Berkata “tidak” kepada pasangan Anda terkadang menjadi sesuatu yang sulit. Dengan alasan cinta, umumnya orang berusaha untuk menyenangkan pasangan. Namun, apakah benar Anda enggan berkata “tidak” karena cinta? Atau, Anda sebenarnya punya alasan lain, seperti rendah diri, terintimidasi, dan menghindari konflik?

“Tidak” Tak Selalu Berkonotasi Buruk

tidak - gkdi 1

Komitmen untuk membahagiakan pasangan bukan berarti Anda harus selalu mengiyakan semua pendapat, permintaan, atau perbuatannya. Penolakan atas hal-hal tertentu justru dapat memberi kebaikan bagi suatu hubungan pernikahan yang sehat.

Dalam Alkitab, Tuhan mengatakan “tidak” kepada orang yang dikasihi-Nya karena Dia punya sebuah rencana besar bagi mereka.

Tuhan melarang Adam dan Hawa makan buah dari pohon pengetahuan (Kejadian 2:16-17). Daud berpuasa dan berdoa agar putranya disembuhkan, tetapi anak itu tetap meninggal (2 Samuel 12:16). Yesus bergumul dalam doa di Taman Getsemani (Matius 26:39), tetapi Dia tetap harus meminum cawan penderitaan-Nya. Demi menebus dosa manusia, Yesus harus menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib.

Anda harus berani berkata TIDAK kepada pasangan untuk hal-hal berikut:

1. “Tidak” untuk Kompromi

tidak - gkdi 2

Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. – Galatia 2:11

Dalam menyelesaikan perkara rumah tangga, suami-istri memang perlu berdiskusi dan saling menghargai pendapat. Namun, untuk pilihan yang mengarah kepada dosa atau sudah jelas merupakan dosa, Anda harus katakan TIDAK kepada pasangan Anda.

Tegaskan pada pasangan bahwa Anda menolaknya karena Anda peduli dengan firman Tuhan sebagai dasar pernikahan kalian. Anda menyayanginya dan tidak ingin kalian berkompromi dengan dosa.

2. “Tidak” untuk Materialisme

tidak - gkdi 3

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” – Matius 6:19-21

Membeli barang untuk kesenangan pribadi bukanlah masalah. Namun, ini akan menjadi masalah jika dilakukan terus-menerus, secara berlebihan, dan tanpa perhitungan tepat. Apalagi, dengan sistem pembayaran modern yang begitu mempermudah transaksi, Anda bisa mencicil atau melunasi pembelian di lain waktu. Kebiasaan boros dapat menciptakan masalah dalam keuangan keluarga.

Salah satu cara untuk menjaga arus keuangan yang sehat adalah dengan bijak mengatur pengeluaran. Katakan TIDAK untuk membeli barang di luar bujet. Ini akan menghindarkan Anda dari tumpukan utang dan kesulitan finansial di kemudian hari.

3. “Tidak” untuk Membanding-bandingkan

tidak - gkdi 4

Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! – 2 Korintus 10:12

Berfokus pada perbedaan antara pasangan dengan orang yang “tampak lebih” darinya dapat menjadi pemicu untuk mengeluh kepada pasangan. Terkadang kita lupa bahwa setiap orang menjalani hidup yang berbeda karena perbedaan situasi dan karakter mereka. Karenanya, kita memaksakan gambaran pasangan ideal kita kepada suami/istri.

Sangat penting untuk tidak membanding-bandingkan pasangan Anda dengan orang lain. Ketika rasa ingin mengeluh itu datang, pastikan Anda mengingat berkat-berkat yang telah Anda terima dari Tuhan melalui pasangan Anda. Rasa syukur akan memampukan Anda memandang kelebihan dan kekurangan pasangan secara lebih objektif.

4. “Tidak” untuk Berkata Kasar

tidak - gkdi 5

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. – Efesus 4:29

Ketika jengkel atau marah, nada bicara kita cenderung meninggi. Rasa jengkel juga dapat mendorong kita untuk mengucapkan kata-kata yang menghina atau merendahkan pasangan—dan yang paling buruk, melontarkan kata “ingin bercerai”. Hal ini tentu akan melukai hati pasangan Anda.

Hindari mencaci atau berkata kasar kepada pasangan Anda. Selain menjauhkan keluarga Anda dari kasih karunia Allah, perkataan yang tak pantas juga tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru memperparah keadaan.

Cara Mengatakan “Tidak” dengan Benar

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. – Amsal 15:1

Mengatakan kebenaran bisa menyakitkan, tetapi cara penyampaian yang lembut, hormat, dan penuh kasih akan membantu pasangan untuk menerimanya dengan baik. Ungkapkan penolakan Anda dengan cara-cara berikut:

1. Bicara dengan Intonasi Wajar

tidak - gkdi 6

Sampaikan penolakan Anda dengan tenang. Gunakan intonasi yang nyaman didengar agar pasangan lebih mudah memahami maksud Anda.

2. Memulai dan Mengakhiri Dengan Positif

tidak - gkdi 7

Bungkus kalimat Anda dengan pernyataan positif di awal dan akhir penyampaian. Pilih kata-kata yang membangun dan bertujuan baik.

Contoh memulai:

“Itu ide yang bagus.”

“Saya suka idemu karena akan menambah penghasilan kita, tetapi tidak dengan cara seperti ini.”

Contoh mengakhiri:

“Saya merasa dihargai karena sudah dimintai pendapat.”

“Saya yakin hasilnya akan luar biasa jika kita lebih produktif dan tetap mengutamakan prioritas keuangan keluarga.”

3. Jangan Langsung Menjawab

tidak - gkdi 8

Asal bicara sering menjadi sumber masalah dalam hubungan. Berpikirlah sebelum berucap. Ini bukan masalah menang-kalah atau siapa yang lebih berkuasa. Jika perlu, mintalah jeda waktu untuk meredakan emosi dan menjernihkan pikiran sebelum memberikan tanggapan.

Contoh:

“Sebaiknya jangan, tapi saya coba hitung dulu pengeluaran yang harus dicadangkan bulan ini.”

“Beri saya waktu untuk berpikir, ya.”

4. Beri Opsi Lain

tidak - gkdi 9

Penolakan bukan berarti Anda menutup semua pintu persetujuan. Anda bisa mengajukan pilihan atau solusi lain kepada pasangan.

Contoh: “Sayang, maafkan saya. Kita belum bisa pergi liburan ke tempat itu karena biayanya melampaui bujet kita. Bagaimana kalau ke tempat ini saja? Di sini juga ada fasilitas/ atraksi wisata yang kamu inginkan.”

Kalau Anda takut berkata “tidak” karena rasa rendah diri, terintimidasi, atau ingin menghindari konflik, mintalah bantuan dari orang atau komunitas rohani yang Anda percayai. Anda juga bisa menghubungi kami lewat kontak di bawah artikel ini.

Anda mengatakan “tidak” kepada pasangan hanya untuk hal-hal tertentu karena Anda mengasihinya dan ingin membangun pernikahan yang sehat. Ambillah keberanian untuk tidak berkompromi, tidak materialistis, tidak membanding-bandingkan, dan tidak berkata kasar. Ikuti pimpinan Tuhan untuk mengatakannya kepada pasangan Anda dengan cara yang benar.

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. – Matius 5:37

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Siapkan Diri Jalani Cerita Cinta Terindah

Video inspirasi: