Ekonomi Pribadi Anda Terimbas Pandemi? Terapkan 6 Tips Ini! (Bagian 2)

Pandemi coronavirus berdampak besar terhadap kehidupan ekonomi masyarakat global. Jika kondisi finansial Anda turut terpuruk, jangan putus asa. Selain tiga tips pertama di halaman sebelumnya, jalankan juga tiga tips berikut untuk menghadapinya:

4. Cari Pekerjaan atau Kesempatan Lain

… ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. – Markus 2:3-4

Ketika Yesus datang ke Kapernaum, seorang lumpuh segera memanfaatkan kesempatan ini untuk menemui-Nya (Markus 2:1-12). Namun, rumah tempat Yesus berada penuh sesak dengan orang. Tak menyerah, teman-teman si lumpuh membongkar atap dan menurunkan ia tepat ke depan Yesus. 

Dari kisah ini, kita belajar bahwa usaha gigih di tengah ketidakmungkinan dapat membuahkan hasil. Di ayat 5 tertulis, “Ketika Yesus melihat iman mereka …” Dan, iman itu, yang tampak dalam usaha gigih membuka atap rumah, membuat Yesus tergerak dan menyembuhkan orang lumpuh itu. 

Apakah Tuhan dapat melihat iman Anda lewat tindakan Anda saat ini? Iman tanpa perbuatan sama dengan nol (Yakobus 2:26). Yesus memandang iman si orang lumpuh dan teman-temannya, yang tidak hanya menunggu kesempatan datang, tetapi terus berjuang karena yakin Allah berkuasa menyembuhkan. 

“Tapi, mana mungkin ada yang mau terima saya bekerja saat ini? Mampukah saya keluar dari krisis ekonomi bisnis saya?” Hal ini mungkin juga sempat dipertanyakan oleh orang lumpuh itu. “Bagaimana mungkin saya bisa mendapat kesembuhan kalau banyak orang begini? Masuk lewat pintu saja tidak bisa.” 

Jika pintu satu tertutup, ingat, masih ada “atap” yang bisa Anda bongkar. Selalu ada jalan, jika kita berani melangkah dengan iman. Pelajari peluang bisnis baru. Tetap cari lowongan kerja dan kirimkan surat lamaran. Jangan menyerah!

Manfaatkan situasi ini untuk memperoleh sumber pendapatan alternatif atau kompetensi baru. Upskill (tingkatkan keahlian) diri Anda atau reskill (pelajari keahlian baru). Banyak platform pelatihan kerja dan kursus online yang dapat Anda ikuti. Jika Anda butuh bantuan biaya untuk pengembangan kompetensi, daftarkan diri Anda ke program Kartu Prakerja di www.prakerja.go.id.

Ketimbang terus khawatir terhadap keadaan ekonomi Anda, lebih baik put action behind your faith. Teruslah berjuang dan percayalah, Tuhan melihat dan memberkati setiap usaha Anda. 

Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti. – Mazmur 37:25

5. Meskipun Ekonomi Kurang Baik, Tetaplah Memberi

Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”

Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”

Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.” – 1 Raja-raja 17:11-13

Dalam 1 Raja-raja 17:7-16, kita melihat bagaimana permintaan Elia sangat menguji iman janda miskin di Sarfat. Sedemikian miskinnya ia, wanita ini bahkan tengah merencanakan kematiannya dan anak-anaknya karena ia tidak memiliki cukup makanan untuk hari-hari berikutnya. Tentulah ia dalam keadaan ekonomi yang buruk sehingga ia sudah putus asa dan tak tahu lagi mesti berbuat apa. Meskipun demikian, janda ini tetap memberi di tengah kekurangannya. Ia membuatkan dahulu roti untuk Elia, baru kemudian untuk dirinya dan anak-anaknya.

Meskipun keadaan finansial Anda kurang baik, tetaplah memberi. Memberi apa dan kepada siapa? Sudah tentu kepada Tuhan, lewat persembahan dan perpuluhan. Dia telah memberi begitu banyak hal kepada kita—kesehatan, keluarga, sahabat, udara segar, sinar matahari, dan lain-lain. Semua itu adalah berkat yang tidak ternilai harganya. 

Berikan waktu Anda untuk menyapa dan menanyakan kabar teman-teman Anda. Hal sederhana ini bisa membuat seseorang gembira dan tidak merasa kesepian. Jika Anda masih punya cukup uang, bantulah teman atau saudara yang lebih kekurangan daripada Anda. Berikan sumbangan ke yayasan sosial yang membantu orang-orang miskin, atau dukunglah penyediaan alat-alat medis untuk menanggulangi COVID-19. 

Bersyukurlah jika Anda masih bisa memberi, entah dalam bentuk materi maupun nonmateri, seperti waktu, tenaga, doa, semangat, dan penghiburan. Percayalah, hal-hal ini dapat membawa sukacita tersendiri bagi Anda dan orang yang Anda tolong!

6. Ambil Hikmahnya

Jangan lewatkan masa pandemi tanpa belajar apa-apa. Belajarlah dari kesalahan dan persiapkan diri Anda agar Anda tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan.

Sebagai contoh, ini adalah hal-hal yang saya pelajari: 

  • Punya tabungan itu penting agar ekonomi kita tetap stabil di saat seperti ini.
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan itu penting.
  • Selalu berjaga-jaga dan punya hubungan yang baik dengan Tuhan. Setiap saat, ada kemungkinan kita akan menghadap pengadilan Tuhan. Apakah kita sudah siap saat itu terjadi?
  • Luangkan waktu bersama orang-orang terdekat. Bersyukurlah kita masih bisa bersama mereka hari ini, karena belum tentu besok kita punya kesempatan yang sama. 
  • Mungkin ini adalah “tahun Yobel” untuk manusia, yaitu waktu untuk berhenti sejenak dan tetap percaya bahwa Tuhan akan mencukupkan. Silakan baca lebih jelas tentang tahun Yobel di Imamat 25.
  • Nikmatilah hal-hal sederhana di sekeliling kita. Kapan terakhir kalinya Anda menikmati pemandangan matahari terbenam? Bermain bersama anak? Menelepon sahabat? Memasak bersama ibu Anda? 

Hari-hari ketika kita bisa tinggal di rumah sepanjang minggu, punya waktu untuk hal-hal yang biasanya tak sempat dilakukan, belum tentu akan terulang kembali. Ketika masa ini berakhir, mungkin Anda akan “berpacu” mengerjakan hal-hal yang terhambat saat ini. Everything in life is temporary. Jika itu baik, nikmatilah, karena itu takkan berakhir selamanya. Jika itu buruk, jangan khawatir, karena itu juga takkan berakhir selamanya.

Jangan biarkan masalah ekonomi mempengaruhi iman Anda. Bacalah firman dan berdoa setiap hari, ketatkan bujet Anda, minta bantuan, cari kesempatan lain, tetaplah memberi, dan belajarlah dari situasi ini. God bless you!

Referensi:
www.washingtonpost.com/business/2020/03/26/unemployment-claims-coronavirus-3-million/
www.crosswalk.com/family/career/job-loss-survival-tips-11599497.html

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: