Yuk, Bangkit Kembali dari Pandemi Berkepanjangan!

Gereja gkdi lagu

Bangkit. Setelah mengalami pandemi sejak Maret 2020 hingga sekarang, November 2021, mungkin bangkit adalah hal yang terpikir dalam benak Anda saat ini. Besar kemungkinannya, kita sudah bosan dengan keadaan pandemi yang selama ini membelenggu kita. 

Namun, bagaimana caranya? Mungkin itu juga yang Anda pikirkan saat ini. Pandemi Covid-19 tampaknya akan menjadi sejarah kelam yang sulit untuk dilupakan banyak orang. Begitu banyak orang-orang yang kehilangan orang yang dikasihinya dalam periode yang singkat. Tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sistem kesehatan publik, makanan, dan dunia kerja telah melumpuhkan kehidupan ekonomi dan sosial manusia. 

Berdasarkan data WHO pada bulan Oktober 2021, sepuluh juta orang terancam jatuh ke dalam kemiskinan yang ekstrem. Sementara, orang yang kekurangan gizi, diperkirakan telah mencapai hampir 690 juta. Diperkirakan jumlahnya masih akan terus bertambah sebanyak 132 juta orang pada akhir tahun!

Dan, setelah hampir dua tahun berada dalam posisi yang tidak mudah ini, mungkin inilah saatnya untuk Anda dan saya bangkit! Bagaimana caranya?

4 Cara Bangkit Kembali dari Pandemi

1. Putuskan untuk Bangun dan Bangkit Kembali

Bangkit-gereja-gkdi 1

Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” – Yohanes 5:8 

Ada seorang lumpuh yang sakit sudah tiga puluh delapan tahun lamanya, berbaring di sebelah kolam Betesda dekat Pintu Gerbang Domba (Yohanes 5:1-18) Dan ketika Yesus melihat orang ini, Yesus bertanya kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”

Sama halnya dengan Anda hari ini. Sudah berapa lama Anda “berbaring”? Menjadi kaum rebahan yang putus asa? Frustasi karena kehilangan pekerjaan, bisnis gagal, atau keuangan yang “lebih besar pasak daripada tiang”? Frustasi karena penghasilan Anda dipotong, namun beban pekerjaan malah ditambah? 

Apa yang selama ini Anda lakukan? Apakah Anda terus menerus meratapi nasib? Kapan kehidupan akan kembali seperti dulu lagi?

Bagi Anda yang kehilangan orang yang dikasihi, berapa lama lagi Anda akan terus menangisi kehilangan tersebut? Berapa lama lagi Anda menyalahkan Tuhan yang telah merenggut mereka dari hidup Anda? Atau terus menyesali, menyalahkan diri sendiri atau orang lain? “Seharusnya dulu… Seharusnya saya…”

Memang, kehilangan orang yang kita kasihi tidaklah mudah. Mengatakannya tidak semudah prakteknya. Namun, saudara-saudari, hidup harus terus berjalan. Life must goes on!

Hari ini pun, Yesus  bertanya kepada Anda, “Maukah engkau sembuh?” Dan Yesus  pun akan mengatakan hal yang sama pada Anda, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” 

Bangkitlah!

2. Ingat: Masih Ada Harapan, Masa Depan Menanti

Bangkit-gereja-gkdi 2

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.Amsal 23:18 

Saya ingat, ada satu masa, saya bertanya-tanya kepada Tuhan, apakah hidup akan kembali normal seperti sedia kala? Apakah ekonomi bisa bangkit lagi setelah terpuruk sedemikian parah? Bahkan setelah jutaan orang di dunia kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran, serta perusahaan-perusahaan besar gulung tikar?

Saya pun sempat bertanya-tanya, apa yang akan terjadi di masa depan? Bagaimana dengan anak-anak kami yang sedang menempuh pendidikan akhir? Akankah  mereka mendapatkan pekerjaan yang layak? Atau malah menambah daftar jumlah pengangguran yang ada?

Masa depan yang tak pasti membuat saya ragu, khawatir, dan takut. Tanpa sadar, sesungguhnya saya sedang berjalan di tempat!

