Self-Love: Ketahui Batasan Mengasihi Diri Sendiri

 

Akhir-akhir ini, gerakan self-love (mengasihi diri sendiri) sedang populer. Self-love adalah bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap diri sendiri, bagaimana Anda mencintai diri Anda apa adanya, serta memperhatikan kesejahteraan dan kebahagiaannya. 

Apakah self-love sesuai dengan firman Tuhan? Seperti apa self-love yang benar? Dan, sejauh mana batas-batas normal dalam mengasihi diri sendiri?

Bentuk Mengasihi Diri Sendiri

self love-gereja gkdi-1

Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini. – Markus 12:31

Self-love berbeda dengan egoisme. Tanpa self-love, kita tidak dapat mengasihi orang lain dan Tuhan. Hanya orang yang memiliki self-love yang bisa mengasihi. Karena, bagaimana Anda bisa menuangkan air ke gelas orang lain jika gelas Anda sendiri kosong?

Kita sering mendengar atau membaca topik tentang mengasihi orang lain, tetapi mungkin jarang memikirkan bagaimana kita mengasihi diri sendiri. Padahal, mengasihi diri sendiri seharusnya merupakan sesuatu yang alamiah kita lakukan tanpa perlu diperintah atau diingatkan.

Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat. – Efesus 5:29

Kendati demikian, ada orang yang tidak menerapkan self-love. Ada yang merasa tidak layak dikasihi, jadi tak perlu memberi perhatian terhadap diri sendiri. Mungkin mereka dididik dalam lingkungan yang mengharapkan mereka untuk terus-menerus berkorban dan mengabaikan diri. Barangkali, mereka tidak mengerti apa itu self-love dan kenapa itu penting.

Self-love yang minim membuat kita rendah diri dan cenderung mempertahankan hubungan yang tidak sehat. Misalnya, kita menganggap wajar jika diperlakukan kasar karena merasa pantas menerimanya. Kurangnya self-love juga membuat kita suka membandingkan diri dengan orang lain, tidak nyaman dengan penampilan atau rupa sendiri, atau mencari rasa aman di tempat yang salah.

Cara Anda mencintai diri sendiri akan menentukan kehidupan Anda, kegiatan Anda, serta cara pikir dan prioritas Anda. Menyayangi diri bisa dimulai dari aktivitas sehari-hari seperti:

1. Tidur Cukup

self love-gereja gkdi-2

Memberi tubuh kita istirahat yang layak adalah salah satu bentuk self-love. Ketika tidur kita cukup, tubuh kita akan lebih sehat. Kalau Anda masih senang mencari hiburan malam, baru tidur dini hari, atau bekerja berlebihan tanpa istirahat memadai, berarti Anda tidak mengasihi diri sendiri.

“Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Cukuplah.” – Markus 14:41b

2. Konsumsi Makanan/Minuman Sehat

self love-gereja gkdi-3

Apa yang Anda santap akan memengaruhi kesehatan Anda. Jika Anda punya kolesterol atau hipertensi, tetapi tidak mengontrol konsumsi makanan dan minuman yang jadi pemicunya, Anda tidak sayang pada diri sendiri.

Mereka yang punya kebiasaan minum minuman keras dan mengonsumsi obat-obatan terlarang juga tidak memiliki self-love. Umumnya, orang yang kecanduan zat adiktif takkan jauh dari tindak kekerasan, bahkan terhadap orang terdekat mereka. Kalau mencintai diri sendiri saja tidak bisa, bagaimana mungkin mereka bisa mencintai orang lain?

Pola hidup sehat adalah bagian dari disiplin iman. Miliki kendali atas makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh Anda, yang merupakan bait Allah sendiri (1 Korintus 6:19).

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. – 1 Korintus 6:12 

3. Meluangkan Waktu untuk Kebutuhan Batiniah

self love-gereja gkdi-4

Dalam hidup, akan ada titik di mana Anda merasa jenuh, lelah, dan suntuk. Saat seperti ini, Anda boleh memberi waktu untuk diri sendiri. Lakukan hobi Anda, entah itu membaca buku, menonton bioskop, membuat karya seni, jalan-jalan, bertemu teman, atau berolahraga.

Kegiatan yang memanjakan diri itu baik. Namun, jangan lupakan hal yang lebih penting, yaitu mengisi kekosongan batin Anda.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa. – Mazmur 16:11 

Sisihkan waktu untuk mencukupi kebutuhan rohani Anda, seperti beribadah, berdoa, membaca dan mendalami firman Tuhan, serta terlibat dalam kegiatan komunitas yang dapat membangun iman Anda. Ingatlah, sukacita yang berlimpah hanya Anda peroleh di dalam Tuhan.

4. Membangun Hubungan Positif

self love-gereja gkdi-5

Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif dan beriktikad baik. Ikuti kegiatan yang memperkaya kualitas diri. Bergabunglah dengan komunitas yang dapat membantu Anda menjadi pribadi yang lebih baik di dalam Tuhan. Jangan pertahankan hubungan yang tak sehat dengan orang yang selalu mencari-cari kesalahan, berpikiran negatif, atau membuat Anda merasa layak diperlakukan buruk.

Dampak Self-Love Berlebihan

Cinta diri secara berlebihan juga sama tidak baiknya dengan kurang mencintai diri. Dampaknya antara lain:

1. Egois dan Tak Pernah Puas

self love-gereja gkdi-6

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. – Yohanes 12:25 

Self-love yang berlebihan akan membuat Anda egois. Anda tidak peduli pada orang lain. Semuanya hanya tentang Anda. Anda takut tak punya waktu untuk diri sendiri saat ditantang untuk mengasihi Tuhan dengan melakukan saat teduh. Takut diberi beban mengasihi dan memedulikan sesama. Menolak melayani atau membantu orang lain jika tidak ada untungnya bagi Anda.

Dalam pekerjaan atau studi, Anda takut capek atau tidak bisa istirahat jika harus bekerja keras. Anda memilih kerja atau belajar seadanya, malas-malasan, membuat diri senyaman dan seenak mungkin. Anda ingin mendapatkan hal-hal bagus tanpa susah payah.

Awalnya Anda mungkin senang bisa memperoleh segala keinginan dengan mudah. Namun, semua itu tidaklah sejati, dan Anda akan selalu dikuasai rasa tidak puas, tak peduli seberapa bagus atau seberapa banyak hal-hal yang Anda miliki.

2. Diperbudak Penampilan

self love-gereja gkdi-6

Untuk memperoleh penampilan terbaik, Anda rela bekerja keras, membeli pakaian indah dan mahal, perhiasan mewah, kosmetik ternama, juga tak pernah lupa bersolek.

Namun, ketika diajak mengasihi Tuhan dan meninggalkan dosa, Anda punya banyak alasan untuk menghindar. Sibuk, repot, kapan-kapan saja, belum mau, belum ingin. Bahkan, Anda berdebat dan memberi pembelaan.

Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya. – Roma 13:14 

Tak ada yang salah dengan tampil bagus dan keren. Namun, coba renungkan, apakah Anda lebih peduli pandangan orang terhadap penampilan Anda, atau pandangan Tuhan terhadap diri Anda?

Kalau jawabannya ya, self-love yang Anda terapkan masih keliru, bahkan cenderung jatuh menjadi narsistik. Anda lupa ada prioritas yang lebih penting daripada penampilan Anda, yaitu Tuhan.

Mari kita praktikkan self-love dalam batas-batas wajar, dan yang terpenting, sesuai dengan firman Tuhan.

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! – 1 Korintus 6:20 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok