Good News Jemaat Jakarta – Fabian Lumentut

Mengalah untuk Menang

Mengikut Tuhan dapat diibaratkan seperti seseorang yang diminta untuk mengalah dalam satu pertandingan penting yang telah lama dipersiapkannya, membuang kesempatannya memenangkan hadiah utama, dan percaya bahwa ia akan mendapatkan sesuatu yang lebih berharga.

Konsep mengikut Tuhan adalah suatu hal yang sulit kita mengerti jika kita hanya memakai pikiran kita sendiri untuk memahaminya. Hal ini akan lebih sulit lagi dipahami oleh seseorang memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan, atau lingkungan yang mengharuskan dirinya untuk memakai kekuatan pikiran sendiri untuk berhasil. Namun, kuasa Salib cukup untuk mengubahkan pandangan dan pemikiran orang yang terkeras sekalipun.

Kisah seseorang bapak yang bernama Fabian Lumentut menginspirasi kami ministry pria Ilahi. Ia dibaptis dan menjadi murid Yesus pada tanggal 16 Juli lalu. Fabian yang telah berusia 78 tahun dibaptis oleh anaknya sendiri, brother Christian Lumentut di Jakarta.

Jika kita mengetik nama Fabian Lumentut di internet kita akan menemukan bahwa Fabian adalah seorang master catur Indonesia yang telah memenangkan banyak pertandingan lokal maupun internasional. Karena prestasinya, pada zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin beliau sering diminta untuk memberikan ceramah-ceramah kepada mahasiswa di universitas-universitas Indonesia. Beliau pernah bekerja sebagai Humas di kantor DKI dan setelah banyak modal ia menjadi seorang pengusaha.

Fabian meninggalkan keluarganya saat berusia 45 tahun dan baru kembali ketika ia berumur 65 tahun. Ia meninggalkan banyak kepahitan di keluarga. Christian anaknya, menyadari bahwa ayahnya perlu bertobat dari dosa. Ia secara tekun mendoakan ayahnya dari semenjak jemaat Jakarta masih beribadah di gedung Bapindo. Tahun ini Tuhan menjawab doa Christian. Karena kesehatan dan masa tua, Fabian ingin mencari Tuhan. Christian langsung mengenalkan ayahnya kepada ministry pria Ilahi.

Hingga sebelum Lebaran tahun ini Fabian belajar Alkitab bersama pria Ilahi setiap hari Minggu. Saat belajar Alkitab Fabian terkesan selalu mau mendominasi pembicaraan. Hal ini dikarenakan cara berpikir main catur yang menjadi kebiasaan. Dia selalu mencoba untuk mencari kesalahan dan berusaha mengoreksi kami para pengajarnya, bahkan balik mengajar dengan banyak prinsip filosofi hidupnya. Hal ini sempat membuat down kami yang mengajar, namun kami memutuskan sabar dan terus mengasihi.

Sewaktu study dengannya kami pernah bertanya apakah dia pernah sengaja untuk mengalah dalam permainan catur. Dia menjawab “Mengalah itu biasa. Itu strategy yang akan membuat lawan ceroboh. Saya mengalah untuk menang!”.

Ketika ditanyakan apa dosa terbesarnya, Fabian menjawab dosa kesombongan. Semenjak saat itu kami sepakat untuk menegurnya ketika dia mulai mendominasi pembicaraan. Tidak mudah untuk mengubahkan mind set nya, seorang master catur yang selalu berpikir beberapa langkah kedepan dan bertujuan untuk mengalahkan lawan. Namun Fabian sadar bahwa dia perlu berubah. Ia mulai sadar bahwa kesombongannya lah yang menjadi salah satu dinding penghalang antara dirinya dengan Tuhan. Dia memutuskan untuk mengalahkan egonya.

Titik balik perubahan…

Kisah 26:20 …Bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu.

Ayat diatas menusuk Fabian. Dia sadar bahwa dia harus berbalik dari pikiran dan kelakuannya yang sombong. Ayat itu juga menyadarkan dirinya untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarga dan meminta maaf atas dosa-dosa yang ia lakukan kepada mereka. Dia mengerti bahwa bertobat berarti mengalah dari nafsu-nafsu pribadi dan duniawi.

Pelajaran pertobatan membuat Fabian langsung mengambil sikap untuk melakukan tantangan-tantangan pertobatannya. Rekonsiliasi dengan anak-anak (istrinya sudah meninggal dunia) dan iparnya, dilakukannya hanya dalam 2 minggu. Saat dia meminta maaf dengan Franky (salah satu anaknya), Fabian menangis. Ada kelegaan di hatinya, suatu perasaan yang sudah sangat lama dia tidak rasakan.

Hal yang sama terjadi ketika Fabian count the cost, dia menyatakan permohonan maafnya kepada Christian anaknya. Brother Christian juga mengungkapkan perasaannya. Ia berdiri menghampiri ayahnya dan memeluknya, keduanya menangis terharu… Dibandingkan dengan segala kemenangannya dalam kompetisi catur, momen ini adalah momen terbaik yang dia tidak akan pernah lupakan.

[Fabian Lumentut] Mengalah untuk Menang
Brother Fabian sesaat sesudah dibaptis
Seorang yang penuh dengan kesombongan, selalu mengandalkan kekuatan pikiran, hilang dan telah ditemukan. Pada tanggal 16 kami membaptis Fabian setelah ibadah kedua. Setelah membaptis kami duduk dan mendengar sharing darinya. Dia mengucap syukur karena dapat mengenal Tuhan, bertobat, dan mendapat kelegaan. Walaupun usianya yang sudah lanjut, brother Fabian mengatakan bahwa dirinya rindu untuk membawa teman-temannya menjadi murid Yesus.

Ibarat mengorbankan bidak catur untuk menyelamatkan Raja, brother Fabian rela membuang pengetahuan dan egonya untuk menyelamatkan sesuatu yang lebih berharga yaitu keselamatan hidupnya.

Seseorang yang sombong, selalu logis, dan bangga akan prestasi yang dimilikinya mau untuk mengenal Tuhan serta mengerjakan pertobatannya. Ketika ia meminta maaf dia merendahkan dirinya. Ibarat mengorbankan (membuang) bidak catur untuk menyelamatkan raja, brother Fabian rela membuang pengetahuan dan egonya untuk menyelamatkan sesuatu yang lebih berharga yaitu keselamatan hidupnya.

Kisah Fabian menginspirasi kami, khususnya ministry pria Ilahi, akan kuasa Tuhan. Kami berharap kisah dirinya dapat menjadi inspirasi anda yang sedang mencoba untuk memenangkan orang tua anda atau sedang bergumul dalam kesombongan.