Suatu kali saya menonton wawancara yang menghadirkan seorang wanita yang dulunya berpenampilan laki-laki, tetapi akhirnya kembali ke kodratnya. Alasannya adalah untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman. Ketika “berperan” sebagai laki-laki, ia merasa lebih percaya diri, lebih diterima, tidak perlu repot bersolek atau memikirkan bentuk tubuh yang ideal di mata dunia.

Tidak semua orang menjalani perubahan ekstrem seperti ini, tetapi pada dasarnya, banyak orang merasa tidak aman (insecure) dengan diri sendiri. Mengapa demikian?

Di Manakah Sumber Rasa Aman Anda?

aman - gkdi 1

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. – 1 Yohanes 2:15

Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. – 1 Yohanes 2:17

Kurangnya rasa aman berakar dari ketidakpercayaan diri. Lalu, mengapa kita rentan menjadi rendah diri dan selalu butuh penerimaan dari pihak lain?

Karena, tanpa sadar, kita membiarkan harga diri kita ditentukan oleh bagaimana lingkungan dan orang lain memperlakukan kita. Padahal, harga diri Anda, atau siapa Anda, tidak ditentukan oleh perlakuan orang lain terhadap Anda.

Banyak orang menempatkan hal-hal tertentu sebagai sumber rasa aman mereka. Contohnya, karier, pendidikan, prestasi, kepintaran, kekayaan, kecantikan, lingkaran pergaulan, pacar, teman, kepemilikan barang mewah, atau dirinya sendiri sebagai pusat perhatian.

Apa yang Anda peroleh dari rasa aman memiliki hal-hal di atas? Yang jelas, Anda akan kecanduan. Anda terus-menerus ingin pamer dan membuktikan diri, ingin senantiasa diakui dan diterima. Kalau Anda baru merasa aman dengan kecantikan atau ketampanan, Anda takkan pernah puas dengan penampilan sendiri, tak peduli seberapa bagus Anda memoles diri. Kalau Anda baru merasa aman karena dipuji banyak orang, atau bergaul di kalangan tertentu, kebutuhan Anda untuk dikagumi takkan pernah ada habisnya.

Sumber Rasa Aman yang Keliru

aman - gkdi 2

Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air. – Yeremia 2:13

Mencari rasa aman Anda dalam hal-hal duniawi ibarat membuat kolam yang dindingnya bocor. Artinya, Anda akan selalu kembali merasa tidak aman—lagi dan lagi. Kendati sudah punya karier bagus, prestasi hebat, pasangan hidup yang mendekati sempurna secara fisik dan harta, Anda tetap saja merasa ada yang kurang. Anda tak pernah puas dan penuh.

Ada orang yang bekerja keras supaya cepat sukses, karena ingin membuktikan diri kepada orang tua, lingkungan, dan teman-temannya bahwa ia hebat. Akibatnya, ia rela melakukan apa saja demi kesuksesan, tak peduli itu merusak hubungannya dengan Tuhan. Ada pula orang yang sibuk membuktikan diri dengan segudang prestasi agar mendapat pengakuan dan penerimaan dari orang lain.

Bagi kaum lajang, faktor rasa aman berpengaruh besar dalam cara mereka memandang hubungan masa depan. Ada yang bersedia meninggalkan iman karena telanjur aman dan nyaman bersama sang pujaan hati. Atau, demi orang yang didamba-dambakan, rela meninggalkan jemaat dan mengacuhkan firman Tuhan mengenai pasangan hidup yang seimbang.

Jika sumber rasa aman Anda berada di tempat yang salah, kepuasan Anda hanya akan terisi sesaat saja. Selanjutnya, Anda kembali kosong dan hampa.

Sumber Rasa Aman yang Benar

aman - gkdi 3

“Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” – Yohanes 4:14

Rasa aman Anda harus bersumber dari Tuhan, Air Hidup yang tidak hanya melepaskan dahaga sesaat, tetapi memberikan kepuasan untuk selamanya.

Dengan sumber rasa aman yang benar, Anda akan tenang dan tenteram. Anda takkan takut tidak diterima atau tidak diakui. Anda tidak mudah digoyahkan oleh godaan dan bujukan. Apa pun yang orang lain katakan tentang Anda, dan bagaimana pun tuntutan orang tua atau penilaian dari lingkungan, takkan dapat menjatuhkan kepercayaan diri Anda.

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. – Mazmur 4:8 

Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. – Mazmur 62:2

Anda tidak perlu membuktikan diri untuk dikasihi dan diterima oleh Tuhan. Karena ketika Anda lemah dan tak berdaya, Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihi Anda (Roma 5:6).

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. – Yohanes 14:27 

Sumber rasa aman yang benar takkan membuat Anda takut dan gelisah. Tempatkan sumber rasa aman Anda pada Allah, agar sukacita dan damai sejahtera senantiasa mengisi hidup Anda. Amin.

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Maksimalkan Potensi Firman Tuhan dalam Hidup Anda

Video inspirasi: