Pandemi coronavirus mengubah banyak hal, mulai dari gaya hidup, cara kerja, hingga situasi ekonomi global. Sebuah artikel di Washington Post tanggal 26 Maret 2020 menyebutkan bahwa 3,3 juta orang Amerika kini menjadi pengangguran. Ini disebabkan banyaknya tempat usaha yang ditutup sebagai upaya mencegah penyebaran wabah. Para ahli ekonomi bahkan khawatir jumlahnya akan mencapai 40 juta orang pada bulan April. 

Kecenderungan serupa juga terjadi di negara kita, Indonesia. Mungkin Anda salah satu orang yang terkena dampak ekonomi akibat pandemi virus coronavirus. Barangkali penghasilan / omzet usaha Anda menurun, gaji Anda dikurangi, atau Anda harus kehilangan pekerjaan.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kesulitan ekonomi akibat pandemi? Ikuti beberapa tips berikut:

1. Tetap Berdoa dan Baca Firman

Kondisi ekonomi Anda mungkin melemah, tapi jangan sampai iman Anda juga ikut melemah. Ada banyak celah bagi Anda untuk patah semangat dalam masa-masa sulit  ini. Namun, hubungan Anda dengan Tuhan adalah hal yang tidak boleh Anda kompromikan. Jagalah selalu kedekatan hubungan Anda dan Tuhan dengan membaca firman dan berdoa. 

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. – Filipi 4:6-7

Tuhan berkata kita tidak perlu khawatir, dan bahwa kita bisa menyampaikan keinginan kita kepada-Nya disertai ucapan syukur. Utarakanlah isi hati Anda kepada Tuhan, entah itu tentang kebutuhan, ketakutan, harapan, atau situasi finansial Anda yang kurang baik. Apa pun itu, doakanlah secara spesifik, dan teruslah berdoa dengan iman. Jika Anda telah hidup benar dan berdoa untuk hal yang baik, niscaya Tuhan akan mendengar doa-doa Anda. 

2. Perketat Bujet dan Susun Prioritas

Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. – Yesaya 55:2

Salah satu langkah nyata untuk mengatasi krisis ekonomi pribadi adalah mengetatkan anggaran hidup Anda. Jika selama ini Anda sering merogoh kocek untuk sesuatu yang tidak terlalu penting—secangkir kopi, beli barang demi cashback besar, atau karena lapar mata—inilah saatnya Anda lebih bijak mengelola keuangan. 

Gunakan uang untuk membeli kebutuhan utama Anda, bukan keinginan. Tahan dorongan berbelanja demi kesenangan semata. Pikirkan kembali hal-hal paling dasar yang Anda butuhkan, misalnya bayar tagihan, biaya kuliah, cicilan berjalan, sembako, dan semacamnya, lalu susun bujet berdasarkan urutan prioritas tersebut.

3. Minta Bantuan

Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.” 

Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.” -1 Raja-raja 17:8-10

Saat terjadi bencana kekeringan, nabi Elia meminta minum kepada salah seorang janda miskin di Sarfat (1 Raja-raja 17:7-16). Uniknya, ini merupakan perintah Tuhan sendiri. Andaikan kita adalah Elia, barangkali kita akan merasa gengsi. Hamba Tuhan minta air dan makanan kepada seorang janda miskin? Namun, ketimbang memusingkan ego dan pride, Elia melakukan apa yang menjadi bagiannya. 

Saat kondisi keuangan memburuk, mungkin Anda berpikir, “Malu, ah, minta tolong sama orang.” No, tidak perlu gengsi. Jika Anda butuh bantuan, mintalah bantuan. Ceritakan saja kondisi Anda kepada saudara atau teman yang Anda percaya. Mungkin mereka dapat membantu dengan meminjamkan uang atau kebutuhan sehari-hari. Bahkan, siapa tahu, mereka bisa memberi referensi pekerjaan atau peluang bisnis sebagai sumber penghasilan alternatif Anda. 

Selain itu, merujuk pada poin 2, mintalah juga nasihat pembimbing atau teman yang lebih ahli dalam masalah finansial tentang cara mengatur bujet pribadi. Jangan hanya berdiam diri, tetapi lakukan langkah-langkah proaktif agar Anda terhindar dari bencana keuangan yang semakin parah. 

Masih ada tiga hal lain yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi situasi ekonomi yang sulit. Yuk, lanjutkan ke halaman ini!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: