Written by Adimin Chandra 5:27 am Devotionals, Biblical Talk, Family, Parenting, Relationship

3 Cara menjadi Ayah dan Sahabat bagi Anak Anda

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi cover

Gereja gkdi lagu

Menjadi ayah dan sahabat bisa jadi adalah konsep yang asing bagi kita. Jika Anda menjadi ayah, sudah sepantasnya Anda mendidik dan mengarahkan anak Anda. Akan tetapi, menjadi sahabat? Hal ini tentu asing, mengingat adanya jarak antara orang tua dan anak dalam budaya kita.

Namun, menjadi ayah dan sahabat adalah peran yang layak untuk dipelajari. Alasan utamanya adalah anak tercukupi kebutuhannya, baik fisik maupun emosional, sehingga karakternya pun berkembang lebih baik. Hasilnya, anak akan tumbuh dengan sehat, serta hubungan Anda dan anak menjadi berkualitas.

Sampai di sini mungkin Anda masih bertanya-tanya. Bagaimana praktisnya?

Pengalaman Pribadi Menjadi Ayah dan Sahabat bagi Anak

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi 1

Saya sendiri sudah merasakan manfaat menjadi ayah dan sahabat bagi anak. Begini kisahnya.

Sebagai ayah, saya bertanggung jawab atas kebutuhan anak saya. Saya haruslah bekerja keras agar semua kebutuhannya tercukupi, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, hingga pendidikan. Semua tanggung jawab agar segalanya tersedia ada di pundak saya.

Setelah memenuhi kebutuhan fisik, saya juga perlu memastikan anak saya bertumbuh sesuai firman Tuhan. Tujuannya, agar kala ia dewasa, ia hidup sesuai dengan ajaran dan standar yang ada di dalam Alkitab. Ini diikuti dengan didikan yang saya berikan agar sang anak menghidupi nilai-nilai dan moral tersebut.

Namun, sampai di sini, saya baru berperan sebagai ayah yang mencukupi dan mendidik. Di lain pihak anak saya juga butuh untuk dekat dan mengenal ayahnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, saya perlu meluangkan waktu, mendengarkan dirinya, dan mengerti apa yang ia inginkan. Pendek kata, menjadi sahabatnya.

Karena itulah, saya meluangkan waktu untuk bermain bersama anak. Sebenarnya sulit bagi saya untuk bermain, karena saya lelah setelah bekerja, dan sebenarnya saya kurang suka bermain. Akan tetapi, saya sadar bahwa saya tak boleh egois. Saya pun menyangkal diri dan bermain dengannya.

Hasilnya, ia selalu mengajak saya bermain. Hubungan saya dan anak pun terbangun. Sepulangnya saya ke rumah ia pasti akan berkata, “Ayo pa, kita main.” Dari usianya 3 tahun hingga kini 8 tahun, ia selalu mengajak saya. Bermain dengan anak sangat membangun hubungan kami.

Selain bermain, saya juga sering berdoa dengan anak. Kadang, saya juga menceritakan perasaan dan pikiran kepadanya. Menanggapi perkataan saya, dengan lucu ia akan berkata, “Papa harus kuat, Papa harus semangat, jangan beban Pa. “

Bagaimana Menjadi Ayah dan Sahabat Menurut Firman Tuhan

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi 2

Mengapa saya bisa melakukan hal-hal itu? Dari mana inspirasi saya untuk menjadi ayah dan sahabat? Dari firman Tuhan tentunya. Berikut adalah prinsip-prinsip Alkitab yang membantu saya mencapai hal itu.

1. Memenuhi Kebutuhan Utama Anak

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi 3

Pertama-tama, seorang ayah haruslah memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Inilah hal paling dasar yang wajib dilakukan semua ayah. Seperti dikatakan pada Lukas 11:11,

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? 

Perkataan Yesus pada ayat ini sudah menggambarkan tugas seorang ayah. Jika Anda adalah seorang ayah, Anda harus mengusahakan yang terbaik bagi anak-anak Anda. Anda perlu mencukupkan kebutuhan mereka akan makanan, pakaian, rumah, pendidikan, dan tempat tinggal. 

2. Mengajarkan Pentingnya Takut akan Tuhan

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi 4

Tidak berhenti pada memenuhi kebutuhan fisik, seorang ayah juga perlu mengajarkan anaknya untuk takut akan Tuhan.

Pada Ulangan 6:7, Musa mengatakan, “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu…” Musa menggarisbawahi pentingnya kepada para ayah untuk mengajarkan hukum Taurat kepada anak-anaknya. Apalagi karena teknologi belum secanggih sekarang, seorang ayah harus mengulang semua hukum itu kepada anak-anaknya.

Mengapa ini penting? Karena tentulah kita rindu agar anak kita kelak percaya kepada Tuhan. Bahwa kelak ia akan mengasihi dan mengikuti Tuhan di dalam hidupnya.

Tentu saja kita perlu menyampaikan ajaran tersebut dengan cara yang sesuai. Kita bisa menjelaskan betapa besar kuasa Tuhan dalam menciptakan manusia dan dunia. Kisah tentang laut merah yang dibelah oleh Tuhan. Serta kisah tentang bahtera Nuh. Semua itu dapat membangun kekaguman anak akan Tuhan.

3. Menjalin Hubungan yang Dekat

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi 5

Anak bukanlah objek yang hanya menerima perintah dan didikan; ia juga membutuhkan pengertian dan kasih sayang. Itulah mengapa, membangun hubungan yang dekat dengan anak adalah suatu hal yang niscaya. Seperti dikatakan pada Efesus 6:4, Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Janganlah kita menaruh bibit kepahitan kepada anak kita. Sebaliknya, kita perlu mendidik anak sesuai apa yang diajarkan Tuhan, terutama dalam kasih dan kelemahlembutan.

Kita bisa mencontoh kata Amsal 17:17, Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Dengan memposisikan anak sebagai sahabat, kita dapat mengasihi dia lebih lagi. Misalnya, berkata-kata dengan lembut dan penuh kesabaran. Atau dengan menanyakan apa yang ia lakukan sehari-hari. 

Bagaimana agar tercipta hubungan yang dekat dengan anak? Anda dapat mengajaknya berbicara tentang kesehariannya, apa yang ia suka, apa yang ia tidak suka, dan sebagainya. Anda juga bisa mengajaknya bermain atau berdoa bersama. Aktivitas yang dilakukan bersama-sama tentu akan memperkuat kebersamaan dan menguatkan hubungan.

Bagaimana untuk bisa lebih dalam lagi? Dengan berbicara dari hati ke hati. Adanya keterbukaan dalam pikiran dan perasaan akan mendorong anak untuk terbuka kepada Anda. Keterbukaan, pada gilirannya, akan mendekatkan ayah kepada anaknya. 

4. Menjadi Contohan di dalam Keluarga

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi 7

happy father looking at cheerful son and exercising with dumbbells

Sebagai pemimpin di dalam keluarga, apa yang dilakukan ayah akan dilihat dan dinilai oleh anggota keluarga lainnya. Jika seorang ayah memberi contoh yang baik, ia tentu memberi standar yang baik di dalam keluarga, terutama kepada anak. Mengapa ini penting? Karena anak kelak akan bertumbuh sesuai teladan dari ayahnya.

Itulah sebabnya penting bagi ayah untuk memberi contohan yang baik.  Seperti tertulis dalam Amsal 20:7 BIMK, Anak-anak beruntung jika mempunyai ayah yang baik dan hidup lurus. Ketika seorang ayah bisa hidup seperti Kristus, penuh kasih, sabar, dan berintegritas, anak pun akan terinspirasi untuk hidup seperti ayahnya. Sebaliknya, jika sang ayah hidup dalam standar dunia, anak pun kelak akan hidup seperti dunia ini.

Para ayah, contoh apa yang kita berikan bagi anak-anak kita? Jika kita rindu anak-anak kita hidup sesuai firman Tuhan, kitalah yang pertama kali harus hidup sesuai firman Tuhan.

Anak adalah Titipan Tuhan

Ayah dan Sahabat-gereja-gkdi 6

Firman Tuhan mengarahkan kita tidak hanya untuk menjadi ayah, tetapi juga sahabat bagi anak kita. Ini dikarenakan anak adalah kepercayaan Tuhan. Tuhan mau supaya kita mendidik sekaligus mengasihi anak yang Ia titipkan itu. Oleh karena itu, hai para ayah, mari berjuang untuk menjadi ayah dan sahabat bagi anak kita.

– 

Related Articles:

Gereja GKDI terdapat di 37 kota di Indonesia.
Jika Anda ingin mengikuti belajar Alkitab secara personal (Personal Bible Sharing), silahkan lihat lebih lanjut dalam video berikut:




Dan, temukan lebih banyak content menarik & menginspirasi melalui sosial media kami:
Website: https://link.gkdi.org/web
Facebook: https://link.gkdi.org/facebook
Instagram: https://link.gkdi.org/instagram
Blog: https://link.gkdi.org/Blog
Youtube: https://link.gkdi.org/youtube
TikTok: https://link.gkdi.org/tiktok
Twitter: https://link.gkdi.org/twitter
LinkedIn: https://link.gkdi.org/linkedin
Threads: https://link.gkdi.org/threads
Whatsapp: https://link.gkdi.org/whatsapp

 

(Visited 178 times, 1 visits today)

Last modified: Apr 27

Close