Hari ke-20

ALLAH ITU SABAR

2 Petrus 3:9, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat”

Dalam dunia yang penuh dengan budaya reward punishment (hadiah-hukuman), sifat Tuhan yang sabar sulit untuk dimengerti. Atau juga dalam budaya hidup yang kompromi, kesabaran Tuhan sering di salah-artikan sebagai kebaikan Tuhan yang absolut dan tidak ada bandingannya. Tetapi setiap kali Alkitab berbicara tentang kesabaran Tuhan, yang dimaksud adalah Tuhan sabar dalam menunggu kita berbalik dari cara hidup yang lama dan bertobat.

Ayat-ayat untuk Direnungkan:

Roma 2:4, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”

Mikha 7:19, “Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.”

Yehezkiel 20:17, “Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun.”

Mazmur 78:38, “Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.”

Nahum 1:3, “TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.

Mazmur 86:15, “Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.”