Berbagai platform media sosial (medsos) seperti Instagram, YouTube, Facebook, Tiktok, LinkedIn, dan lain-lain, membantu kita membagikan konten digital, serta terlibat dalam jejaring sosial. Selain memudahkan pencarian informasi, media sosial berguna untuk pengembangan bisnis dan inspirasi pengembangan diri. Medsos juga dapat mendekatkan kita dengan sahabat atau rekan kerja yang sulit kita jumpai selama periode social distancing demi mencegah penularan COVID-19. 

Di sisi lain, kita perlu mewaspadai dampak negatif media sosial. Apakah Anda sering ketakutan dengan banyaknya berita hoaks yang tersebar—atau Anda justru tanpa sadar sering menyebarkannya? Apakah Anda lebih mementingkan indahnya konten atau hebohnya sensasi, tanpa menikmati hidup yang sesungguhnya? Atau, Anda kerap terburu-buru menulis status tanpa peduli hal itu bisa merusak hubungan Anda dengan seseorang?

Jika ya, jangan-jangan, media sosial dan kecanggihan teknologi informasi sudah mengantikan posisi Tuhan dan menjadi berhala Anda. 

Untuk itu, ketahui hal-hal berikut supaya Anda dapat menggunakan media sosial dengan bijak:

1. Jadikan Media Sosial Sebagai Fasilitas, Bukan Pengganti Hubungan Nyata

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” – Markus 12:30-31 

Tuhan ingin kita mengasihi-Nya dengan sepenuh hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. Artinya, kita butuh tindakan nyata untuk membangun relasi dengan Tuhan. Media sosial merupakan salah satu fasilitas untuk memaksimalkan usaha kita dalam membangun hubungan dengan Tuhan dan sesama, tetapi bukan hubungan itu sendiri.

Hal apa yang pertama kali Anda lalukan saat bangun pagi? Meraih ponsel untuk mengecek pesan dan surel? Melihat-lihat laman medsos dan unggahan story? Atau, membaca berita online? Dalam 24 jam sehari, berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan, serta berdoa?

Selama masa #dirumahaja, kita diharapkan menjaga jarak demi kesehatan bersama, tetapi jangan biarkan media sosial menggantikan hubungan nyata kita dengan sesama. Usahakan selalu meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga di rumah, dengan teman satu kos Anda, atau siapa pun yang tinggal dengan Anda. 

Allah mendambakan hubungan yang nyata dengan kita. Dia ingin menjadi prioritas utama dan pusat kehidupan kita—mulai dari bangun pagi hingga tidur malam. Jadi, janganlah kita terlena dengan persona kita di dunia maya, tetapi bangunlah hubungan konkret dan sejati dengan Tuhan, keluarga, dan orang lain.

2. Kontrol Pemakaiannya, Jangan Dikontrol Olehnya

Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. – 1 Yohanes 5:21

Memanfaatkan media sosial untuk pemberitaan Injil dan mempererat hubungan dengan orang lain sangatlah baik. Namun, hati-hati, Anda bisa terobsesi olehnya. Setelah mengunggah sesuatu, Anda lantas terus-terusan mengecek siapa dan berapa yang memberi like, atau banyaknya komentar yang Anda dapatkan. Bukan tak mungkin, mood dan rasa percaya diri Anda ditentukan oleh “prestasi” Anda di medsos.

Pengaruh luar biasa teknologi informasi telah membuat kita lengah dan tak sadar betapa besar kendalinya atas hidup kita. Saya bertanya kepada beberapa teman apa yang mereka rasakan saat ketinggalan ponsel atau tidak mendapatkan akses internet. Ada yang bilang dunia seakan runtuh; ada pula yang berkomentar hidup mereka terasa janggal. Tanpa sadar, kita menjadi terlalu bergantung pada media sosial.

Gunakanlah media sosial secara wajar. Andalah yang seharusnya mengendalikan pemakaiannya, bukan sebaliknya. Anda punya kontrol terhadap lamanya waktu yang Anda habiskan untuk mengecek semua laman-laman medsos itu. Anda dikaruniai akal-budi untuk menentukan apakah setiap informasi yang Anda konsumsi itu berfaedah atau tidak bagi hidup Anda. 

Jika Anda merasa penggunaan medsos mulai melampaui batas kewajaran, atau mengganggu hidup dan hubungan Anda dengan orang lain, segera lakukan evaluasi. Bisa jadi, Anda tengah mengalami kecanduan media sosial, yang solusinya bisa Anda lihat di sini.

3. Unggah Hal-Hal yang Membangun

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. – Roma 14:19 

Sekali Anda mengunggah sesuatu ke laman media sosial, tidak hanya puluhan orang yang bisa melihatnya, tetapi ribuan, bahkan jutaan! Anda akan sulit menariknya kembali, karena bisa jadi, ada orang yang menyimpan jejak digital Anda.

Rasul Paulus berpesan agar kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan berguna untuk saling membangun. Untuk itu, berhati-hatilah dalam mem-posting sesuatu di media sosial. Pasanglah status / video / gambar yang dapat membangun sesama, bukan memperkeruh suasana atau untuk mendulang pujian semata.

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. – 1 Korintus 6:12

4. Bijak Memilih Informasi

Selain bijak dalam mengunggah informasi, penting juga bagi kita untuk memilah-milah informasi yang kita terima. Terlalu banyak mengonsumsi berita negatif bisa membuat kita resah, khawatir, dan bereaksi berlebihan. 

Taatilah etika media sosial. Selidiki sumber berita dan periksa dahulu kebenarannya sebelum me-repost sesuatu, misalnya lewat search.turnbackhoax.id atau stophoax.id. Bacalah satu postingan hingga selesai sebelum Anda memutuskan untuk meneruskannya. Jangan sampai Anda salah menyampaikan pesan, bahkan menyebarkan kabar bohong, yang bukan tak mungkin dapat membuat Anda tersandung masalah hukum. 

Mari, manfaatkan media sosial sebagai fasilitas komunikasi, alih-alih pengganti hubungan nyata. Kendalikan penggunaannya, bijaklah dalam memilah informasi, dan pastikan Anda mengunggah hal-hal yang membangun. Jadikan medsos sebagai sarana untuk membangun hubungan nyata dengan Tuhan, keluarga, dan sesama!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: