Apakah saat ini Anda sedang jenuh bekerja? Anda tidak tahu apa tujuan Anda bekerja selain untuk mencari nafkah? Atau, Anda kehilangan motivasi dalam berkarya, bahkan tidak percaya diri dengan keahlian Anda?

Rutinitas, jadwal padat, dan jam kerja yang panjang dapat membuat seseorang kehilangan orientasi dan menurunkan tingkat kebahagiaan. Namun, hal ini tidak mustahil untuk diatasi. Bekerja memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar memperoleh penghasilan atau meraih prestasi. Mari telusuri apa kata firman Tuhan tentang bekerja.

Mengapa Manusia Bekerja?

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. – Kejadian 1:1

“Bekerja” merupakan salah satu hal tertua di alam semesta. Ayat pertama dalam Alkitab berbicara mengenai bekerja. Pekerjaan itu ada sebelum manusia diciptakan. Allah bekerja—dan Anda merupakan hasil kerja-Nya.

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. – Mazmur 19:1

Kemuliaan Tuhan paling jelas terlihat melalui karya buatan tangan-Nya. Langit, gunung, laut, dan Anda sebagai manusia ciptaan-Nya merupakan perwujudan kehebatan kreasi-Nya.

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. – Kejadian 1:27

Tuhan menciptakan kita menurut gambaran diri-Nya, dan konteks gambar di sini bukan hanya rupa atau penampilan semata. Gambar juga meliputi sifat atau kualitas diri. Salah satu kualitas pribadi Tuhan adalah bekerja. Jadi, Tuhan menciptakan Anda untuk bekerja juga.

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” – Kejadian 3:17-19

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa untuk pertama kalinya, prinsip mengenai bekerja berubah. Manusia, yang awalnya diciptakan hanya untuk menguasai bumi, kini harus berjerih payah seumur hidup mereka.

4 Prinsip Kristiani tentang Bekerja

Sebagai seorang Kristen, Anda perlu memahami prinsip-prinsip Alkitab mengenai bekerja.

1. Tidak Hanya untuk Diri Sendiri

“Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu.” – Keluaran 23:10-11

Sejak zaman Musa, Tuhan mengajarkan manusia untuk tidak hanya menikmati seluruh hasil kerja keras kita sendirian. Hal ini tentu berlawanan dengan prinsip ekonomi duniawi yang mementingkan diri sendiri. Namun, Tuhan menegaskan bahwa ada hak orang lain di dalam setiap rezeki yang Anda terima dari-Nya (Ulangan 15:7-15; Efesus 4:28).

Kita diharapkan memiliki kerelaan hati untuk berbagi dengan sesama yang kurang beruntung, serta memperhatikan kelestarian alam.

Kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. – 2 Korintus 9:11

You will be enriched in every way so that you can be generous on every occasion, and through us your generosity will result in thanksgiving to God. –2 Corinthians 9:11 NIV

2. Bukan Beban, Melainkan Anugerah

Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. – Pengkhotbah 3:13

Pekerjaan mengandung stigma sebagai sesuatu yang membebani. Namun, Alkitab mengatakan bahwa pekerjaan Anda merupakan anugerah dari Tuhan. Dengan bekerja, Anda dapat menikmati hasil jerih payah Anda dengan sukacita, dan hal ini sesuai dengan kehendak Tuhan (Pengkhotbah 5:18-20).

3. Tuhan Memperlengkapi Umat-Nya

“Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. 

Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu …” 

– Keluaran 3:1-6

Tuhan tidak hanya memerintahkan manusia untuk bekerja, tetapi juga melengkapi kita dengan kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan. Apa keahlian Anda saat ini? Entah itu pengetahuan di bidang hukum, desain, medis, teknik, pendidikan, dan lain-lain, semuanya merupakan pemberian Tuhan yang memampukan Anda untuk berkarya.

4. Sarana Memuliakan Tuhan

Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. – 1 Timotius 6:1

Bekerja merupakan salah satu cara Anda memuliakan Tuhan. Saat Anda sebagai seorang Kristen bersinar dalam pekerjaan, orang lain akan memperhatikan. Dengan demikian, nama Tuhan semakin dimuliakan. Bahkan, Anda dapat memenangkan orang yang tidak percaya melalui teladan cara kerja Anda.

Sikap Kerja yang Benar

Dalam bekerja, Anda perlu memiliki sikap yang benar, bukan hanya demi menyelesaikan tugas. Sikap-sikap itu antara lain:

1. Lakukan untuk Tuhan

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. – Kolose 3:22-23

Tuhan ingin Anda bekerja dengan segenap hati dan selalu memberikan yang terbaik dalam pekerjaan Anda. Seburuk apa pun situasi, atasan, atau perusahaan Anda, ekspektasi Tuhan tetaplah sama. Bahkan, dikatakan bahwa Anda perlu melakukannya seperti untuk Tuhan, bukan untuk atasan Anda atau siapa pun. Jadi, akankah Anda bersikap setengah hati jika Anda bekerja untuk Tuhan?

2. Rajin, Tekun, dan Bijaksana

Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. – Amsal 18:9

Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. 

Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” — maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

– Amsal 6:6-11

Tuhan mengajak kita untuk meneladani karakter semut dalam bekerja. Pertama, kerjakanlah tugas Anda dengan rajin dan tidak bermalas-malasan. Kedua, tetaplah tekun meskipun pekerjaan itu sulit atau membosankan. Dan terakhir, selain giat, Anda juga harus bekerja dengan bijaksana.

Seperti halnya Sang Pencipta dunia senantiasa bekerja, Anda sebagai ciptaan-Nya pun dipanggil untuk bekerja. Lakukanlah pekerjaan Anda dengan segenap hati, dan bukan hanya untuk menyelesaikan kewajiban. Semoga prinsip-prinsip di atas menyuntikkan semangat baru dalam diri Anda, dan melalui pekerjaan Anda, nama Tuhan semakin dimuliakan!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Video inspirasi: