Kembali ke Blog

Devotionals

Attributes of God: Hari ke-7

Oleh suwandi setiawan · 5 Juni 2018 · 3 menit baca
Attributes of God: Hari ke-7

Hari ke-7

ALLAH ITU KUDUS

Keluaran 11:15, Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Muyang mahsyur, Engkau pembuat keajaiban?

Setiap kali Alkitab menceritakan atau menyatakan tentang Tuhan, maka kata yang paling banyak disebut adalah Kudus. Semua benda yang berhubungan dengan Tuhan disebut benda-benda Kudus, Kerajaan yang kudus, malaikat yang kudus, umat yang kudus. Kudus secara harafiah berarti dipisahkan, dibuat berbeda, atau unik tersendiri. Kudus berarti tidak sama dengan yang lain, karena kekuasaan Nya, keputusan-Nya, ketetapan-Nya, tidak sama dengan yang lain. Standar moral Tuhan yang tidak sama dengan yang lain. Semua keputusan Tuhan adalah benar.

Jika kita menjadi bagian dari Kekudusan Tuhan sebagai umat-Nya maka kita harusnya memiliki kehidupan, prinsip, nilai dan standar hidup yang lain daripada yang lain, yang berbeda, nilai moral yang berbeda dengan dunia, sehingga orang akan berkata, mereka itu unik sekali.

Ayat-ayat untuk Direnungkan:

Mazmur 22:4, "Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel."

Yesaya 6:1-7, "Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."

1 Petrus 1:13-21, "Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah."