Bagi para ibu, pagi hari biasanya menjadi jam-jam paling kritis dalam keseharian. Bangun tidur, kita langsung berjibaku di dapur, menyiapkan sarapan, membereskan cucian, memastikan kebutuhan anak, suami, dan lain-lain. Hampir mustahil rasanya menemukan damai di saat seperti ini.

Tak jarang, kondisi supersibuk di pagi hari membuat emosi kita naik-turun. Teriakan, omelan, dan kata-kata pedas terlontar tanpa kendali, dan setelah itu, ibu, ayah, dan anak akan keluar rumah dengan perasaan keruh.

Bagaimana agar pagi hari Anda tidak menjadi rutinitas horor? Bisakah pagi menjadi waktu terbaik yang penuh damai dan sukacita bagi ibu dan keluarganya?

Doa Dulu, Baru yang Lain

damai - gkdi 1

Dalam kesehariannya, Tuhan Yesus sendiri kerap berhadapan dengan situasi tak menyenangkan. Dia banyak berbuat baik, tetapi respon yang diterima-Nya tidak sebanding. Sadar bahwa hati-Nya butuh dikuatkan, Yesus selalu mengawali hari-Nya dengan doa.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. – Markus 1:35

Kekuatan doa inilah yang menguatkan Yesus sehingga mampu bersikap benar meski keadaan tidak mendukung.

Dengan segenap kemampuan multitasking-nya, seorang ibu biasanya lebih mengutamakan pekerjaan rumah ketimbang hal lain. Masak apa hari ini? Seragam anak sudah disetrika? Lantai sudah disapu? Pekerjaan rumah tangga takkan pernah ada habisnya. Sekali Anda terjun ke lapangan, tak ada lagi waktu yang tersisa sebelum berangkat kerja. Semakin dini kita bangun, semakin banyak yang bisa (dan harus) dikerjakan.

Oleh karena itu, sebelum bergelut dengan kesibukan tiada akhir, ambillah waktu untuk berdoa setiap bangun tidur. Doa akan menguatkan jiwa kita untuk menghadapi tantangan hari itu.

Waspada dengan Kata-Kata

damai - gkdi 2

Sebagai ibu, kita tidak hanya perlu peka dengan kebersihan rumah atau pakaian anak, tapi terlebih, terhadap ucapan yang keluar dari mulut kita. Berhati-hatilah dengan setiap kata yang Anda lontarkan, entah dalam bentuk omelan, keluhan, bahkan rutukan terhadap situasi darurat di pagi hari.

Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. – Matius 12:35 

Kata-kata adalah gambaran hati kita. Ketika kita terpancing melontarkan kata-kata jahat, waspadalah: itu merupakan indikasi bahwa hati kita mulai jahat. Ucapan seorang ibu bisa membangun atau meruntuhkan keluarganya sendiri.

Damai di Rumah Berawal dari Ibu

damai - gkdi 3

Akibat sibuk mengurus rumah tangga, para ibu kerap lupa dengan kesejahteraan sendiri. Padahal, seorang ibu juga butuh me time, alias waktu untuk diri sendiri.

Untuk itu, kita bisa belajar dari Yesus yang menggunakan momen me-time untuk membangun hubungan dengan Bapa-Nya.

Dengan menyisihkan waktu untuk berdoa dan merenungkan firman, hati seorang ibu akan jauh lebih kuat. Firman Tuhan memenuhi hati kita dengan damai sejahtera, sehingga tidak mudah terpancing emosi saat menghadapi situasi sulit.

Hanya ibu yang memiliki Kristus dalam hatinya yang mampu membawa damai sejahtera ke dalam rumah tangganya.

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. – Kolose 3:15

Ibu memegang peranan amat penting bagi sukacita keluarga. Ibu muram, keluarga suram. Jika bahagia, keluarga ceria.  Berbahagialah Ibu yang membawa damai dalam keluarganya.

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. – Matius 5:9

Ketika anak merengek-rengek, ibu akan memeluk dan bertanya dengan penuh empati, “Ada apa, sayang? Apa yang bisa Ibu bantu agar kamu lebih semangat bersekolah hari ini?” alih-alih memarahi, menjewer anak, atau dengan kasar menyeretnya ke kamar mandi untuk dihukum. Bisa jadi, anak hanya butuh pelukan ibu di pagi hari, tetapi tidak semua ibu tahu atau mampu menjawab kebutuhan tersebut.

Menciptakan Pagi Penuh Berkat

Empat tips berikut dapat membantu Anda menjadi saluran morning blessings bagi keluarga:

1. Istirahat Cukup

damai - gkdi 4

Hindari tidur larut malam dan pasanglah alarm agar Anda dapat bangun lebih dini dan punya cukup waktu mengerjakan rutinitas pagi. Ibu yang bangun tidur dengan kondisi fisik dan hati yang nyaman akan mudah menciptakan pagi yang penuh berkat.

2. Saling Memberkati

damai - gkdi 5

Buat kesepakatan bahwa siapa saja yang bangun pagi harus menyapa satu sama lain. Dilarang memasang wajah cemberut, apalagi membanting pintu. Meski awal hari kadang terasa berat, tetaplah saling menyapa dengan hangat.

3. Ciptakan Suasana Baik

damai - gkdi 6

Daripada kesal dengan bising denting sendok atau raungan mesin blender, kenapa tidak coba menyetel musik kesayangan? Mendengarkan lagu rohani atau lagu dengan lirik membangun dapat memompa semangat Anda dan mengalirkan perasaan positif sepanjang hari.

4. Delegasikan Pekerjaan

damai - gkdi 7

Jangan paksakan diri mengerjakan semua hal, karena kita bukan superwoman. Tak perlu membuktikan kehebatan diri dengan menangani segalanya sendirian. Ada baiknya mengalihkan sebagian pekerjaan kepada pihak lain. Misalnya, memakai jasa penatu (laundry), petugas pembersih mingguan, atau apa pun yang sesuai kebutuhan Anda. Dengan demikian, Anda tidak selalu terburu-buru merampungkan banyak hal.

Anda juga bisa libatkan semua anggota keluarga dalam pekerjaan rumah tangga. Beri mereka tanggung jawab sesuai kapasitas masing-masing. Mungkin hasilnya tak sesempurna yang Anda inginkan, tetapi setidaknya, beban tidak menumpuk di Anda. Ibu yang bebas stres akan dapat membahagiakan diri sendiri dan keluarganya.

Jadikan morning blessings sebagai bagian dari keseharian Anda. Bangun dari mimpi indah dan hiduplah di dunia yang lebih indah. Senyum dan sapaan kasih, itulah yang harus mewarnai pagi seorang ibu. Berkati keluarga Anda dengan kasih dan damai sejahtera di awal hari. Amin.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Wanita yang Cantik di Mata Tuhan

Video inspirasi: