Apakah doa Anda suatu pagar yang menghalangi Tuhan untuk masuk, atau seperti pintu tempat Ia melepaskan kekuatanNya? Renungkanlah ayat ini: “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku , Aku akan melakukannya…“ Yohanes 14:13, “mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.“ Yohanes 15:7

Seekor banteng rodeo menunggu dengan tidak sabar untuk pintu kandangnya terbuka dan ketika itu terjadi dia akan mengeluarkan semua energinya. Saya bertanya-tanya apakah doa saya lebih seperti pagar yang menghalangi, atau seperti pintu tempat sesuatu keluar? Analoga tentang banteng rodeo diatas tidak sepenuhnya menggambarkan pemikiran saya. Tuhan atau kuasaNya bukanlah banteng dan kita bukanlah penunggangnya. Namun, marilah kita fokus kepada gambaran akan pagar dan pintu untuk sejenak.

Celah dalam Doa

Saya menggunakan suatu aplikasi untuk mencatat doa saya. Saya mengategorikannya berdasarkan topik. Baru-baru ini saya melihat kembali catatan itu. Kebanyakan isinya adalah daftar nama orang-orang yang saya ingin menangkan untuk Tuhan. Sebagian berisi doa untuk kesembuhan beberapa teman-teman saya. Hanya sedikit yang berisi tentang kejadian-kejadian dunia. Tidak ada yang berisi tentang politik. Dimanakah celah doa Anda? apa pagar yang yang membuat Tuhan tidak bekerja?

Visi Tuhan

Visi kita sangat terbatas. Namun visi Tuhan dalam menjawab kita lebih besar dari yang kita bayangkan: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” – Yeremia 33:3. Jika Tuhan dapat melihat lebih dari kita, tidaklah aneh untuk mendoakan hal-hal yang kita tidak bisa lihat arah dan tujuannya (diluar kemampuan kita) sebab kita hidup oleh iman, bukan dari pengelihatan ( 2 Korintus 5:7)

Jelas, doa kita harus sejalan dengan visi Tuhan. Dia tidak akan menjawab bila hal tersebut berlainan dengan kehendaknya. Namun, apakah kita memakai alasan tersebut untuk tidak mendoakan hal-hal yang kita anggap mustahil?

Setiap Orang dan Segala Hal

Doa itu untuk semua orang, dan untuk segala hal yang ada dalam pikiran maupun hatinya. Tidak peduli seberapa konyol atau mustahil, ini adalah hal yang dikatakan Tuhan tentang doa. Apakah kita memagari Tuhan dengan hanya berdoa tentang beberapa hal dalam beberapa area, dimana seharusnya kita dapat berdoa tentang segala hal? Tuhan dapat melakukan lebih besar dari apa yang kita kira.

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus menyelesaikan perkataannya dengan kalimat yang menurut saya adalah sebuah doa: “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin” – Efesus 3:20–21

Doa kita membuka pintu gerbang kekuatan Tuhan jika kita membawa diriNya, kekuatanNya, dan kemegahanNya dalam doa kita. Kita akan memagariNya ketika kita hanya berdoa tentang kelemahan, dosa-dosa, keterbatasan, dan ketakutan kita. Tentu saja, tidak salah untuk membawa hal-hal tersebut, tapi kita tidak harus mengakhirinya sampai disitu. Namun, dapatkan kita lebih berfokus kepada kekuatan Tuhan?

Relevansi

Paulus melihat segalanya sebagai hal yang relevan seperti yang dituliskannya di buku Filipi 4:6,

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Jika saja kita menaruh segala hal  kepada Tuhan dalam doa, Dia akan melakukan apa yang dikatakannya di Yohanes 14:12, 14. Perkataan Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, muncul sebanyak 6 kali di Yohanes pasal 14-17. Yesus sedang mengajarkan satu hal yang fundamental kepada muridnya. Apakah kita mengerti akan hal itu?

Kuasa Ilahi

Dalam buku, “Don’t just stand there… Pray something!”, Ronald Dunn menulis:

“…prayer is set forth as the primary human factor in the accomplishment of God’s programme on earth .. Divine action .. is conditioned upon believing prayer. This prayer is set forth as the chief task of the believer.  It is his responsibility to ask.  It is God’s responsibility to accomplish.”  p29

(Doa ditetapkan sebagai faktor utama manusia dalam pemenuhan program Tuhan di bumi .. Tindakan Ilahi .. dikondisikan atas doa yang percaya. Doa ini ditetapkan sebagai tugas utama orang beriman. Adalah tanggung jawabnya untuk bertanya. Adalah tanggung jawab Tuhan untuk mencapainya) p29

Pikirkanlah perkataan Yesus yang satu ini: “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” – Yohanes 14:13. Mengapa kita tidak berdoa kepada Tuhan akan SEGALA HAL?

Pertanyaan

Hal apakah yang paling sering Anda doakan dan hal apakah yang paling Anda hindari? Apa yang membantu Anda dalam mendoakan sesuatu yang mustahil?

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Doa Kristen Yang Membuat Hati Tuhan Tergerak – Bag. 1