“Kenapa, ya, memulai sesuatu yang baru itu susah sekali rasanya?”

Pertanyaan ini sering diajukan banyak orang. Tekad sudah kuat tetapi ujung-ujungnya gagal dijalankan. Entah Anda ingin memutus kebiasaan buruk, mencoba kegiatan baru, atau melangkah keluar dari zona nyaman, memulai sesuatu yang baru memang tidak mudah.

Di sisi lain, kita tahu Tuhan sering mendorong manusia untuk melakukan hal baru. Abraham meninggalkan kampung halamannya (Kejadian 12:1-2), Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan (Keluaran 3:10), bahkan, Yesus Anak Allah turun menjadi manusia (1 Yohanes 4:9). Orang-orang ini melakukan hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumya.

Secara rohani, mereka melangkah atas nama iman. Itulah yang memberi mereka energi, keberanian, dan kekuatan untuk melangkah. Namun, tahukah Anda bahwa prinsip ini bukan hanya Alkitabiah, melainkan juga ilmiah?

Hukum Gerak Newton

Keengganan dan kekuatan untuk mencoba sesuatu yang baru ternyata erat kaitannya dengan hukum alam. Secara khusus, namanya hukum gerak Newton. Bagi yang pernah belajar fisika di sekolah, istilah ini mungkin tidak asing. Bagi yang baru dengar, jangan khawatir; penjelasannya sangat sederhana.

1. Hukum Newton I

baru - gkdi 1

Benda yang awalnya diam akan cenderung tetap diam. Begitu pula, benda yang awalnya bergerak akan cenderung terus bergerak, kecuali ada kekuatan eksternal yang mengubah gerakannya.

Dengan kata lain, tanpa kekuatan eksternal, sebuah objek tidak bisa bergerak, berhenti, atau mengubah arah semaunya. Contohnya, kalau Anda mengerem secara tiba-tiba mobil yang Anda kendarai, tubuh Anda akan terdorong ke depan. Dorongan ini menjelaskan kecenderungan sebuah benda yang bergerak untuk tetap bergerak.

Ayah saya sudah rutin berenang sejak saya masih kecil. Setiap pagi, beliau pergi ke pantai untuk berenang. Saat ini, di masa tuanya, Ayah masih melakukan aktivitas yang sama setiap hari. Rutin berenang bukanlah hal yang sulit dilakukan karena merupakan bagian dari dirinya. Tentunya, ini tidak dialami oleh orang-orang yang baru mulai rutin berenang.

Seperti halnya Hukum Newton I, manusia punya kecenderungan untuk terus melakukan apa yang menjadi kebiasaannya. Orang yang biasanya sibuk akan susah menghentikan aktivitasnya. Orang yang terbiasa santai akan sulit disuruh bergerak.

Setelah mengetahui hal ini, bagaimana caranya kita dapat memulai sesuatu yang baru?

2. Hukum Newton III

baru - gkdi 2

Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang berlawanan arahnya dan setara besar gayanya.

Ketika Anda mendorong sebuah meja, apakah meja itu pasti bergeser? Belum tentu. Itu tergantung pada seberapa kuat Anda mendorongnya. Kalau Anda memberi gaya dorong kepada meja, meja akan memberi reaksi gaya yang berlawanan. Anda dan meja sama-sama menghasilkan gaya gesek. Meja baru akan bergerak jika kekuatan dorong Anda lebih besar dari gaya gesek tersebut.

Adalah hal wajar jika kita menghadapi rintangan sewaktu ingin melakukan sesuatu yang baru. Tidak hanya dari luar, tetapi juga dari diri sendiri. Dan, itu adalah rintangan yang paling besar.

Jadi, bagaimana membuat manusia yang “diam” jadi “bergerak”?

Beri diri Anda kekuatan eksternal (gaya, energi, atau usaha) yang cukup besar, yang mendorong Anda keluar dari zona nyaman. Lakukan terus sampai itu menjadi kebiasaan, sehingga Anda akan terus “bergerak” dengan sendirinya. Setelah terbiasa, melakukan hal tersebut akan terasa lebih mudah. Mengapa? Karena, sesuai hukum Newton pertama, benda yang bergerak akan cenderung selalu bergerak.

Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving. – Albert Einstein

Musa: “Bergerak” oleh Kekuatan Eksternal

baru - gkdi 3

Musa, nabi yang memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, pernah mengalami “masa-masa Hukum Newton I dan III.”

Saat dipilih Tuhan, Musa bukanlah orang yang terbiasa melakukan mukjizat. Ia hanya orang biasa yang punya kesempatan mengecap pendidikan di lingkungan kerajaan Mesir. Di usianya yang ke-40, Musa lari ke Midian karena membunuh orang Mesir yang memukuli orang Ibrani, saudara sebangsanya. Setelah itu, ia hidup sebagai rakyat biasa, bekerja sebagai gembala hingga 40 tahun kemudian.

Musa berada dalam posisi “diam” saat Tuhan memanggilnya. Ia ada di zona nyaman. Mungkin Musa berpikir akan pensiun dan menikmati hari tua yang damai bersama keluarganya di Midian. Namun, hal itu tidak pernah terjadi. Sebuah “gaya” bekerja, mendorong Musa bergerak dari fase “diam”-nya. Sebuah panggilan dari Tuhan mengubah hidup Musa selamanya.

Apakah Musa langsung bersedia membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir? Sama sekali tidak. Ia memberikan begitu banyak alasan untuk menolak tugas tersebut. Musa bukannya tidak bisa—ia hanya tidak mau.

Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus.” – Keluaran 4:13

Mengapa akhirnya Musa mau pergi diutus Tuhan?

Karena ia tahu siapa yang mengutusnya—bukan manusia, melainkan Allah sendiri. Firman Tuhan, janji Tuhan, dan penyertaan Tuhan-lah yang membuat Musa bersedia pergi ke Mesir. Ia hanya perlu mendengar, melakukan, dan taat kepada Allah.

Jika Musa yang telah berada dalam masa “diam” selama empat dekade mampu memulai petualangan baru di usia 80 tahun, kenapa Anda tidak? Anda bisa memulai sesuatu yang baru sekarang. Tidak ada kata terlambat jika Anda mau melakukannya.

Temukan “Kekuatan Eksternal” Anda

baru - gkdi 4

Ketakutan, kemalasan, kekhawatiran, rasa tidak percaya diri, trauma masa lalu, keterbatasan finansial, atau pendapat orang lain bisa menjadi “gaya gesek” kita, alias penghalang untuk berubah.

Namun, tahukah Anda, ada sebuah energi yang sangat besar di dalam diri Anda, yang memampukan Anda untuk melakukan apa saja?

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. – Roma 8:11

Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. – 1 Yohanes 4:4 

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah? – 1 Yohanes 5:5 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. – Yohanes 14:12a

Roh Tuhan jauh lebih besar daripada apa pun. Dengan iman, kita dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang Yesus lakukan. Hal ini seharusnya lebih dari cukup untuk membuat Anda “bergerak” dan melakukan hal baru yang luar biasa. Roh yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati ada di dalam diri kita. Bayangkan, betapa besarnya dampak yang bisa kita berikan kepada dunia!

.

Terapkan kekuatan eksternal yang kuat agar Anda dapat mengatasi setiap rintangan. Dan, Tuhan sudah memberikan modalnya, yaitu Roh Allah sendiri. Terbukti, janji Tuhan memampukan Musa untuk melangkah keluar dari ketakutannya dan mencoba hal baru: mulai dari bicara di depan publik, memotivasi, bernegosiasi, hingga menjadi pemimpin.

Roh yang sama, yang mendampingi Musa, juga ada dalam diri kita. Dengan iman, ketekunan, dan sikap pantang menyerah, kita pasti bisa berubah dan menyongsong kesuksesan.

Jadi, hal baru apa yang ingin Anda lakukan saat ini? Mulai belajar Firman Tuhan? Saat teduh konsisten setiap hari? Atau, ikut komunitas agar Anda lebih bertumbuh secara spiritual? Semua itu tidak sesulit yang Anda bayangkan! Anda hanya perlu memulainya sekarang!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Kasih yang Menutupi Banyak Kesalahan

Video inspirasi: