Devotionals
Depresi: Kenali Bahaya dan Cara Mengatasinya
Depresi bukanlah stres biasa dan tidak serta-merta datang begitu saja. Bagi Anda yang bertanya-tanya apakah Anda sedang depresi, mungkin mengalami hal-hal yang pernah saya alami berikut ini:
Awalnya saya benci dengan hidup. Ada terlalu banyak tanggung jawab dan tuntutan. Saya takut dan malas menghadapinya, dan ingin tidur saja. Ketika saya paksakan diri untuk bangun dan menjalani hari, saya tak punya energi. Saya sulit berpikir positif. Kinerja kerja saya pun terganggu. Saya tidak produktif dan tidak mampu menyelesaikan kewajiban saya. Hari-hari terasa suram, berat, dan mengerikan, seperti tidak ada harapan.
Selang beberapa waktu, barulah saya sadar bahwa saya mengalami depresi.
Apa Itu Depresi?
Depresi merupakan salah satu gangguan mental paling umum. Menurut WHO, ada 264 juta orang di dunia yang mengalami depresi. Penyebab tertingginya adalah stres berlebih dan kejadian traumatis, seperti kehilangan orang tercinta. Kegagalan, impian yang tak tercapai, atau perundungan secara mental/fisik juga dapat mengakibatkan depresi. Ekstremnya, depresi dapat berujung pada pikiran untuk mengakhiri hidup.
Berdasarkan fakta di atas, jelaslah bahwa depresi berdampak serius. Pikiran dan perasaan yang negatif akan terus-menerus menyerang penderitanya. Kalau sudah begini, kondisi fisik pun ikut terganggu, mulai dari sulit tidur, tekanan darah yang meningkat, kurang nafsu makan, mudah lupa, hingga risiko serangan jantung.
Bukan hanya secara fisik, depresi juga berdampak pada aspek-aspek kehidupan lainnya: Performa kerja atau bisnis Anda akan terganggu. Anda mulai menarik diri dari pergaulan, komunitas, bahkan keluarga. Lebih parah lagi, Anda jadi sulit melihat kerja Tuhan dalam hidup, sehingga iman Anda kian menipis.
Oleh karena itu, depresi perlu segera ditangani dengan serius. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menjerumuskan Anda ke hal-hal yang merugikan dan tidak sejalan dengan kehendak Tuhan, seperti menyakiti diri sendiri (self-harm) dan bunuh diri.
Bagaimana Menghadapi Depresi?
Berikut beberapa tips yang layak Anda coba:1. Ceritakan kepada Sahabat atau Pembimbing Rohani
Saat sedang depresi, kita cenderung enggan bersosialisasi. Namun, jangan biarkan hal ini terjadi berlarut-larut. Usahakan mencari teman yang dapat Anda percaya atau komunitas rohani untuk menceritakan keadaan Anda. Keberadaan dan dukungan orang lain dapat menguatkan dan menenangkan pikiran Anda, serta menjadi sarana bertukar pikiran.
Sewaktu menderita depresi, saya memilih bersikap terbuka kepada teman-teman dan pembimbing rohani. Alhasil saya banyak terbantu, karena setidaknya saya tidak sendirian dalam menghadapi persoalan hidup.
Dikatakan dalam Amsal 17:17, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Ayat ini menggarisbawahi pentingnya memiliki teman dekat atau komunitas rohani. Lingkungan yang suportif bisa membantu Anda keluar dari depresi.
Jika Anda ingin mengikuti komunitas kami, seperti ibadah minggu, diskusi Alkitab, atau kegiatan rohani lainnya, Anda dapat mengisi formulir di akhir artikel ini.
2. Dalami Firman Tuhan
Depresi juga bisa terjadi ketika Anda tidak dapat menemukan tujuan atau arti hidup. Anda merasa kehilangan arah. Tanpa tujuan yang kuat, semangat Anda untuk menjalani hidup lambat-laun melemah. Itulah mengapa dasar hidup yang kuat, terutama yang berasal dari Tuhan, sangatlah penting.
