Jakarta, (24/4), Seberapa banyak dari kita yang menghabiskan waktu senggang dengan membaca? Atau seberapa sering kita mengambil buku membacanya sampai habis? Berdasarkan apa yang sering saya temukan, hanya sebagian kecil dari kita yang suka membaca. Mungkin karena di era digital yang serba gadget ini kita lebih sering menghabisakan waktu di depan komputer atau smartphone kita. Akses yang serba cepat ini membuat buku tidak lagi menjadi pilihan utama dalam mencari dan menggali informasi.

Paparan teknologi ini juga membuat pengalaman membaca menjadi berbeda, dari yang dulu bersifat komunal menjadi sangat personal. Saya ingat dulu ketika saya masih suka membaca komik Conan, saya tidak sabar untuk bertemu dengan teman-teman saya dan berdiskusi tentang cerita di komik tersebut. Dalam komunitas ini kami akan bertukar pikiran, teori, bahkan prediksi cerita buku berikutnya.

Hingga saat ini saya masih suka membaca. Bukan hanya komik, saya membaca berbagai macam jenis buku dari buku sejarah hingga buku-buku tentang leadership dan self motivation. Bagi saya membaca adalah hal yang menyenangkan. Namun jika saya membaca suatu buku yang bagus atau deep, ada perasaan dalam diri saya yang seakan-akan ingin berdiskusi dengan orang lain mengenai apa yang saya dapatkan. Saya membutuhkan sebuah komunitas yang dapat membantu saya menyalurkan hasrat tersebut.

Sekitar 2 bulan yang lalu saya diajak untuk mengikuti acara Digging Deeper Community. Saudari Dea yang bekerja di Berean Bookstore tahu betul tentang kesukaan saya akan membaca. Nah apa itu Digging Deeper Community?

DDC (Digging Deeper Community) Adalah komunitas membaca yang dikelola oleh Berean Bookstore. Awal terbentuknya komunitas ini adalah dari perbincangan santai beberapa saudara dan saudari diantaranya: Deanisa yang bekerja di Berean Bookstore, Renaldi Christian dan Ferdinand Yance yang membahas tentang bagaimana seharusnya komunitas pembaca buku dapat menjadi salah satu wadah untuk membantu orang bertumbuh. Mereka sadar bahwa membaca akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bila didukung oleh suatu forum atau komunitas yang membangun.

Komunitas ini terbentuk dengan misi menumbuhkan minat membaca dalam jemaat dan     menumbuhkan para pemimpin-pemimpin yang gemar membaca, sebab seorang pemimpin adalah seseorang yang gemar membaca. Mereka berharap dengan adanya komunitas ini para murid juga bisa saling menguatkan dan dikuatkan. Sontak saya teringat akan poster “Leader is a Reader” yang terpasang di Berean Bookstore.

Seorang pemimpin adalah seseorang yang gemar membaca. 

Yance dan Dea menjelaskan bahwa mereka DDC akan mengadakan pertemuan setiap bulannya. Setiap pertemuan mereka akan membahas buku yang berbeda. Biasanya buku yang dibahas adalah buku yang sesuai dengan tema ibadah bulan tersebut atau buku-buku lain yang dijual di Berean Bookstore. Sewaktu diajak untuk mengikuti pertemuan ini saya langsung tertarik karena saya memang penasaran.

Saya datang ke pertemuan perdana mereka pada tanggal 24 Maret lalu di Menara Kuningan lantai F2 pada jam 7 sore. Pertemuan perdana ini dihadiri sekitar 9 orang yang kebanyakan berasal dari ministry singles dan kampus. Buku yang dibahas pada pertemuan perdana ini adalah First The Kingdom. Buku ini tidak asing lagi bagi saya, dan saya sudah selesai membacanya beberapa bulan lalu. Satu hal yang menarik, tidak seperti buku-buku lain yang dimulai dengan prolog atau sapaan, buku ini dibuka dengan suatu peringatan! Buku ini membahas secara dalam tentang apa tujuan hidup dalam Tuhan dan seberapa tinggi tingkat pertumbuhan rohani kita.

[Digging Deeper Community] Wadah untuk Membaca dan Bertumbuh Bersama
Saya bersama beberapa peserta di pertemuan perdana DDC
Suasana pertemuan cukup serius mengingat buku yang dibahas lumayan dalam. Saudara Yance berperan sebagai mediator dan kami bergantian mengutarakan pendapat dan pengalaman masing-masing tentang poin-poin yang dibahas dalam buku tersebut. Pertemuan berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Setelah itu kami menikmati snack yang disediakan sambil fellowship bersama peserta lain. Saya semangat untuk mengikuti pertemuan berikutnya.

Pertemuan kedua diadakan pada tanggal 21 April. Pertemuan kali ini dihadiri sekitar 15 orang (Singles dan kampus masih mendominasi) termasuk diantaranya beberapa tamu. Berbeda dengan pertemuan perdana yang terkesan serius, pertemuan kali ini sangat seru! Pembawaan yang casual, dengan suasana yang lebih interaktif, mungkin karena jumlah perserta yang lebih banyak membantu suasana menjadi lebih cair.

Poster pertemuan kedua DDC

Kami membahas buku Share Your Faith yang ditulis oleh saudara Steve Cannon dan Eric Gaizat dari jemaat Indianapolis. Matius 28:18-20 adalah tujuan dari buku ini. Sudah jelas bahwa buku ini berisi tentang cerita-cerita penginjilan Yesus dan para rasul. Share Your Faith sangat menginspirasi saya untuk membagikan iman dan memberitakan injil. Selain cerita-cerita tentang penginjilan buku ini juga memberikan saran-saran praktikal tentang cara memberitakan injil dengan efektif. Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk mereka yang ingin termotifasi untuk memberitakan injil.

Kali ini saudara Gery Respati yang menjadi moderator. Kami saling bertukar cerita pengalaman menginjil dan menjala jiwa. Saya belajar dari iman peserta yang lain, bagaimana mereka ditolak ketika berusaha mengabarkan firman kepada keluarga atau teman. Kami saling memberikan saran dan bertukar pandangan akan kasus-kasus dalam penginjilan yang dihadapi oleh tiap peserta.

Pertemuan kedua DDC. Saudara Gery (paling kanan) menjadi moderator

Hal yang saya temukan dalam pertemuan kali ini adalah, ketika ber-fellowship dengan beberapa orang saya menemukan bahwa mereka pada dasarnya bukan orang yang suka membaca. Hal ini membuat saya semakin semangat karena komunitas ini bisa menjadi suatu wadah yang menumbuhkan minat membaca orang-orang. Mereka yang tadinya tidak mengerti dapat bertukar pikiran dan membahas buku yang menjadi topik. Kegiatan membaca menjadi menyenangkan karena dilakukan bersama-sama (apalagi sambil ngemil makanan ringan yang disediakan panitia).

Sesi sharing dan bertukar pendapat, sesi tanya jawab, dan fellowship yang berlangsung kurang lebih 2 jam terasa sangat singkat. Saya sangat enjoy dan tidak sabar untuk mengikuti pertemuan berikutnya. Rasa haus akan komunitas membaca seakan disegarkan oleh DDC ini. Pengetahuan dan sharing yang saya terima semakin menunjukan bahwa saya berada dalam tubuh Kristus yang sehat, dimana setiap anggotanya saling membantu satu dengan yang lainnya. Pengetahuan yang saya dapatkan membuat saya mengerti buku-buku yang dibahas dengan lebih dalam.

DDC terbuka untuk semua ministry. Saya sangat merekomendasikan DDC untuk kalian yang ingin lebih bertumbuh lebih lagi dalam pengetahuan yang dalam dari buku-buku yang dibahas dan cerita-cerita para pesertanya. Untuk para pemimpin grup maupun pemimpin baru komunitas ini akan sangat bermanfaat bagi anda. Selain pengetahuan yang diberikan anda juga akan belajar tentang bagaimana memberi masukan dan melakukan diskusi. Anda akan bertumbuh menjadi seseorang pemimpin yang lebih berpengaruh. Ingat, A leader is a reader.

Sampai bertemu di kegiatan berikutnya! (FK)

 

Artikel terkait:  Book of the Month – The Heart of A Champion