Pernahkah Anda mengalami badai kehidupan? Mungkin keadaan finansial yang tidak stabil, kehilangan pekerjaan, salah satu anggota keluarga mengalami sakit, kecelakaan, atau hal-hal tak terduga lainnya. Tentunya, tidak ada satu orang pun yang berharap akan datangnya badai. Namun terkadang hal itu tidak terelakkan. Mengapa Tuhan membiarkan badai terjadi? Lalu, bagaimana seharusnya sikap dan iman kita dalam menghadapinya?

Yesus, Murid-Murid-Nya, dan Badai

Lukas 8: 22-25

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang danau.” Lalu bertolaklah mereka. 

Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Ia pun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itu pun reda dan danau itu menjadi teduh.

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?” – Lukas 8:22-25 (TB) 

Hadirnya Badai Bukan Berarti Tuhan Tidak Peduli

Danau Genesaret (atau biasa disebut Danau Galilea) adalah sebuah danau berair tawar berukuran 21 km pada sisi terpanjangnya dan 13 km pada sisi terlebarnya. Danau ini terkenal dengan badainya yang cukup hebat, yang sering datang dengan tiba-tiba. Badai yang terjadi pada saat itu tentunya salah satu yang terhebat sehingga membuat murid-murid Yesus ketakutan. Jika tidak, tentunya, sebagian dari mereka yang merupakan nelayan yang berpengalaman, yang sudah terbiasa dengan danau ini, mampu mengatasi keadaan ini. 

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya agar mereka pergi ke daerah di seberang danau. Ketika mereka berlayar, Yesus tertidur. Bagaimana mungkin seseorang tidur di dalam perahu yang terombang-ambing layaknya sebuah gabus di atas gelombang air yang mengamuk? Entah saat itu Yesus dalam keadaan sangat lelah atau Dia sangat percaya diri di dalam Tuhan, badai itu tidak membuat-Nya khawatir.

Namun, hal itu bukanlah apa yang dirasakan murid-murid-Nya. Mereka berpikir bahwa mereka akan segera tenggelam dan mereka membangunkan Yesus. Apakah mereka membangunkan Yesus untuk meminta bantuan-Nya? Tidak, mereka tidak mengharapkan Yesus untuk memberikan pertolongan atau solusi. Pada kenyataannya, mereka terkejut setelah menyaksikan Yesus menenangkan badai. 

Lalu, mengapa mereka membangunkan Dia? Hal itu lebih kepada sebuah tangisan putus asa daripada sebuah permohonan minta tolong. Mereka menyerukan tangisan yang dibumbui dengan tuduhan. Di dalam Markus 4:35-41 (ayat yang paralel dengan peristiwa ini), tertulis, mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”

Badai Terjadi karena Anda Sanggup

Seperti murid-murid Yesus pada saat itu, kita berusaha keras untuk mengikuti Yesus. Dan hanya karena kita berlayar atau berjalan bersama Yesus, kita bisa saja merasa tenang dengan sebuah dalam pemikiran bahwa badai tidak akan menyerang kita. Tetapi terkadang badai hebat menyerang secara tiba-tiba sehingga menyebabkan iman kita terguncang, seperti murid-murid Yesus

Kita mempertanyakan mengapa badai yang hebat menyerang orang-orang baik dan kita mulai bertanya-tanya, “Bagaimana caranya kita bertahan?” Dan kita menjadi kesal karena Yesus seolah-olah tidak melakukan apa-apa. Kita bisa saja membuat tuduhan yang sama seperti yang dilakukan murid-murid Yesus, “Apakah Engkau tidak peduli jika kita tenggelam?”

Tentu saja Yesus peduli. Tetapi Yesus juga beriman bahwa mereka dapat bertahan melewati badai, dan mereka akan baik-baik saja, tanpa membuat Yesus panik seperti orang lain. Sikap Yesus yang tenang bukankah bukti bahwa Yesus tidak peduli, tetapi bukti iman-Nya kepada Tuhan. Ia beriman bahwa Tuhan menjaga-Nya dan Ia juga beriman bahwa murid-murid sanggup melewati badai ini

Setelah Yesus menenangkan badai, Dia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Di mana iman percayamu?” Hal ini adalah pertanyaan yang sama yang Dia mungkin tanyakan juga kepada kita setelah badai berlalu. 

Saya harus mengakui bahwa jawaban saya mungkin dapat mengecewakan Yesus. Saya pernah juga kehilangan iman sama seperti murid-murid Yesus pada saat itu. Saya mulai bertanya-tanya mengapa badai menyerang saya ketika saya sedang berjuang untuk mengikut Yesus sepenuh hati. Saya telah menganggap “diam”nya Tuhan sebagai bukti bahwa Ia tidak peduli dan saya sudah menuduh Dia. 

Berjalan Bersama Yesus di tengah Badai

Adalah sebuah hal yang mudah untuk percaya kepada Tuhan ketika perjalanan hidup kita berjalan lancar dan mulus. Kita tidak membutuhkan banyak iman untuk menjalaninya. Justru pada saat saat-saat sulit itulah, kita betul-betul membutuhkan iman. Apakah kita akan tetap menjaga iman percaya kita kepada Tuhan? Akankan komitmen kita kepada-Nya menjadi goyah?

Beberapa orang menjauh atau pergi dari Tuhan ketika badai datang. Saya pernah merasa tergoda untuk melakukan hal itu. Seharusnya yang terjadi adalah hal sebaliknya, yaitu kita semakin mendekat kepada-Nya.

Bagaimana doa kita terdengar? Bagaimana kita memanjatkan doa kita? Apakah dengan marah, penuh emosi, dan keluh kesah? Apakah doa kita penuh dengan tuduhan kepada Seseorang yang sudah mengasihi kita dengan berlimpah sehingga Ia rela mati untuk kita? Kita dapat menangis dan memohon dengan sangat, tetapi marilah kita percaya penuh kepada Tuhan ketika kita berdoa

.

Badai apa yang Anda hadapi saat ini? Mari kita kembali kepada Yesus dengan iman dan percaya diri, bahwa kita mampu melewati badai bersama Yesus.

Sumber: 

Disadur dari “Ride The Storm with Jesus” pada website www.jesus365.church.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:

WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait:

Iman Kristen: Iman untuk Berjalan di Atas Air
Hikmat: Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Video inspirasi: