Devotionals
Ini Caranya Menuntun Anak Percaya Kepada Tuhan
Saya percaya, sebagai orang tua, kita akan membesarkan anak dengan cinta. Kita ingin kebutuhannya tercukupi, masa kecilnya menyenangkan, dan bertumbuh dengan optimal.
Namun, ada satu hal lagi yang perlu kita perhatikan: agar anak tumbuh mengasihi dan mengenal Tuhan sejak dini. Sebagai orang percaya, tentu kita rindu agar anak kita kagum, mengasihi, dan mengikut Tuhan, bukan? Kita mau agar firman Tuhan memimpin dan menjaga hidupnya, dari kecil hingga dewasa.
Untuk itu, sangat penting agar orang tua menuntun anak untuk percaya kepada Tuhan. Sehingga sejak kecil anak telah memiliki iman serta nilai-nilai yang alkitabiah, sehingga hidupnya terjaga dengan baik. Berikut adalah cara-caranya.
Tuntun Anak Percaya Tuhan Sejak Dini
Mazmur 78:5 Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel, nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka.
Sejak zaman Perjanjian Lama, Tuhan sangat ingin bangsa Israel mengenal-Nya. Karena itu ketika bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan, Tuhan memerintahkan kepada Yosua untuk meletakkan dan menyimpan 12 batu peringatan (Yosua 4:5-7).
Apa tujuannya? Yaitu agar anak-anak mereka kelak ingat akan perbuatan Tuhan yang luar biasa. Adanya batu-batu tersebut adalah bukti bahwa Tuhan sudah menjaga bangsa Israel hingga tanah Kanaan.
Mengenalkan anak tentang Tuhan sejak dini adalah langkah pertama. Kita bisa melakukannya dengan menggambarkan sosok Tuhan sebagai Maha Pencipta, Mahabaik, Mahakuasa, Maha Penolong dan Pengasih, yang sangat ingin dekat dengan anak.
Selain itu, bisa juga dengan mengajar anak untuk berdoa dan beribadah setiap Minggu. Mengenalkan anak untuk percaya kepada Tuhan juga bisa dengan mengajarkan lagu-lagu rohani anak-anak. Ini dikarenakan oleh adanya melodi, yang memudahkan anak mengingat tentang siapa Tuhan.
Ceritakan Kisah-Kisah Di Alkitab
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
Salah satu cara mengajar anak untuk percaya kepada Tuhan adalah melalui kisah-kisah di Alkitab. Dan cara yang paling efektif untuk anak adalah melalui bercerita.
Alkitab kaya dengan kisah-kisah tentang tokoh-tokoh yang dekat dengan Tuhan. Mulai dari yang penuh iman, seperti Abraham; penuh keberanian, seperti Daniel dan Daud; maupun yang setia seperti Ayub.
Ceritakan di saat menjelang tidur, dan buat mereka ingin seperti tokoh-tokoh tersebut yang dikenal Tuhan. Dari sana mereka akan melihat tokoh-tokoh hebat tersebut adalah orang-orang yang percaya kepada Tuhan.
Ajar Anak Melakukan Apa Yang Tuhan Ajarkan
Ulangan 5:1 Musa memanggil seluruh orang Israel berkumpul dan berkata kepada mereka: “Dengarlah, hai orang Israel, ketetapan dan peraturan, yang pada hari ini kuperdengarkan kepadamu, supaya kamu mempelajarinya dan melakukannya dengan setia.”
Selain mengenalkan Tuhan, menceritakan kisah-kisah di Alkitab dan perintah-perintahNya, anak juga harus diajar untuk melakukan Firman Tuhan, supaya Firman Tuhan menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari.
Apa saja yang bisa dipraktekkan?
- ajar anak berkata jujur, tidak boleh berbohong
- meminta maaf ketika berbuat salah,
- rendah hati mengucapkan terimakasih
- berbagi kepada sesama, sharing makanan maupun mainan
- memberi kepada Tuhan melalui kolekte setiap minggu
- friendly atau bersikap ramah terhadap semua orang
- menghargai orang lain
- tidak pandang bulu dalam berteman
- dan masih banyak lagi
Mengajar Tentang Tuhan Berulang-Ulang
Ulangan 6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangunMengajarkan anak untuk percaya kepada Tuhan tidak cukup hanya ketika anak kecil saja. Ini adalah sesuatu yang harus diajar berulang-ulang. Bahkan hingga mereka remaja, kuliah maupun setelah mereka bekerja, tugas ini adalah tugas yang harus terus kita lakukan sebagai orang tua.
Seiring waktu, anak pasti akan bergumul. Melalui pergumulan mereka, baik ketika mereka sekolah, kuliah maupun saat mereka telah bekerja, ada masanya anak tiba-tiba ragu, dan tidak yakin apakah Tuhan itu ada di hidup mereka.
Sama seperti kita. Terkadang, saat hidup terasa sulit, kita pun bisa meragukan keberadaan Tuhan, janji-janjiNya dan penyertaanNya
Seperti kita pun harus meyakinkan iman percaya kita kepada Tuhan lagi dan lagi, demikian juga orang tua jangan berhenti mengajarkan anak untuk tetap percaya kepada Tuhan kapan pun!
Jadi, jangan pernah bosan mengajarkannya.
Jangan Lupa Menjadi Contohan
Yang terakhir, meskipun kita telah melakukan ke 3 hal tersebut dengan baik dan tanpa kenal lelah, ingatlah, hidup kita adalah ajaran yang paling ampuh bagi anak-anak untuk percaya dan bergantung kepada Tuhan.
Kita sendiri perlu menjadi contohan bagi anak-anak. Misalnya dengan tidak berbohong, berbicara dengan lemah lembut, memberi kepada yang berkebutuhan, dan lainnya. Jika kita mengajarkan dan melakukan apa yang kita ajarkan, jauh lebih mudah bagi anak untuk mengikutinya.
Semangat, Anda pasti bisa!
Related Articles:
- Apa itu Good Enough Parenting?
- Apakah 7 Tanda Keluarga Bahagia Ini Sudah Ada di Dalam Keluargamu?
- Membangun Keluarga Sehat Rohani
- Ketika Usaha Gigih Tak Kunjung Membuahkan Hasil
- Konsisten: Elemen Penting Kesuksesan
-
ARTIKEL TERKAIT
Hidup Baru, Awal Baru
Segala sesuatu yang baru biasanya menarik, termasuk hidup baru. Yakni ketika kita menyudahi yang lama dan memasuki pengalaman yang benar-benar baru. Berbicara hidup yang baru, ada…
Baca selengkapnyaHari Natal, Saatnya Merenungkan 3 Hal Ini
Ketika saya kecil, dulu, Hari Natal adalah hari yang spesial. Karena selain mendapat banyak hadiah dari sekolah minggu, saya juga disuguhi banyak atraksi seperti drama, nyanyian…
Baca selengkapnya3 Sikap Hati dari Lagu Bapa yang Kekal
Sebab Kau Bapaku, Bapa yang kekal. Saya yakin, banyak dari kita akrab dengan lagu ini, Bapa yang kekal. Isi liriknya membawa kita mendalami Allah Bapa dan apa yang Ia lakukan…
Baca selengkapnya