Program vaksinasi yang sedang gencar-gencarnya digiatkan oleh pemerintah, pasti akan membuat imun banyak orang menjadi lebih kuat.  Akan lebih sedikit orang-orang yang terinfeksi covid-19. Bukankah itu adalah kabar baik? 

Lalu mengapa kita masih berhenti di titik pandemik yang merenggut semua mimpi, harapan, dan angan-angan kita untuk masa depan

Saudara-saudari, di dalam Tuhan, ingatlah bahwa masa depan kita sungguh ada. Harapan kita tidak akan hilang. Sebuah sharing dari seorang pendeta yang berbunyi demikian menyemangati saya, “Jika Tuhan adalah penulis hidup ini, mengapa saya harus takut?”

Kini saatnya Anda menyongsong hari baru, masa depan yang lebih cerah.

3. Kuatkan Hati

Bangkit-gereja-gkdi 3

Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alamHagai 2:4

  • Kini saatnya Anda menguatkan hati. Lupakan masa lalu. Lupakan kegagalan yang telah terjadi. Jangan patah hati, apalagi patah arang. Semangatlah, meskipun mungkin Anda harus memulai kembali dari nol.
  • Jika Anda kehilangan pekerjaan, kuatkan hati Anda untuk kembali mencari pekerjaan baru. Kirim lamaran sebanyak mungkin.
  • Jika bisnis Anda gagal, jangan menyerah. Bukan hanya Anda yang terkena imbas pandemik, tidak sedikit perusahaan raksasa pun tumbang. Jadi, jika bisnis Anda hancur, kuatkan hati Anda, mulailah kembali meskipun harus merangkak dari bawah
  • Jika Anda kehilangan orang tua, saudara, pasangan, atau calon pasangan hidup Anda, jangan terus berkabung. Kini saatnya, Anda membuka kain kabung Anda, kuatkan hati untuk mulai melangkah meskipun tanpa mereka. 

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. – Ulangan 31:6

4. Bekerja Kembali

Bangkit-gereja-gkdi 4

Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. – 2 Timotius 2:6

Paulus sedang menasehati anak bimbingan rohaninya yaitu Timotius untuk hidup seperti  seorang prajurit, olahragawan, dan yang terakhir seperti petani yang bekerja keras.

Petani digambarkan sebagai sosok yang pekerja keras. Bagaimana tidak? Sebelum matahari terbit, ia sudah berangkat ke ladang dan sawahnya. Lalu pulang setelah matahari terbenam.

Seorang petani tidak bisa berdiam diri, bersantai, bermalas-malasan, kemudian memanen hasil ladang dan sawahnya. Ia harus bekerja keras. Mencangkul tanahnya, menabur benih, memupuk, mengairi, menjaganya dari serangan hama, dan bersabar menunggu hingga musim panen tiba.

Demikian juga dengan Anda hari ini. Anda pun harus kembali bekerja. Singsingkan lengan Anda. Carilah pekerjaan yang Anda sukai atau sesuai talenta Anda. Tetapi, jika pintu menuju pekerjaan impian Anda belum terbuka, ambil kesempatan apa saja yang ada. Jangan pandang bulu. Kerjakan apa saja, yang penting halal. 

Jika Anda berdiam diri, Anda tidak akan menuai apa-apa. Keadaan tidak akan lebih baik, malah memburuk. Keluarlah dari zona nyaman. Bekerjalah kembali. Lakukan yang terbaik sehingga pada akhirnya Anda akan memanen hasil yg terbaik. 

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. – Kolose 3:23

Yang terakhir, ingatlah, jika Anda berjuang, Tuhan tidak tinggal diam. Ia akan menyertai Anda. Bukan tidak mungkin kebangkitan Anda setelah pandemi memberikan hasil yang lebih baik daripada sebelum pandemi. Meskipun perekonomian secara umum lesu, tidak sedikit juga orang-orang yang lebih berhasil di masa pandemi ini.

Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! – Yesaya 52:1a

Jadi, terjagalah. Gunakan kekuatan Anda untuk bangkit! Good Luck! Selamat berjuang kembali!

 

Sumber: www.who.int/news/item/13-10-2020-impact-of-covid-19-on-people’s-livelihoods-their-health-and-our-food-systems

 

– 

Related Articles:

 

Gereja GKDI terdapat di 35 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok:https://link.gkdi.org/tiktok