasi salah seorang anaknya, yang sempat mengungkapkan keinginan untuk memiliki keyakinan yang sama dengan keluarga besarnya. Bertolak dari pernyataannya, sekarang ia sedang dibantu mengenal Tuhan oleh seorang murid Yesus, yang juga menantu Aciu.

Jemaat Bangka (Pangkalpinang) turut bersukacita atas pembaptisan Aciu yang dapat memberi dampak bagi penginjilan para anggota jemaat lain. Kepada mereka ditambahkan lagi iman bahwa orang tua mereka suatu saat juga dapat menjadi murid Kristus. Semoga kita dapat mendengar banyak kabar baik tentang baptisan baru. Amin!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Menjadi Istri yang Tenang di Masa Sulit

Video inspirasi: