Apakah Anda sudah berdoa dengan tekun tetapi bantuan atau jawaban yang Anda nantikan tidak kunjung datang? Saya pernah, bahkan sempat putus asa karena beberapa doa saya belum dijawab. Saya merasa Tuhan tidak mendengarkan permohonan saya, dan ini membuat saya tidak ingin berdoa lagi. 

Barangkali sebagian dari kita sedang mengalami hal ini. Kita berseru kepada Tuhan, “Mengapa?” atau “Tolong!” dan mengharapkan sebuah jawaban, tetapi yang kita dapatkan hanyalah keheningan. Lalu, bagaimana seharusnya kita bereaksi saat kelihatannya Tuhan tidak mendengar doa-doa kita?

3 Sikap Doa dalam Penantian

Kalau Anda merasa doa-doa Anda hanya dibalas dengan keheningan, jangan khawatir. Sejumlah tokoh Alkitab pun pernah mengalami hal serupa. Meskipun sulit, mereka berhasil mempertahankan iman mereka. Teladan hidup sejumlah tokoh Alkitab berikut dapat kita praktikkan saat merasa Tuhan tidak mendengar permohonan kita:

1.Berdoa dengan Keyakinan: Semua untuk Kemuliaan Tuhan 

berdoa - gkdi 1

Injil Yohanes pasal 11 menceritakan bagaimana Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian. Maria dan Marta mengirimkan kabar kepada Yesus bahwa saudara mereka Lazarus sedang sakit. Di luar dugaan, Yesus tidak bergegas datang tapi sengaja menunggu dua hari lagi. Setibanya Dia di Betania, Lazarus sudah meninggal. 

Marta dan Maria berkata kepada-Nya, seandainya Dia tiba lebih awal, saudara mereka tidak akan meninggal (karena mereka percaya Yesus berkuasa menyembuhkan). Namun, setelah itu Marta menambahkan, “Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.” (Yohanes 11:22).

Marta dan Maria bisa menerima kenyataan dan tetap percaya bahwa Tuhan berdaulat atas kehidupan mereka. Dan, ganjaran atas kepercayaan penuh mereka adalah semakin dekatnya hubungan mereka dengan Tuhan. Mereka juga belajar tentang bentuk lain kuasa Allah (Yohanes 11:14-15). Jika sebelumnya mereka telah percaya Yesus mampu menyembuhkan segala macam penyakit, kini mereka melihat kuasa-Nya untuk membangkitkan orang mati. Allah dimuliakan bukan lewat kesembuhan Lazarus, melainkan lewat kebangkitannya dari kematian (Yohanes 11:4).

Keheningan dalam doa yang belum terjawab inilah yang dirasakan Maria dan Marta saat menantikan Yesus yang tidak lekas datang. Ketika Tuhan sepertinya hanya diam, bukan tak mungkin kita lantas merasa diabaikan, mengira Tuhan tidak peduli dan tak mau membantu. Namun, sama seperti yang dialami Maria dan Marta, mungkinkah dalam keheningan itu kita justru menjadi lebih dekat dengan-Nya? 

Dalam jemaat, banyak saudara-saudari kita yang senantiasa semangat melayani Tuhan dan membantu pertumbuhan hidup rohani orang lain. Namun, bukan berarti mereka tetap bersemangat karena hidup mereka bebas dari pergumulan. Beberapa masih terus berdoa memohon pasangan hidup, pekerjaan, atau kondisi keuangan yang lebih baik. Namun, jawaban doa yang tertunda bukanlah halangan untuk memuliakan Tuhan lewat teladan hidup mereka.

Jadi, selama masa penantian Anda, tetaplah berdoa dengan penuh kepercayaan bahwa doa yang tertunda akan dijawab demi kemuliaan Tuhan.

2. Berdoa dengan Kerendahan Hati

berdoa - gkdi 2

Di tengah perjalanan dari Genesaret menuju Tirus dan Sidon, seorang perempuan Kanaan menemui Yesus dan para murid-Nya (Matius 15:21-28). Ia memohon belas kasihan Yesus untuk menyembuhkan putrinya yang kerasukan setan. Namun, Yesus tidak mengacuhkannya sama sekali. 

Karena perempuan itu terus membuntuti-Nya sambil berteriak-teriak, Yesus menjelaskan bahwa Dia hanya melayani umat Israel, sedangkan untuk bangsa-bangsa lain, waktu-Nya belum tiba. Perempuan ini menjawab dengan penuh kerendahan hati: ia memang tidak layak menerima bagian yang diutamakan, tetapi cukuplah baginya mendapatkan kemurahan Tuhan dari bagian yang dikesampingkan. Melihat imannya, Yesus pun tergerak memberikan kesembuhan bagi putrinya.

Berdoa dengan merasa diri paling layak akan membuat kita tidak bahagia. Melihat orang lain berbahagia, kita justru merasa sedih. Ketika orang lain mendapatkan posisi pekerjaan yang kita impikan, atau diberkati dengan pasangan yang kita dambakan, kita menjadi kecewa, bahkan pahit. Kita merasa kitalah yang patut mendapatkan apa yang orang lain dapatkan. Kita merajuk, “Bukankah itu yang saya doakan selama ini?” 

Ketika kita datang dengan kesombongan dan Tuhan tidak menjawab, kita akan kesal, kecewa, dan marah. Sebaliknya, berdoa dengan penuh kerendahan hati akan menjaga kita agar tidak berfokus pada apa yang belum Tuhan berikan, tetapi mendorong kita untuk terus bersyukur.

Bagaimana cara Anda datang dan memohon kepada Tuhan selama ini? Apakah Anda merasa paling layak mendapatkan berkat-Nya, melebihi orang lain? Belajarlah menghadap hadirat-Nya dengan rendah hati. Jika Tuhan tidak menjawab, teruslah merendahkan hati kita, sembahlah Dia, dan mohonkan doa-doa kita dengan lebih sungguh lagi.

3.Berdoa dengan Gigih

berdoa - gkdi 3

Yesus pernah menyampaikan sebuah perumpamaan agar murid-murid-Nya berdoa dengan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1-8). Ada seorang janda yang gigih memohon kepada seorang hakim untuk membela perkaranya. Berkali-kali janda itu mendapatkan penolakan. Namun, karena malas diganggu terus-menerus, hakim ini akhirnya memutuskan membantu janda itu menghadapi lawannya.

Berapa kali kita mendoakan perkara kita kepada Tuhan? Apakah kita mudah bosan dan kehilangan iman? Hanya karena Tuhan sepertinya tidak mendengar, janganlah kita meragukan Dia dan berhenti berdoa. Justru, hendaklah situasi tersebut mendorong kita untuk semakin rajin mencari Tuhan dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Di sepanjang proses saya untuk membantu seseorang, mulai dari pertama kali mengenal kebenaran Tuhan sampai memutuskan hidup benar, saya terus berdoa kepada Tuhan. Barangkali saat ini Anda belum mengenal Tuhan atau merasa Tuhan itu jauh. Namun, jika setelah membaca artikel ini Anda mengambil tindakan untuk mengenal kebenaran Tuhan, saya percaya itu merupakan hasil kegigihan doa orang-orang yang mengasihi Anda. 

Kalau seorang hakim yang lalim dan tidak takut kepada Tuhan saja mau mengabulkan permohonan janda yang gigih itu, apalagi Tuhan kita yang Mahaadil—pastilah Dia akan memperhatikan orang-orang pilihan-Nya yang berdoa tanpa jemu.

Ketika Anda merasa Tuhan tidak mendengar doa-doa Anda, jangan putus asa. Percayalah, Dia punya rencana agar Anda semakin dekat dengan-Nya. Muliakanlah Tuhan lewat jawaban doa yang tertunda, lakukanlah dengan kerendahan hati, dan tetaplah tekun berdoa. Semoga kehidupan doa Anda semakin indah dan berbuah di dalam-Nya!

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Tiga Cara Awali Tahun Baru dengan Penuh Sukacita

Video inspirasi: