Attributes of God: Hari ke-16

Hari ke-16

ALLAH YANG PENUH KASIH KARUNIA (GRACIOUS)

Keluaran 34:6, “Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: “TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya”.

Ini adalah salah satu bagian dalam Alkitab di mana Tuhan ingin dikenal oleh umat-Nya. Tuhan ingin bangsa Israel mengetahui bahwa Dia adalah Allah yang penuh kasih setia (Gracious). Memahami ini seharusnya membuat kita merasa lebih aman untuk mendekat kepada Tuhan, dan memiliki cara pandang yang benar tentang Tuhan. Bayangkan Tuhan berseru kepada Musa, “YAHWEH, YAHWEH”, Tuhan yang berlimpah kasih setia, bukankah ini saja sudah cukup bagi kita untuk berani mendekat kepada Dia dengan segala kekurangan, dan bahkan kejatuhan kita?

Ayat-ayat untuk Direnungkan:

Yoel 2:12-13, “Tetapi sekarang juga,” demikianlah firman TUHAN, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.”

Yunus 3:10-4:2, “Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya. Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.”

Efesus 1:5-8, “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.”