Hubungan kita dengan Allah itu ibarat pertemanan karib. Saat remaja, saya pernah bertengkar dengan seorang sahabat. Hubungan kami yang sebelumnya sedekat saudara kandung berubah menjadi seperti orang asing. Saya ingin sekali berdamai dengannya, tetapi hubungan kami yang telanjur buruk membuat itu tidak mudah dilakukan. Dibutuhkan bantuan orang lain untuk mendamaikan kami.

Tak ubahnya dengan hubungan Allah dengan manusia, ketika terjadi masalah, kita memerlukan perdamaian. Yesaya 59:2 menyatakan bahwa dosa memisahkan kita dari Tuhan. Kejahatan dan kesalahan kitalah yang menjadi masalah dalam hubungan kita dengan-Nya.

Kalau begitu, apa saja yang diperlukan untuk merestorasi hubungan kita dengan Allah?

Apa Arti Berdamai dengan Allah?

Allah - gkdi 1

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! – Roma 5:10

Seteru Allah adalah dosa, jadi berdamai dengan Allah berarti menyelesaikan masalah-masalah dosa kita hingga tuntas. Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah memulihkan kembali hubungan-Nya dengan manusia melalui kematian Yesus Kristus.

Lalu, mengapa kita harus berdamai dengan Allah?

Karena, Allah itu kudus dan tidak bisa bersatu dengan dosa. Kita harus berdamai dengan Allah agar dosa kita diampuni, sehingga kita dapat bersatu kembali dengan-Nya. Orang yang belum menyelesaikan masalah dosanya secara tidak langsung akan menjadi seteru Allah.

Mungkin saat ini Anda merasa tidak perlu berdamai dengan Allah karena hidup Anda baik-baik saja—pekerjaan baik, keuangan baik, kesehatan baik, keluarga baik. Pertanyaannya, apakah hubungan Anda dengan Tuhan juga baik?

Kualitas hubungan kita dengan Allah perlu senantiasa diperiksa. Sebagai contoh, di foto-foto media sosial, Anda mungkin kelihatan bahagia, rukun, akrab dengan keluarga dan sahabat. Segalanya tampak indah dan baik adanya. Kenyataannya, adakah kedamaian di hati Anda? Atau, Anda sebenarnya merasa kosong? Anda menyimpan rasa bersalah karena ada dosa yang disembunyikan? Kalau perasaan-perasaan ini masih ada, tandanya Anda belum berdamai dengan Allah.

Langkah-Langkah Berdamai dengan Allah

Berdamai merupakan tindakan yang melibatkan dua pihak. Jika salah satu pihak tidak setuju dengan apa yang ditawarkan pihak lain, pendamaian takkan terwujud. Sebelum kami berdamai, sahabat saya meminta kompensasi. Agar perdamaian tercipta, saya pun menyetujui syaratnya.

Allah menawarkan jalan perdamaian kepada manusia, dan untuk mendapatkannya, kita perlu melakukan dua langkah berikut:

1. Memberi Diri

Allah - gkdi 2

Anda tak dapat mengharapkan Kristus mendamaikan Anda dengan Allah tanpa memberi diri Anda terlebih dahulu. Memberikan diri berarti kita merendahkan hati, melepaskan segala kesombongan, dan datang kepada Kristus dengan hati yang hancur.

Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 

Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 

Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 

– 2 Korintus 5:18-21

Untuk memperoleh perdamaian dengan Allah, dibutuhkan kerendahan hati. Anda perlu bantuan dari orang-orang yang dipercaya Tuhan untuk membimbing Anda kepada jalan keselamatan. Awalnya, karena kesombongan, saya sempat menolak diajari cara berdamai dengan Allah. Kemudian, setelah menyadari dosa-dosa saya dan ingin menjalani hidup baru, saya menyerahkan diri untuk belajar Alkitab. Jadi, supaya dapat dibimbing di dalam Tuhan, kita harus belajar rendah hati.

2. Bereskan Dosa

Allah - gkdi 3

Akibat dosa, terbentang jurang pemisah antara manusia dengan Tuhan. Anda harus membereskan masalah dosa sampai tuntas sebelum memulai hidup baru dalam kasih karunia Tuhan. Caranya adalah, dengan mengakui dan meninggalkan dosa-dosa Anda.

Tuhan sudah mengampuni dosa-dosa kita melalui pengorbanan Yesus Kristus—dan bagian kita adalah meninggalkan dosa-dosa tersebut. Selama belajar Alkitab, saya menghadapi tantangan untuk meninggalkan kebiasaan merokok selama belasan tahun. Dengan bantuan komunitas, saya dimampukan untuk berhenti merokok. Hingga hari ini, sudah enam tahun saya tak punya keinginan menikmati rokok (dosa merusak tubuh).

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. – Yakobus 5:16

Saling mengaku dosa berarti kita butuh komunitas saudara seiman yang anggota-anggotanya dapat: 1) saling mendoakan satu sama lain, 2) saling membantu membereskan dosa, dan 3) saling menjaga agar tidak jatuh lagi ke dalam dosa yang sama. Mintalah bantuan dari orang-orang yang Anda percaya dapat membantu Anda. Jika tidak tahu harus memulai dari mana, Anda bisa menghubungi kami di sini.

Saat hidup terasa baik-baik saja, tanyakan diri Anda: “Apakah saya punya damai di hati? Sudah baikkah hubungan saya dengan Tuhan? Adakah dosa yang membuat saya kehilangan kasih, kedamaian, sukacita, bahkan hubungan dengan orang-orang terdekat?”

Bukanlah suatu kebetulan kalau Anda membaca artikel ini. Inilah saatnya Anda berdamai dengan Tuhan, juga dengan diri sendiri dan sesama. Berilah diri Anda didamaikan dengan Allah. Datanglah dengan kerendahan hati dan mari berjuang mendapatkan kedamaian itu!

Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. – 2 Timotius 2:22 

Gereja GKDI saat ini terdapat di 35 kota. Kami memiliki kegiatan Pendalaman Alkitab di setiap wilayah, jika Anda membutuhkan informasi ataupun berkeinginan untuk terlibat didalamnya, hubungi kami di contact Gereja GKDI Official:
WhatsApp 0821 2285 8686 atau Facebook / Instagram GKDI Official

Artikel terkait: Memulai Hal Baru? Siapa Takut!

Video inspirasi: