Written by Ayu D 2:53 am Devotionals, Bible & Character, Biblical Talk, Character, Heart & Feeling, Lifestyle, Self Development, Spiritual Life

Bangun Kembali dari Tubuh Rohani yang Tertidur

bangun - gkdi

gkdi laguBangun kembali dari tubuh rohani yang tertidur tidak hanya kita lakukan sekali, tetapi sebuah proses yang perlu terus dilakukan dalam hidup orang beriman.

Ada masa-masa ketika kita semangat dan tertarik untuk menggali firman, mencari tahu apa isi hati Tuhan, serta mengasihi saudara-saudari seiman kita. Namun, ada pula masa ketika kerohanian kita tertidur. Saat ini terjadi, biasanya kita merasa sulit untuk keluar dari kelemahan-kelemahan kita, atau terlalu disibukkan dengan hal-hal duniawi.

Terkadang kita bisa menjadi kurang peka terhadap turunnya kondisi kerohanian kita. Kita tidak sadar apakah tubuh rohani kita segar-bugar, atau sedang tertidur pulas. Apa saja ciri-ciri kerohanian yang tertidur, dan bagaimana cara membangunkannya kembali?

Ciri-ciri Kerohanian yang Tertidur

  1. bangun - gkdi 1sulit membangun hubungan pribadi dengan Tuhan lewat doa dan membaca firman
  2. sulit bersikap terbuka dengan pembimbing atau komunitas rohani, mungkin karena minder atau merasa mereka tidak dapat memahami situasi Anda
  3. berkompromi dengan dosa
  4. merasa kuat atau merasa kondisi kerohanian baik-baik saja, sehingga tidak perlu datang kepada Tuhan atau minta bantuan orang lain

Tertidur secara rohani adalah kondisi yang wajar. Namun, jika kita membiarkannya atau tidak berusaha bangkit kembali, hal ini akan berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan kita. Kita dapat tergoda melakukan dosa lama. Pertumbuhan rohani kita jadi mundur atau tumpul, sehingga kita tidak menghasilkan buah-buah roh.

Cara Bangun dari Tubuh Rohani yang Tertidur

Di dalam Alkitab, kita dapat menemukan tokoh-tokoh yang pernah tertidur secara rohani. Salah satunya adalah Petrus. Meski demikian, ia dapat bangkit kembali dan menjadi tokoh yang berpengaruh dalam kekristenan. Belajar dari hidup Petrus, hal-hal apa yang ia lakukan untuk menyegarkan kembali

1. Bangun Fondasi yang Kuat

bangun - gkdi 2Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. 

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” 

– Markus 8:31-33

Pondasi yang kuat artinya kita memiliki pemahaman yang jelas tentang siapa Tuhan dan apa tujuan-Nya dalam hidup kita. Petrus pernah mengalami kondisi di mana ia tidak mengenal Tuhan dengan baik, tidak mengerti apa misi Tuhan datang ke dunia.

Ketika Yesus memberitakan tentang kematian-Nya, Petrus hanya melihat dari sudut pandangnya sendiri. Ia mengira kematian Yesus di kayu salib adalah akhir dari segalanya. Padahal, Yesus sudah memberitahukan tentang kebangkitan-Nya, tapi Petrus tidak memperhatikan, atau mungkin belum sepenuhnya memahami tujuan dan perkataan-Nya.

Ingat Tujuan yang Tuhan Berikan kepada Kita

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” – Yohanes 21:17

Saat Petrus mendapatkan tujuan dari Tuhan, ia menjadi orang yang berbeda. Ia memahami misi ilahi, yakni agar semua orang dapat mendengar kabar baik dan diselamatkan. Tuhan ingin Petrus dan kita menjadi gembala bagi domba-domba-Nya! Dia ingin kita bertumbuh dan semakin serupa dengan gambaran-Nya. Bagaimana kita bisa mengerti apa tujuan Tuhan dalam hidup kita, kalau kita tidak memiliki hubungan yang baik dan konsisten dengan-Nya?

Zaman sekarang, kita tidak dapat mendengar suara Tuhan secara langsung, tetapi kita dapat mengenal Tuhan lewat firman-Nya. Mari bangunkan kembali kerohanian kita dengan memiliki pondasi yang kuat tentang Tuhan. Latih konsistensi kita dalam merenungkan dan menggali firman-Nya, serta berdoalah agar Tuhan terus menumbuhkan pemahaman kita tentang diri-Nya.

2. Bertekun

bangun - gkdi 3“Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” – Matius 16:18

Tentu bukan hal mudah bagi Petrus untuk menjalankan misi yang diberikan Tuhan. Jemaat atau gereja tidak tiba-tiba terbentuk; ada banyak proses yang harus dilalui. Namun, Petrus tidak menyerah. Dia terus bertekun, melatih diri, bertumbuh, dan melakukan bagiannya dengan sungguh-sungguh. Dengan memahami misinya dengan baik, ketika ia jatuh atau tertidur secara rohani, Petrus dapat kembali bangun dengan mengingat tujuan serta fondasi kerohaniannya.

Tanpa menikmati proses dengan penuh ketekunan, akan sulit bagi Petrus untuk mengabdikan hidupnya untuk misi Tuhan. Jadi, mari kita nikmati setiap proses yang terjadi. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari di masa-masa ketika kerohanian kita tertidur, maupun ketika sudah bangun kembali.

3. Komunitas

bangun - gkdi 4Murid-murid Tuhan tidak pernah berjalan sendirian. Yang membuat Petrus kuat adalah karena ia didukung oleh orang-orang dengan visi dan misi yang sama. Saat menghadapi kesulitan hidup atau pergumulan berat, ke mana seringnya Anda pergi? Apakah Anda cenderung menutup diri, atau Anda mengakui kelemahan dan mau meminta bantuan kepada orang lain?

Jika Petrus merasa kuat dan hanya berjuang sendiri, tentunya ia akan menderita. Dengan berbagi beban, atau sekadar menceritakan keluh-kesah, kita dapat lebih sehat secara emosional. Kita juga lebih mudah untuk berfokus pada tujuan Tuhan dalam hidup kita.

Di dalam komunitas, kita bisa merasa aman. Kita bisa bercerita kepada orang yang kita percaya. Kita juga bisa saling menguatkan lewat doa bersama, serta saling meminta nasihat. Dari komunitas, kita akan mendapatkan kekuatan untuk kembali semangat secara rohani.

Tertidur secara rohani itu wajar. Namun, jangan terlena, apalagi lupa untuk bangun kembali. Miliki pemahaman yang benar tentang Tuhan, serta ketahui tujuan-Nya bagi hidup Anda. Teruslah bertekun dan jangan berjuang sendirian. Berjalanlah bersama komunitas yang membangun. Ingatlah, Tuhan telah dan masih memilih Anda, bagaimana pun kondisi Anda saat ini. Mari kita berikan yang terbaik untuk Tuhan!

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

(Visited 488 times, 3 visits today)

Last modified: Aug 9

Close