Kembali ke Blog

Devotionals

Awali Tahun Baru dengan Pelajaran dari Bunga

Oleh suwandi setiawan · 28 Desember 2020 · 4 menit baca
Awali Tahun Baru dengan Pelajaran dari Bunga

Alkitab banyak menuliskan ayat yang berhubungan dengan bunga. Meskipun tidak secara spesifik menyebutkan jenis-jenisnya, kita bisa belajar dari pandangan Tuhan tentang bunga dan kaitannya dengan pedoman hidup kita di tahun yang baru!

Umur Bunga Hanya Sesaat - Hidup Ini Singkat, Manfaatkan Sebaik-baiknya

Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu. Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. – Mazmur 103:14-16 

... dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap. – Yakobus 1:10-11 

Kedua ayat di atas mengingatkan bahwa hidup kita sebagai manusia hanya sementara. Seperti bunga di padang yang akan layu dan mati, begitu juga dengan manusia, yang akan menjadi tua dan meninggal. 

Namun, meskipun berumur singkat, dalam masa hidupnya itu bunga memberikan banyak manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Bunga memberikan sarinya sebagai makanan lebah, yang kemudian menjadi bahan baku madu. Ia bisa dinikmati sebagai teh, menjadi cikal bakal buah-buahan, serta menghiasi taman dan rumah. Bunga juga mampu memberikan kebahagiaan atau penghiburan. Tak heran, bunga selalu ada di acara pernikahan, ulang tahun, perayaan resmi, dan kedukaan. 

Sama seperti bunga, hidup kita singkat, tetapi dapat berdampak luar biasa jika kita memanfaatkannya dengan baik. Kita bisa menjadi berkat dan inspirasi bagi banyak orang. Mendorong banyak orang untuk memiliki hidup yang lebih bermakna, membawa mereka mengenal Tuhan, menjadi sahabat yang baik, dan mengasihi dengan tulus. Kita menggunakan masa hidup kita untuk mengembangkan talenta kita untuk kemuliaan Tuhan, serta membantu sesama yang membutuhkan

Ada orang-orang yang tindakannya membuat mereka terus dikenang sepanjang masa, misalnya Mother Teresa, Rasul Paulus, Florence Nightingale, dan lain-lain. Kita tidak harus menjadi seperti mereka, meskipun akan sangat mulia jika Anda ingin berkontribusi bagi dunia seperti yang mereka lakukan. Mungkin suatu hari nanti, dunia tidak lagi mengingat kita, tetapi Tuhan memperhitungkan dan memberikan upah atas hal sekecil apa pun yang kita lakukan (Matius 10:32-43).

Jadi, mari kita gunakan setiap waktu hidup yang singkat ini untuk menjadi berkat bagi banyak orang!

Allah Mendandani Bunga di Padang - Jangan Khawatir

Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? – Matius 6:28-30  

Dalam versi bahasa Inggrisnya, bukan bakung disebut sebagai lili, bunga yang bentuknya unik dan kelopaknya kuat. Dan, kita, manusia, melebihi bunga lili. Kita adalah makhluk yang Tuhan ciptakan serupa dan segambar dengan Allah

Jika Tuhan mendandani bunga, yang hari ini ada dan besok lenyap, dengan begitu cantiknya, tidakkah Dia akan lebih “mendandani” kita? Jika Tuhan begitu peduli kepada ciptaan-Nya yang kecil, ringkih, dan berumur jauh lebih singkat daripada manusia, bukankah Dia akan sangat peduli kepada kita? 

Tentunya, ini bukan berarti kita tak perlu berbuat apa-apa. Kita tetap harus melakukan yang terbaik, tetapi kita tidak perlu khawatir, karena Tuhan senantiasa menjaga dan menyertai setiap langkah kita.

Apa yang membuat Anda begitu khawatir akan hidup? Mari lihat penyertaan Tuhan sampai saat ini. Di masa senang maupun susah, bukankah perlindungan tangan Tuhan dapat selalu kita rasakan? Seperti halnya bunga-bunga yang Tuhan pelihara, Dia juga akan selalu memelihara kita, hari ini, di tahun-tahun mendatang, bahkan sampai selama-lamanya.

Bunga akan Layu, Demikian Juga Kita, Hanya Firman Allah yang Kekal

Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. – Yesaya 40:8 

Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu. – 1 Petrus 1:24-25 

Di dunia ini, semua akan berlalu. Rumput akan mengering. Bunga menjadi layu. Manusia akan tiada. Bahkan, ada waktunya bumi yang indah ini pun akan lenyap. Namun, ada satu hal yang tidak lekang oleh waktu, yaitu firman Tuhan

Mengetahui ada satu hal yang takkan pernah sirna sampai selama-lamanya, maukah Anda mengikutinya dengan sungguh-sungguh? Perkataan Tuhan tidak akan berlalu. Bahkan di akhir zaman, kita akan dihakimi oleh firman Tuhan (Yohanes 12:48). Firman-Nya tetap berlaku, baik dalam hidup kita di dunia saat ini maupun di kehidupan berikutnya.

Hari ini, bagaimana cara kita memandang firman Tuhan? Menyambut tahun yang baru, mari kita berkomitmen untuk mempelajari firman Tuhan dengan serius dan melakukannya dalam hidup kita. 

Sebentar lagi kita akan menyongsong tahun yang baru. Melalui cara pandang Tuhan tentang bunga, kita belajar bagaimana cara menjalani kehidupan di tahun berikutnya. Jika kita hidup takut akan Tuhan, hidup kita tidak akan sia-sia, karena kita akan menerima keselamatan yang kekal dari-Nya. Kita juga tidak perlu khawatir, karena Tuhan selalu menjaga kita. Dan, ingatlah bahwa segala yang ada di bawah langit akan berlalu, tetapi tidak dengan firman Tuhan.

Selamat tahun baru!

-

Related Articles:

-