B7, Pelipur Lara dari Kelangkaan Lagu Rohani Anak-anak

Jika ditanya kepada orang Kristen yang lahir di tahun 70-80an mungkin dengan gampang menyebut lagu rohani anak-anak. “Kingkong Badannya Besar”, “Bapak Abraham”, “Saya Senang Jadi Anak Tuhan”, “Happy Ya Ya Ya”, “Setinggi-tingginya Langit”, dan lagu rohani lainnya. Sepertinya lagu rohani anak-anak dengan gampang ditemukan.

Tapi keadaan ini berubah satu dekade kemudian, musik rohani mengalami kelangkaan lagu anak-anak, apalagi idola rohani. Dan keadaan ini terus berlanjut sampai sekarang.

Memang ada beberapa lagu anak-anak di antara tahun 2000-an awal sampai sekarang, tapi sepertinya tidak begitu menonjol bahkan cuma senyap-senyap saja. Hanya beberapa dari mereka yang menonjol seperti Nikita, Kevin, dan terakhir adalah Grezia Ephiphania.

Dunia kekristenan seperti kekurangan lagu anak-anak dan idola rohani.

Mengkhawatirkan? Tentu saja. Kekosongan ini malah akhirnya diisi dengan idola dari musik sekuler yang kadang kala memberi contoh yang tidak baik dan beberapa isi lagunya tidak mendidik apalagi membangun iman.

Akan tetapi harapan muncul melihat beberapa pekerja gereja mulai memperhatikan kekosongan ini, salah satunya adalah grup vokal B7 (baca: B-SEVEN). Grup vokal yang terdiri dari beberapa anak muda ini fokus pada musik dan lagu rohani khusus untuk anak-anak.

Single terbaru mereka, “Don’t You Wanna Go To Bibleland” mulai diperkenalkan ketika mereka tampil perdana di Asian Discipleship Summit 2016 di Bali, Indonesia.

Salah satu pencetus lahirnya B7, Ferdinand Yance mengatakan bahwa ide B7 ini lahir ketika ia dan beberapa rekan pelayanan dipercayakan untuk mengurus wahana bagi anak-anak peserta yang ikut di konferensi rohani tersebut. Bersama dengan Listiana, Dame dan Eva muncullah ide untuk membuat kegiatan praise and worship untuk anak-anak dengan suasana yang menyenangkan sambil mengajarkan mereka tentang TUHAN. Bersamaan dengan ide membuat wahana Bibleland, maka ide untuk membuat grup vokal ini pun muncul.

“Nama B7 lahir dari kata Bible (Alkitab) dan angka 7 (angka sempurna dalam kekristenan), jadi disingkat B7.” tambah Ferdinand, “Dan yang anggota laki-laki dipanggil Bibleboy dan yang perempuan, Biblegirl.” lanjut pria yang sering dipanggil Yance ini.

muncullah ide untuk membuat kegiatan praise and worship untuk anak-anak dengan suasana yang menyenangkan sambil mengajarkan mereka tentang TUHAN.

Tanggal 13 Agustus 2017, B7 kembali mengadakan mini konser di GKDI Bekasi untuk kali ke tiga sebagai bagian bentuk kerjasama untuk membantu anak-anak Sekolah MInggu GKDI Bekasi memiliki idola yang bisa menginspirasi mereka mencintai Kristus dan Jemaat. Kegiatan ini sendiri sudah menjadi kegiatan rutin bagi anggota B7, Ferdinand (chief), Celinda (coach), Kitty, Lady, Tabitha, Elsa, Jordy, Johan, Robert, Stanley, dan Julio.

Anak-anak GKDI BEKASI KIDS (sebutan untuk Sekolah Minggu GKDI BEKASI), sudah tak sabar menunggu idola baru mereka. Beberapa anak-anak terlihat memakai kaos B7 dengan tulisan Bibleboy dan Biblegirl. Sekitar 80 anak-anak berteriak ketika video count down mulai ditayangkan.

Ferdinand mengatakan dalam interview bahwa setiap awal bulan B7 rutin tampil di KKK (Kerajaan Kanak-Kanak) GKDI Jakarta, dan minggu ketiga tampil di beberapa gereja sekitar jabodetabek dan Bandung.

Semoga, fenomena baru ini, B7, bisa menjadi pelipur lara dari langkanya idola rohani anak-anak dan lagu rohani anak-anak.

B7 tampil di GKDI BEKASI tgl 13 Agustus 2017. Sedang menampilkan skit tentang Gembala Yang Suka Berbohong.
bersama sebagian anak-anak GKDI BEKASI KIDS yang menonton mini konser tanggal 13 Agustus 2017
B7 bersama dengan Nowela setelah penampilan bersama di GKDI BEKASI