Nehemia 1:1-2:9

Dalam cerita ini Nehemia mengetahui bahwa Yerusalem, kota para nenek moyangnya, tempat sebelum mereka dibuang ke pengasingan, telah hancur dan runtuh. Hati Nehemia hancur. Apa yang akan dilakukannya setelah mengetahui hal ini? Dia sangat ingin untuk pergi dan membangunnya kembali. Dia sangat ingin untuk pergi bertempur bersama Tuhan untuk membuat keadaan buruk ini menjadi baik. Lalu, Dia mulai berdoa.

Secara signifikan, dia berpaling kepada Tuhan dengan doa. Nehemia mengambil waktu “beberapa hari” (Neh. 1:4) untuk berdoa dan berpuasa, menghadap Tuhan sembari meratap karena situasi yang memilukan ini. Dia meminta Tuhan untuk bergerak, bertindak, dan memakai dirinya untuk membuat suatu perubahan.

Kemudian Nehemia kembali kepada pekerjaannya yaitu juru anggur bagi raja Artahsasta, penguasa Babilonia, negara yang menawan bangsa Yahudi. Dia berharap untuk berbicara kepada raja dan memohon izin agar dia bisa pergi mendirikan tembok kota Yerusalem dan membangun kota itu.

Apa yang terjadi setelahnya adalah pelajaran penting bagi kita yang ingin menjadi pejuang untuk Tuhan. Kita akan belajar suatu poin yang akan mengubah hidup kita, poin yang akan membawa kita kepada kemenangan saat menghadapi pertarungan yang bahkan belum kita ketahui sebelumnya.

Setelah berdoa dan berpuasa selama beberapa hari, Nehemia akhirnya memutuskan untuk menghadap raja. Sang raja memperhatikan bahwa muka Nehemia sedang sedih.

Bacalah ayat dibawah ini, dan coba posisikan anda dalam ruangan itu, perhatikan bagaimana Nehemia berdoa:

(2:1) Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, (2:2) bertanyalah ia kepadaku: “Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati.” Lalu aku menjadi sangat takut. (2:3) Jawabku kepada raja: “Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api? ” (2:4) Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, (2:5) kemudian jawabku kepada raja: “Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali.” – Nehemia 2:1-5

Tahan sejenak! Nehemia berdoa? Ditengah-tengah percakapannya dengan raja? Bagaimana cara dia melakukan hal itu? mengapa dia melakukan hal itu? Bukankah ia telah berdoa dan berpuasa selama beberapa hari? Mengapa dia berdoa lagi?

Kita akan mempelajari sifat dasar dari doa itu sendiri, dan bagaimana kita harus menggunakannya dalam setiap pertempuran kita.

Ya, kita membutuhkan waktu yang panjang untuk berdoa. Yesus sudah memberi contohan akan hal itu (Lukas 5:16, 6:12-16). Jika kita tidak melakukannya, kita tidak meniru apa yang sudah Tuhan kita contohkan.

Yesus juga berdoa secara spontan, bahkan saat dia sedang berada di kayu salib, sewaktu dia bahkan tidak bisa mengeluarkan satu kalimat dengan mudah.

Apa yang dapat menjadi poin disini?

Nehemia sudah berdoa dan berpuasa selama beberapa hari, meminta Tuhan untuk memberkati usahanya dengan hasil yang baik. Namun apa yang terjadi ketika ia berada di tengah pertempurannya, ketika ia berdiri disana, didepan hadapan raja?

Nehemia datang kepada raja Artahsasta membawa anggur. Sang raja menyadari bahwa Nehemia terlihat sedih, dan ia bertanya apa yang sedang menggangunya. Nehemia menjawab bahwa dia sedih karena keadaan Yerusalem. Kemudian, kesempatan itu datang: Sang raja bertanya: “Apa yang engkau inginkan?”

Apakah doa Nehemia sedang dijawab? Apa yang dia lakukan selanjutnya?

Dia berdoa!

Saudara dan saudari, ini adalah pelajaran bagi kita para pejuang Tuhan.

Berdoa! Berdoalah terus dan dengan tidak berhenti. Berpuasalah dan berdoa dengan terus menerus. Amin untuk itu!

Namun lakukanlah lebih dari itu. Berdoalah pada saat Anda berada berada di tengah-tengah konflik. Berdoalah saat pedang di tangan Anda, sementara musuh sedang menghantam perisai anda. Ya, berdoalah ditengah-tengah pertempuran!

Kita harus menjadi para pejuang-pejuang doa.

Tanpa doa kita akan bertempur dengan kekuatan kita sendiri. Berdoalah saat kita berada jauh dari pertempuran, ketika kita sendiri bersama Tuhan. Doa seperti ini akan mempersiapkan kita akan pertempuran yang kita akan hadapi. Namun marilah kita melakukan yang lebih dari itu – berdoa saat kita berada di tengah-tengah pertempuran. Mengapa? Karena kita akan sangat membutuhkan kuasa dan hadirat Tuhan pada tiap detik pertempuran kita – di tengah pergumulan kita.

Dalam ajakannya untuk memakai segala perlengkapan kita dalam menghadapi iblis, Paulus merangkum pesannya dengan memberitahukan kita bahwa berdoa adalah kunci untuk kemenangan:

dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,. Eph. 6:18

Marilah kita menjadi para pendoa yang berdoa dengan panjang dan pendek, terencana dan spontan, sebelum pertempuran dan saat kita bertempur. Jika kita berdoa seperti ini, kemenangan akan menjadi milik kita! Mari kita menyontoh Nehemia yang berdoa pada waktu ia menghadapi masalah. Marilah kita mengingat kata-kata Paulus, “Tetaplah berdoa” (1 Tes. 5:17).

Diatas segalanya, marilah kita mencontoh Yesus, Seseorang pendoa. Dia meluangkan waktunya selama beberapa hari untuk berdoa. (Lukas 5:16, 9:28, 11:1) Dia berdoa semalaman sebelum dia memanggil 12 rasul (Lukas 6:12-16). Dia berdoa semalaman sewaktu dia menghadapi tantangan terbesar yang dihadapinya – menuju Salib (Matius 26:36-46).

Ya, dia berdoa dengan cara demikian. Namun Yesus juga berdoa secara spontan, saat dia berada dalam kesulitan. Ditengah penderitaan yang begitu hebat, ketika ia berada di kayu Salib, Yesus berdoa berulang kali.

Kata-kata apa yang dikatakan Yesus pada saat nafas terakhirnya? – Doa kepada Tuhan!

Marilah kita berdoa di setiap hari, di setiap jam, dan di setiap saat!

Diterjemahkan dari artikel BULLET PRAYERS IN THE MIDST OF BATTLE, NEHEMIAH 1:1-2:9

*Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Doa Kristen Yang Membuat Hati Tuhan Tergerak – Bag. 1