Devotionals
Berdoa kepada "Bapa" - Bapa yang Seperti Apa?
Apa yang ada di kepala Anda ketika Anda berdoa kepada Bapa?
Ada suatu kekayaan yang mungkin kita tidak pernah sadari sebelumnya. Dalam Yohanes 17 Yesus berdoa kepada Bapa menggunakan tiga sebutan yang berbeda.
- Pertama, Dia memanggilNya dengan sebutan Bapa yang biasa: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau." (17:1) Lagi, "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada." (17:5) Dan lagi "sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau" (17:21)
- Kedua, dia menyebut Bapa sebagai Bapa yang Kudus: "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." (17:11)
- Terakhir, Yesus menyebut Bapa sebagai Bapa yang Adil: "Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku" (17:25)
Mengapa Yesus menyebutNya dengan ketiga sebutan ini?
Sebutan "Bapa" mengingatkan kita bahwa Allah adalah 'Pater' atau ayah.
Kemudian "Bapa yang Kudus" mengajarkan bahwa Allah adalah 'Hagios' yang berarti kudus. Bapa kita adalah seorang Bapa yang pengasih. Namun Dia juga suci, tidak bercacat, tidak berdosa, dan sempurna.
"Bapa yang Adil" menunjukan bahwa Allah adalah 'dikaios' - Adil, atau benar. Bapa kita akan menjawab kita dengan integritas yang mutlak. Mazmur 116:5, Mazmur 119:137-144, Yeremia 12:1-17
Bagaimana dengan mulai berdoa kepada Bapa menggunakan salah satu dari gagasan ini di doa-doa Anda berikutnya, dengan fokus pada satu atribut disetiap doanya? Tuhan sebagai 'pater', 'hagios', dan 'dikaios'. Jika itu bermakna bagi Yesus, itu juga pasti bisa bermakna bagi kita.
Saya menyarankan doa yang seperti ini...
- Bapa, engkau adalah bapa diatas segala bapa. Engkau mengasihi, Engkau baik, dan Engkau mendisiplinkanku untuk kepentingan terbaikku. Aku sangat bersyukur karena Engkau telah mengangkatku menjadi anakMu.
- Bapa yang Kudus, Engkau tidak bercacat, tidak berdosa, dan sempurna. Aku kagum akan kesucianMu. Terima kasih karena tidak menganggap keberdosaanku sebagai penghalang untuk menunjukkan cintaku kepadaMu.
- Bapa yang benar, Anda adil, tidak tertepis oleh pendapat manusia dan selalu bertindak dengan integritas yang mutlak. Merupakan suatu kehormatan bagiku untuk mengenalMu. Terima kasih karena diriku dapat mempercayai janjiMu untuk menjadi adil dalam semua urusanMu terhadapku.
Tuhan memberkati,
Malcolm
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya