Written by Richard Tri Gunadi Raharjo 2:39 am Devotionals, Biblical Talk, Spiritual Life • One Comment

Mencari Bayi Yesus di Abad Modern: Saya Orang Majus atau Raja Herodes? (Bagian 2)

orang

Sepintas, orang-orang Majus dan Raja Herodes tampak sama-sama gigih mencari bayi Yesus (lihat Mencari Bayi Yesus di Abad Modern: Saya Orang Majus atau Raja Herodes? (Bagian 1). Keduanya sama-sama orang penting, terhormat, dan punya kedudukan tinggi. Namun, tindakan mereka dalam menyikapi kelahiran Yesus sungguh berbeda. 

Apa yang mendasari perbuatan mereka? Dan, siapakah kita saat ini: orang Majus atau Herodes?

Inilah pelajaran kedua yang dapat kita petik dari kisah mereka:

Pemberian untuk Bayi Yesus: Emas atau Batu?

orang - gkdi 1

Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” 

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 

– Matius 2:8-10

Karena niat yang tulus dan kegigihan mereka, akhirnya orang-orang Majus itu bisa berjumpa dengan bayi Yesus dan Maria, ibu-Nya, dan mereka sangat bersukacita. 

Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.  – Matius 2:11-12

Kendati pada mulanya antusiasme para Majus dan Raja Herodes kelihatan mirip, niat mereka yang sesungguhnya terkuak saat mendapati kebenaran tentang keberadaan bayi Yesus di Betlehem.

Orang-orang Majus tidak hanya rela berkorban banyak untuk menempuh perjalanan mencari bayi Yesus, tetapi juga memberikan kepada-Nya emas, kemenyan, dan mur. Artinya, dari jauh-jauh hari, mereka sudah mempersiapkan persembahan terbaik untuk sang bayi ilahi. 

Jika kita perhatikan, ketiga barang tersebut agak janggal untuk diberikan kepada seorang bayi. Namun, para Majus tentunya memaknai ketiga benda tersebut secara istimewa.

1.Emas

Emas adalah persembahan berharga yang biasanya diberikan kepada seorang raja, yang menunjukkan bahwa si pemberi menghargai dan menghormati kebesarannya. Saat mengunjungi Salomo, Ratu Syeba mempersembahkan emas sebagai tanda bahwa ia menghargai kebesaran Salomo (1 Raja-raja 10:1-13). 

2.Kemenyan

Kemenyan sering dipakai untuk upacara di Bait Allah. Ketika dibakar bersama korban bakaran, kemenyan menghasilkan bau yang harum. Memberikan kemenyan kepada bayi Yesus merupakan implikasi bahwa kelak orang-orang akan menyembah Dia. 

3.Mur

Mur merupakan salah satu bahan rempah yang ditaburkan di atas jenazah dalam upacara penguburan. Mungkin orang Majus berpikir bahwa raja ini akan menyelamatkan rakyatnya dan rela mati demi mereka. Hal ini paralel dengan kedatangan Yesus untuk mati demi menebus dosa-dosa manusia. 

Orang-orang Majus mengenal siapa raja yang mereka kunjungi. Karena itulah, mereka tahu persembahan apa yang pantas diberikan kepada-Nya. 

Di sisi lain, Herodes tidak pernah datang menyembah bayi Yesus. Meski ia tak butuh waktu lebih lama daripada orang-orang Majus untuk menemui bayi Yesus, ia tidak pernah melakukannya. Ketika sadar dirinya telah diperdaya oleh mereka, Herodes pun murka. Ia perintahkan para tentaranya untuk membunuh semua anak berusia dua tahun ke bawah di Betlehem dan sekitarnya (Matius 2:16-18). 

Jangan Menjadi Batu Sandungan

orang - gkdi 2

Ketika orang yang motivasinya salah dalam mencari Tuhan tidak memperoleh apa yang ia inginkan, ia akan berbuat onar. Ia menyakiti orang-orang yang tak bersalah dan membuat keadaan menjadi semakin buruk. Ia menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Jika Anda masih memiliki hati seperti Herodes, bertobatlah. Mungkin awalnya orang mengira Anda mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Namun, ketika mereka melihat perbuatan Anda tidak selaras dengan firman Tuhan, bisa jadi mereka malah enggan mengenal Kristus. Dengan demikian, Anda menjadi batu sandungan bagi banyak orang.

“Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.” – Matius 18:6-7

Apa Persembahan Terbaik untuk Tuhan?

orang - gkdi 3

Jika kita memiliki motivasi yang benar seperti orang Majus, kita akan datang kepada Tuhan dan memberikan apa yang terbaik untuk-Nya. Kita tahu pemberian apa yang pantas diberikan kepada Raja yang lahir untuk menyelamatkan hidup kita. Kita tidak akan hitung-hitungan dengan waktu, uang, atau tenaga kita. Sebaliknya, kita memberikan hidup kita demi kemuliaan-Nya dengan penuh sukacita.

Apa yang sudah Anda persembahkan untuk Tuhan selama ini? Sudahkah Anda memberikan waktu yang terbaik untuk saat teduh? Membantu orang lain dengan sepenuh hati? Meluangkan waktu tanpa pamrih atau perhitungan supaya orang lain bisa mengenal Tuhan? 

Menyambut kelahiran Yesus sebentar lagi, marilah kita melakukan refleksi pribadi: Apakah saya mencari Tuhan dengan motivasi yang benar? Dan, sudahkah saya memberikan yang terbaik untuk Raja segala raja, pemilik dunia ini, yang mau menderita agar saya beroleh hidup kekal?

Selamat Natal untuk kita semua. Tuhan Yesus memberkati!

Baca juga: Mencari Bayi Yesus di Abad Modern: Saya Orang Majus atau Raja Herodes? (Bagian 1).

Referensi:
Adi S, Lukas. 2012. Smart Book Of Christianity. Yogyakarta: Penerbit Andi.
www.biblestudy.org/basicart/who-are-the-magi.html
www.whychristmas.com/story/wisemen.shtml
www.crosswalk.com/special-coverage/christmas-and-advent/gold-frankincense-and-myrrh.html
www.crosswalk.com/special-coverage/christmas-and-advent/5-common-myths-about-the-three-wise-men-story.html

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Serahkan “Lima Roti dan Dua Ikan” Anda, dan Lihat Hasilnya!

Video inspirasi:

(Visited 617 times, 1 visits today)

Last modified: Jul 12

Close