Bagaimana cara menemukan tujuan atau makna hidup? Dengan mempelajari firman Tuhan. Kabar baiknya, Tuhan juga sangat rindu untuk bertemu dengan Anda.
Pernahkah Anda berpikir, mengapa Tuhan mengizinkan hal ini terjadi dalam hidup Anda? Mungkin melalui kejadian ini, Dia ingin Anda mencari-Nya. Jika kita mengerti bahwa Tuhan mengontrol segalanya dan punya rancangan terbaik untuk kita, niscaya kita bisa keluar dari jeratan depresi.
Selain mendalami firman Tuhan, Anda juga bisa mempraktekkan journaling, dimana Anda bisa menuliskan isi hati, perasaan, rasa syukur, serta ayat dan firman Tuhan yang sesuai dan dapat menguatkan kita.
Mazmur 34:19 mengatakan, “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” Jadi, mari gunakan keadaan ini untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan melalui firman-Nya.
Bagi Anda yang ingin mempelajari firman-Nya lebih dalam melalui Personal Bible Study, silakan hubungi kontak yang tertera di bawah artikel ini.
3. Berolahraga
Aktivitas fisik dapat membantu Anda melawan depresi. Olahraga ringan, seperti lari, bersepeda, atau berenang, dapat melancarkan aliran darah dan membuat tubuh melepaskan hormon endorfin dan serotonin. Endorfin dapat menurunkan stres dan mengurangi rasa sakit, sedangkan serotonin membantu mengatur fungsi tidur dan nafsu makan, serta memperbaiki mood.
Selain menenangkan perasaan dan menjadikan pikiran lebih positif, olahraga juga menjadikan tubuh Anda sehat dan bugar. Ini membuat Anda lebih mudah berkonsentrasi dan punya energi untuk memecahkan masalah.
4. Lakukan Aktivitas yang Menyenangkan Hati
Last but not least, carilah aktivitas atau kegiatan yang dapat memperbaiki mood Anda. Misalnya, mendengarkan musik, bermain game, ngobrol dengan orang terdekat, bermeditasi, wisata alam, membuat karya seni, atau menulis. Eksplorasi hal-hal yang membantu mencerahkan kembali suasana hati Anda.
Amsal 17:22 berkata, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Menjaga hati agar tetap gembira dapat membantu Anda bertahan menjalani hidup, bahkan di tengah keadaan sesulit apa pun.
Don’t Give Up!
Jika cara-cara di atas belum berhasil meringankan depresi Anda, segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau ahli untuk menemukan penyebab dan solusinya.
Yang terpenting, jangan menyerah. Yakinlah bahwa keadaan yang Anda alami sekarang akan berlalu, asalkan Anda punya kemauan untuk bangkit, alih-alih tenggelam dalam depresi. Jangan putus asa dan tetaplah berjuang! Tentu Tuhan punya rencana sehingga mengizinkan semua ini terjadi. Mungkin suatu hari nanti, Anda bisa membantu orang lain yang sedang berjuang melawan depresi.
Saya pernah mengalami depresi dan berhasil melewatinya. Itulah mengapa saya yakin Anda pun akan mampu mengatasinya. Saya percaya Anda dapat menjadi pribadi yang semakin kuat dan kokoh di dalam Tuhan. Stay strong!
-
Referensi: www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression www.healthline.com/health/depression/effects-on-body www.lifestyle.kompas.com/read/2017/12/03/060900220/5-cara-tingkatkan-serotonin-hormon-yang-mencegah-depresi?page=all
Related Articles:
- Atasi Depresi Bersama Tuhan
- Kepahitan dan Kelicikan: Dua Bahaya yang Mengintai Hati
- Bertumbuh dalam Rasa Sakit
- Berkat Tersembunyi dalam Kesedihan
- Mengolah Perasaan Menjadi Kekuatan
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya