Written by Richard Tri Gunadi Raharjo 2:35 am Devotionals, Marriage, Relationship • 9 Comments

Berempati kepada Istri: Kunci Kehidupan Maju dan Bahagia

istri

Para suami biasanya punya alasan kuat untuk menikahi istri masing-masing, berkomitmen di hadapan Tuhan untuk setia sampai maut memisahkan. Namun, tidak semua hal selalu mulus dan menyenangkan setelah menikah. Ada masa-masa ketika istri melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginan suami. Contohnya, sering menuntut, tidak mau mengerti kondisi suami, hanya fokus pada diri sendiri, dan lemah rohani.

Di sisi lain, sudahkah kita, para suami, berusaha berempati dengan perasaan istri? Apa yang Alkitab katakan tentang hal ini?

Tiga Cara Pahami Istri

Kebanyakan pria lebih banyak menggunakan logika dan berfokus pada realita. Ini membuat mereka tidak mudah menyelami atau menerjemahkan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan. Namun, ini bukanlah pembenaran bahwa suami tidak perlu berempati terhadap istri.

Belajar dari Alkitab, saya mencoba berempati dengan perasaan istri saya, dan sampai hari ini, masih terus belajar. Ada tiga hal sederhana yang bisa dilakukan suami untuk menunjukkan empati terhadap istrinya.

1. Jangan Marahi Istri Saat (Menurut Anda) Dia Bermasalah

istri - gkdi 1

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota (Amsal 16:32).

Saya sangat suka kebersihan. Merapikan barang-barang, mengelap perabot, menyapu, mengepel, saya lakukan dengan teratur dan senang hati. Suatu kali, saya keluar kota selama empat hari untuk urusan pekerjaan. Sepulang dari dinas, saya dapati kondisi rumah yang kotor. Karena waktu itu istri saya sedang pergi, dalam keadaan lelah dan kesal, saya terpaksa bersih-bersih rumah.

Ketika istri pulang, dengan ketus saya langsung bertanya kepadanya kenapa rumah tidak dibersihkan. Hasilnya? Istri marah dan kami bertengkar hebat. Akhirnya, kami ikut konseling dan dibantu untuk menyelesaikan konflik.

Memetik hikmah dari peristiwa ini, saya sadar bahwa sabar terhadap istri adalah salah satu wujud empati suami. Saya belajar menempatkan diri di posisinya, bersabar ketika ada hal-hal yang menurut saya tidak oke terjadi, atau tidak dilakukan oleh istri.

Orang yang berempati pasti berusaha sabar. Kalau Anda bisa sabar terhadap klien atau pelanggan yang memberi keuntungan kepada Anda, sabar dengan bos atau rekan kerja yang menjengkelkan, Anda pasti juga bisa sabar kepada istri. Jangan katakan, “Aku sudah berempati dengan istriku,” tapi masih suka marah-marah saat menemukan kesalahannya, tanpa mau mengerti situasinya. Itu artinya Anda belum cukup berempati dan masih dikuasai ego.

2. Jadilah Sahabatnya di Kala Duka

istri - gkdi 2

“Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.” Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya. (2 Samuel 12:23-24a).

Hati Batsyeba sangat sedih ketika bayi yang dilahirkannya jatuh sakit. Daud, yang juga mengasihi anak itu, berusaha “melunakkan” hati Tuhan dengan berpuasa dan semalaman tidur di lantai. Apa daya, anak mereka tetap meninggal sebagai konsekuensi dosa yang ia lakukan (2 Samuel 12:1-24). Setelah itu, Daud pun menghibur Batsyeba.

Hendaknya kita menjadi sahabat terdekat dan terbaik istri kita. Dan, yang namanya sahabat akan menghibur di kala duka, tertawa bersama saat senang, dan berjuang bersama di waktu susah. Meskipun dirinya lebih cepat bangkit dari kesedihan, Daud tidak menyuruh Batsyeba lekas-lekas berhenti berduka. Ia berusaha memahami perasaan istrinya.

Dengarkan tangisan atau keluhan istri Anda tanpa memberi “wejangan.” Turutlah menangis bersamanya. Bagi kebanyakan pria (termasuk saya), menangis itu rasanya memalukan dan membuat kita kelihatan lemah. Padahal, pria yang kuat sesungguhnya adalah pria yang bisa menangis, karena artinya, ia berani menunjukkan perasaannya. Jangan sok kuat, apalagi meminta istri berhenti menangis saat ia butuh waktu untuk mengolah perasaannya. Tunjukan empati Anda dengan menjadi sahabat terbaik baginya.

3. Hargai dan Dukung Mimpinya

istri - gkdi 3

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” – Kejadian 2:18

Penolong yang sepadan dengan dia, itulah yang Tuhan katakan saat menciptakan Hawa untuk Adam. Istri Anda memiliki hak yang sama dengan Anda dalam hal impian. Seorang istri selalu memikirkan yang terbaik untuk suaminya dan ingin kehidupan kalian lebih baik di masa depan. Jika istri bahagia dan produktif dengan hidupnya, Anda pun akan turut berbahagia.

Saat ini, kami sedang mengurus pembelian rumah di kota lain. Itu artinya, kelak istri saya harus pulang-pergi ke kota yang berbeda untuk bekerja setiap hari. Karena itu akan terlalu melelahkan, istri saya punya impian membuka usaha penatu (laundry) yang memiliki banyak cabang. Walaupun masih berupa rencana, saya hargai dan dukung mimpinya. Saya berikan kata-kata yang memotivasi, dan kami duduk bersama memikirkan strategi agar impiannya bisa terwujud.

Saya tidak mau istri mengalami kesusahan yang saya alami, yaitu menempuh jarak yang sangat jauh dari rumah ke kantor. Kalau mimpi istri terwujud, yang senang dan maju adalah kami berdua juga. Ada banyak suami hidupnya yang statis, bukan karena istri tidak menolongnya, tapi karena ia tidak berempati kepada istrinya. Baru mendengar istri berkata, “Aku bermimpi melakukan ini atau itu,” ia sudah mengeluarkan perkataan yang mematikan impian istrinya.

Mendukung cita-cita istri, berjuang sama-sama hingga impiannya menjadi kenyataan, adalah tindakan nyata Anda untuk berempati kepada istri. Jika ia berhasil, kalian berdualah yang akan menikmati kehidupan yang lebih baik di masa depan.

.

Suami yang tulus mengasihi istri akan berusaha berempati dengannya. Sejengkel apa pun Anda terhadap tindakan atau ucapannya yang menurut Anda menyebalkan, bersabarlah. Tunggulah sampai kalian berdua sama-sama tenang, baru selesaikan. Jangan mengulang kesalahan saya, yaitu marah dan tidak memberi kesempatan kepada istri untuk menjelaskan.

Jadilah sahabat terbaik bagi istri dalam kondisi apa pun, terutama di kala duka. Tak kalah penting, hargai dan dukung impian istri Anda, agar kalian sama-sama mengalami kemajuan secara jasmani dan rohani. Amin.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Kunci Menjalin Komunikasi Akrab dengan Orang Tua

Video inspirasi:

(Visited 135 times, 1 visits today)

Last modified: Nov 18

Close