Kita akan membahas bagian kedua dari topik ini: Bagaimana caranya membangun kehidupan doa yang benar sehingga hati Tuhan mau tergerak. Bagian pertama dapat Anda lihat disini.

Sulit bagi kita untuk mengubah cara pandang kita. Saya dan istri saya dibesarkan dengan perspektif yang berbeda akan banyak hal. Pada tahun-tahun awal di pernikahan kami salah satu dari perspektif itu hampir membuat kita bercerai. Hal itu adalah bagaimana cara kami mengupas sayuran. Mengupas dengan gerakan menjauhi tubuh atau mendekati tubuh? Akhirnya kami menemukan solusinya. Kami membeli alat pengupas kami masing-masing. Saya mengupas dengan gerakan menjauhi tubuh (cara yang benar), dan istri saya mengupas dengan gerakan mendekati tubuh (cara yang salah bila saya melihatnya). Terlepas dari gurauan tersebut, beberapa sikap tidak perlu untuk diubah, tetapi beberapa sangat perlu. Akan sulit bagi kita untuk mempunyai kehidupan doa yang sehat bila kita tidak rela untuk mengubah hati dan pikiran kita.

Pada artikel bagian pertama, kita fokus kepada ide yang dirangkum oleh Spurgeon“Doa adalah saraf ramping yang menggerakan otot sang Maha Kuasa.” Bagaimana kita harus berdoa? Poin pertama kita adalah untuk melihat bahwa doa akan menjadi lebih memuaskan jika Tuhanlah yang menjadi fokus kita. Apa yang akan menjadi poin kedua?

kehidupan doa
Doa akan lebih memuaskan jika kita mau untuk berubah

Saya tidak yakin jika doa selalu merubah pikiran Tuhan (sebab Dia maha kuasa), tetapi saya yakin hal tersebut akan mengubah pemikiran kita. Contohlah Yesus. Dia berdoa di taman Getsemani agar kehendaknya sama seperti kehendak Allah “tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Markus 14:36. Dia berubah dan dikuatkan (mampu untuk menderita hingga terakhir disalib) “dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.” Ibrani 5:7

Bagaimana kita harus melakukannya? ikutilah tiga langkah ini:

  1. Mintalah hati yang benar. “dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!” – Mazmur 51:12
  2. Serahkanlah masalah anda kepada Tuhan. “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” – Mazmur 37:5
  3. Percayalah bahwa jawaban Tuhan adalah yang terbaik untuk kerajaanNya dan diri anda. “Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku” Mazmur 25:1

Charles Finney menulis,“Doa menghasilkan perubahan dalam diri kita dan itu membuat Tuhan melakukan sesuatu yang pada tidak akan dilakukannya ketika kita belum berubah”. Dalam kata lain, kita hanya membuang-buang waktu jika kita berpikir bahwa Tuhan akan bekerja ketika kita tidak siap untuk berubah atau mengambil peran. Dalam doa yang efektif, katakanlah,“Saya siap untuk dilibatkan dalam apapun agar doa ini terjawab”. Marilah kita yakin bahwa kita siap untuk diubahkan dan dipakai oleh Tuhan.

Kita akan membahas poin terakhir dalam artikel selanjutnya.

Pertanyaan:

  1. Apa yang menghalangi anda dalam kerelaan anda untuk mengikuti keinginan Tuhan?
  2. Adakah hal yang anda sadar Tuhan minta dari anda namun anda melawannya?
  3. Apa yang menjadi sumber dari hal itu?
  4. Apakah anda mempunyai taktik untuk melawan tantangan tersebut?
  5. Apa yang akan anda lakukan berbeda dalam kehidupan doa anda?

 

Saudara Anda,

Malcolm

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Panduan Doa Kristen Menurut Perikop ‘Doa Bapa Kami’